Naik Ojol atau Beli Motor? Ini Perhitungan Biaya Transportasi Mahasiswa di Pontianak

 


LintasKalbar.com – Transportasi menjadi salah satu kebutuhan utama bagi mahasiswa yang menempuh pendidikan di Pontianak. Selain memengaruhi mobilitas menuju kampus, pilihan moda transportasi juga berdampak pada pengeluaran bulanan.

Banyak mahasiswa baru dihadapkan pada dua pilihan, yakni menggunakan layanan ojek online (ojol) atau membeli sepeda motor pribadi. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan yang perlu dipertimbangkan sesuai kebutuhan.

Jika menggunakan ojol, mahasiswa tidak perlu memikirkan biaya perawatan kendaraan, pajak tahunan, servis, maupun pembelian bahan bakar. Pengguna cukup membayar sesuai jarak perjalanan.

Di Pontianak, tarif perjalanan ojek online umumnya berkisar Rp10 ribu hingga Rp25 ribu sekali jalan, tergantung jarak dan waktu pemesanan. Apabila seorang mahasiswa melakukan dua kali perjalanan setiap hari selama 22 hari kuliah, biaya transportasi dapat mencapai sekitar Rp440 ribu hingga Rp1,1 juta per bulan.

Sementara itu, membeli sepeda motor memerlukan biaya awal yang jauh lebih besar. Selain harga kendaraan, mahasiswa juga harus memperhitungkan pengeluaran untuk bahan bakar, servis berkala, pergantian oli, hingga pajak kendaraan.

Untuk penggunaan harian di dalam Kota Pontianak, biaya bensin umumnya berkisar Rp150 ribu hingga Rp250 ribu per bulan. Ditambah biaya perawatan dan kebutuhan lain, total pengeluaran operasional motor dapat mencapai Rp300 ribu hingga Rp500 ribu setiap bulan, belum termasuk cicilan apabila kendaraan dibeli secara kredit.

Bagi mahasiswa yang memiliki aktivitas padat di luar kampus, kendaraan pribadi dinilai lebih fleksibel. Namun, bagi mahasiswa yang hanya bepergian pada jam kuliah atau tinggal di sekitar kampus, menggunakan ojol masih menjadi pilihan yang cukup ekonomis.

Pada akhirnya, pilihan terbaik bergantung pada intensitas mobilitas, kemampuan finansial, dan kebutuhan masing-masing mahasiswa.***

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak