Akademisi Untan: Dugaan Lempar Batu Jadi Momentum Memperkuat Pendidikan Karakter di Masyarakat

 

Ilustrasi berkendara dengan menggunakan helm menrupakan salah satu karakter positif dalam berkendara
 

Lintaskalbar.com, Pontianak – Dugaan aksi pelemparan batu terhadap sebuah kendaraan di kawasan Tugu Khatulistiwa, Kota Pontianak, tidak hanya menjadi perhatian masyarakat dari sisi keamanan, tetapi juga memunculkan pandangan dari kalangan akademisi mengenai pentingnya penguatan pendidikan karakter. Peristiwa yang ramai diperbincangkan di media sosial tersebut dinilai menjadi pengingat bahwa pembentukan karakter harus dilakukan secara berkelanjutan, baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat.

Informasi mengenai dugaan kejadian itu pertama kali beredar melalui akun Pontianak Informasi di Facebook. Berdasarkan pantauan redaksi pada Rabu (15/7/2026), akun tersebut memiliki 212 pengikut. Video yang menyebut dugaan peristiwa terjadi sekitar pukul 14.00 WIB pada Selasa (14/7/2026) di depan SPBU AKR kawasan Tugu Khatulistiwa telah memperoleh sekitar 40 komentar dan 15 kali dibagikan oleh pengguna media sosial.

Menanggapi hal tersebut, M. Zainul Hafizi, akademisi di bidang pendidikan sosial Universitas Tanjungpura, mengatakan bahwa setiap peristiwa yang berpotensi mengganggu keamanan masyarakat dapat menjadi bahan refleksi bagi dunia pendidikan. Menurutnya, pendidikan tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga bertanggung jawab membentuk karakter peserta didik agar memiliki kepedulian terhadap sesama dan memahami konsekuensi dari setiap tindakan.

"Pendidikan karakter tidak cukup hanya diajarkan sebagai materi di dalam kelas, tetapi harus menjadi budaya yang dibangun bersama antara sekolah, keluarga, dan lingkungan masyarakat. Ketika muncul peristiwa yang diduga membahayakan orang lain, hal itu menjadi pengingat bahwa nilai-nilai empati, tanggung jawab, dan penghormatan terhadap hak orang lain harus terus diperkuat," ujar M. Zainul Hafizi kepada Lintaskalbar.com, Rabu (15/7/2026).

Menurutnya, guru memiliki peran strategis dalam memanfaatkan peristiwa yang sedang menjadi perhatian publik sebagai media pembelajaran kontekstual. Melalui diskusi yang terarah, peserta didik dapat diajak memahami dampak dari suatu tindakan terhadap keselamatan orang lain, pentingnya menyelesaikan persoalan tanpa kekerasan, serta membangun kesadaran sebagai warga negara yang bertanggung jawab.

"Sekolah perlu menghadirkan pembelajaran yang dekat dengan realitas kehidupan. Dengan begitu, peserta didik tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengambil pelajaran dari berbagai peristiwa yang terjadi di masyarakat. Yang tidak kalah penting, masyarakat juga harus menunggu hasil penyelidikan aparat dan tidak terburu-buru menyimpulkan informasi yang masih berstatus dugaan," tambahnya.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian mengenai dugaan aksi pelemparan batu tersebut. Redaksi masih berupaya memperoleh konfirmasi dari aparat terkait mengenai kronologi maupun perkembangan penanganan kasus. Sementara itu, masyarakat diimbau tetap mengedepankan sikap bijak dalam menyikapi informasi yang beredar serta menjaga keselamatan ketika beraktivitas di ruang publik.

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak