Label
This is a closable top notification. Home ×
Iklan Atas
Responsive Ads

SPALD-T Dibangun, Pontianak Siapkan Sistem Sanitasi Modern untuk Warga

 

Pemerintah Kota Pontianak terus mempercepat pembangunan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat (SPALD-T)

LintasKalbar.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak terus memperkuat pembangunan infrastruktur sanitasi melalui proyek Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat (SPALD-T). Kehadiran proyek ini diharapkan mampu menghadirkan sistem pengelolaan air limbah yang lebih modern, meningkatkan kualitas kesehatan lingkungan, serta memberikan layanan sanitasi yang lebih layak bagi masyarakat.

Dilansir dari laman resmi Pemerintah Kota Pontianak, Senin 20 Juli 2026, pembangunan SPALD-T menjadi salah satu program prioritas yang terus didorong pemerintah daerah melalui Citywide Inclusive Sanitation Project (CISP). Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Pontianak, Sidig Handanu, menilai proyek tersebut merupakan langkah penting dalam membangun kota yang lebih sehat dan berkelanjutan.

Menurut Sidig, manfaat SPALD-T tidak hanya dirasakan dari sisi pembangunan infrastruktur, tetapi juga dari meningkatnya kualitas hidup masyarakat. Sistem pengelolaan air limbah yang terpusat dinilai mampu mengurangi pencemaran lingkungan, menjaga kualitas air, serta menciptakan kawasan permukiman yang lebih bersih dan nyaman. Karena itu, keberhasilan proyek ini sangat bergantung pada dukungan seluruh elemen masyarakat.

Pemerintah menargetkan sedikitnya 3.000 sambungan rumah dapat terhubung dengan jaringan SPALD-T hingga tahun 2030. Sebanyak 1.500 sambungan akan dibangun melalui proyek CISP, sementara 1.500 sambungan lainnya berasal dari dukungan Pemerintah Kota Pontianak. Dalam jangka panjang, cakupan layanan tersebut akan terus diperluas hingga mencapai sekitar 32 ribu sambungan rumah secara bertahap.

Selain mengembangkan sistem pengelolaan air limbah domestik, Pemkot Pontianak juga tengah memperkuat penanganan sampah melalui program Local Service Delivery Improvement Project (LSDP) yang didukung Kementerian Dalam Negeri dan Bank Dunia. Integrasi kedua program tersebut diharapkan mampu menciptakan sistem pengelolaan lingkungan yang lebih efektif sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik di bidang sanitasi.

Di sisi lain, pemerintah mengakui masih terdapat tantangan dalam pelaksanaan proyek, terutama terkait penyediaan lahan dan proses pembangunan di lapangan. Selama pekerjaan berlangsung, masyarakat kemungkinan akan menghadapi gangguan sementara, seperti kemacetan di beberapa ruas jalan. Namun, pemerintah memastikan sosialisasi dan koordinasi akan terus dilakukan agar dampak tersebut dapat diminimalkan.

Melalui pembangunan SPALD-T, Pemkot Pontianak berharap masyarakat dapat menikmati layanan sanitasi yang lebih baik sekaligus mendorong perubahan perilaku dalam pengelolaan limbah rumah tangga. Dengan sistem yang semakin modern dan terintegrasi, Pontianak optimistis mampu mewujudkan lingkungan perkotaan yang lebih sehat, bersih, dan berkelanjutan pada masa mendatang.***

Responsive Ads
Responsive Ads
Menu
Theme
Share
Additional JS
Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *