LintasKalbar.com – Budidaya ikan nila tidak hanya soal membuat kolam dan menebar benih. Di tangan Pak Roni, pemilik Kebun Nila Organik di Sragen, budidaya ikan dikembangkan menjadi sebuah sistem terpadu yang menggabungkan perikanan dan pertanian melalui metode aquaponik. Dilansir dari kanal YouTube CapCapung pada Kamis, 16 Juli 2026, sistem tersebut bahkan diberi nama K-R-E-A-T-I-F sebagai konsep budidaya yang mudah diterapkan dan terus dikembangkan.
Pak Roni menjelaskan, istilah K-R-E-A-T-I-F merupakan singkatan dari sejumlah prinsip yang menjadi dasar dalam membangun sistem aquaponik. Konsep tersebut meliputi Kombinasi, Rotasi (Reverse), Eliminasi, Adaptasi, Tukar, Ide, dan Fleksibel. Menurutnya, setiap prinsip memiliki fungsi untuk menciptakan sistem budidaya yang lebih efisien, hemat biaya, serta mampu menghasilkan pertumbuhan ikan dan tanaman secara optimal.
Salah satu keunggulan sistem yang dikembangkan adalah pemanfaatan berbagai bahan lokal sebagai media penyaring atau filter mekanis. Pak Roni memanfaatkan serat kelapa, jaring bekas nelayan, hingga material sederhana lainnya yang mudah ditemukan di sekitar lokasi budidaya. Cara tersebut dinilai mampu menekan biaya pembangunan instalasi tanpa mengurangi fungsi penyaringan air.
Tak hanya itu, media tanam yang digunakan juga dibuat beragam sesuai kebutuhan. Mulai dari pipa paralon, talang air, kerikil, hingga hidroton dimanfaatkan sebagai tempat tumbuh tanaman yang terhubung langsung dengan kolam ikan. Nutrisi yang berasal dari limbah budidaya ikan kemudian dimanfaatkan tanaman, sehingga tercipta siklus yang saling menguntungkan antara perikanan dan pertanian.
Menurut Pak Roni, tidak ada satu sistem aquaponik yang dapat diterapkan secara mutlak di semua daerah. Karena itu, konsep K-R-E-A-T-I-F dirancang agar mudah disesuaikan dengan kondisi lingkungan, luas lahan, maupun kemampuan modal masing-masing pelaku usaha. Fleksibilitas tersebut menjadi salah satu alasan mengapa sistem ini dapat diterapkan mulai dari skala rumah tangga hingga usaha komersial.
Melalui inovasi tersebut, Pak Roni berharap semakin banyak masyarakat yang tertarik mengembangkan budidaya ikan nila dengan pendekatan yang lebih modern dan ramah lingkungan. Ia meyakini, kreativitas dan kemauan untuk terus berinovasi menjadi modal penting dalam menghadapi tantangan di sektor perikanan. Kisah pengembangan sistem aquaponik K-R-E-A-T-I-F tersebut dilansir dari kanal YouTube CapCapung pada Kami, 16 Juli 2026, yang mengulas berbagai inovasi di bidang pertanian, peternakan, budidaya, dan kewirausahaan.
