LintasKalbar.com – Mahasiswa yang baru merantau ke Pontianak sering kali mempertimbangkan apakah lebih baik membeli sepeda motor atau memanfaatkan layanan transportasi online selama kuliah.
Pilihan tersebut tidak hanya berkaitan dengan kenyamanan, tetapi juga berpengaruh terhadap pengeluaran bulanan.
Sebagai ilustrasi, mahasiswa yang tinggal kurang dari tiga kilometer dari kampus biasanya hanya memerlukan transportasi beberapa kali dalam seminggu. Dalam kondisi seperti ini, biaya menggunakan ojek online cenderung lebih hemat dibandingkan memiliki kendaraan sendiri.
Sebaliknya, mahasiswa yang aktif mengikuti organisasi, kegiatan penelitian, praktik lapangan, maupun pekerjaan paruh waktu biasanya memiliki mobilitas lebih tinggi. Pada kondisi tersebut, kendaraan pribadi dapat menjadi pilihan yang lebih efisien karena biaya operasional hariannya relatif rendah.
Selain aspek biaya, kepemilikan motor juga membawa konsekuensi tambahan, seperti biaya servis rutin, penggantian ban, risiko kerusakan, hingga keamanan kendaraan di tempat kos.
Mahasiswa juga perlu mempertimbangkan biaya parkir, perlengkapan keselamatan berkendara, serta dokumen kendaraan yang harus selalu diperbarui.
Di sisi lain, penggunaan ojek online memberikan kemudahan tanpa harus memikirkan biaya perawatan. Layanan ini juga praktis bagi mahasiswa yang belum terbiasa mengendarai kendaraan di kota baru.
Dengan mempertimbangkan berbagai faktor tersebut, mahasiswa disarankan memilih moda transportasi berdasarkan kebutuhan mobilitas, bukan semata-mata mengikuti tren. Perencanaan sejak awal dapat membantu menghindari pengeluaran yang tidak perlu selama menjalani masa perkuliahan.***
