Pontianak Bidik 32 Ribu Sambungan SPALD-T hingga 2030
![]() |
| Rakor Percepatan Tindak Lanjut Review Mission ADB Kegiatan Citywide Inclusive Sanitation Project-Kominfo Pontianak-dokumen istimewa |
LintasKalbar.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak menargetkan pembangunan sekitar 32 ribu sambungan rumah melalui Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat (SPALD-T) secara bertahap hingga tahun 2030. Program tersebut menjadi salah satu langkah strategis untuk meningkatkan kualitas sanitasi perkotaan sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap layanan pengelolaan air limbah yang lebih aman dan ramah lingkungan.
Dilansir dari laman resmi Pemerintah Kota Pontianak, Senin (20/7/2026), target tersebut disampaikan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Pontianak, Sidig Handanu, saat membuka Rapat Koordinasi Percepatan Tindak Lanjut Review Mission Asian Development Bank (ADB) pada kegiatan Citywide Inclusive Sanitation Project (CISP) atau SPALD-T Kota Pontianak Tahun 2026. Ia menegaskan bahwa proyek tersebut menjadi bagian penting dalam transformasi sistem sanitasi di ibu kota Kalimantan Barat.
Sebagai tahap awal, pemerintah menargetkan sebanyak 3.000 sambungan rumah dapat terealisasi hingga tahun 2030. Dari jumlah tersebut, 1.500 sambungan akan dibangun melalui proyek CISP, sedangkan 1.500 sambungan lainnya berasal dari dukungan Pemerintah Kota Pontianak. Capaian tersebut nantinya akan menjadi pijakan untuk memperluas cakupan layanan hingga mencapai sekitar 32 ribu sambungan rumah secara bertahap berdasarkan skema pelayanan berbasis klaster.
Menurut Sidig, keberhasilan pembangunan SPALD-T tidak hanya diukur dari banyaknya jaringan yang terpasang, tetapi juga dari perubahan pola pikir masyarakat terhadap pentingnya sanitasi yang layak. Karena itu, ia mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, instansi terkait, hingga masyarakat, untuk bersama-sama menyukseskan proyek tersebut sebagai investasi jangka panjang bagi kesehatan lingkungan.
Selain mempercepat pembangunan jaringan air limbah domestik, Pemkot Pontianak juga terus memperkuat sektor pengelolaan sampah melalui program Local Service Delivery Improvement Project (LSDP) yang didukung Kementerian Dalam Negeri bersama Bank Dunia. Pemerintah menilai pembangunan sanitasi dan pengelolaan sampah harus berjalan beriringan agar mampu menciptakan lingkungan perkotaan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Meski telah direncanakan sejak tahun 2018, pembangunan SPALD-T masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama dalam proses penyediaan lahan. Pemerintah berharap masyarakat, khususnya pemilik lahan yang terdampak, dapat memberikan dukungan agar pelaksanaan proyek berjalan sesuai jadwal. Selama proses konstruksi berlangsung, warga juga diimbau untuk memahami adanya potensi gangguan sementara, seperti kemacetan lalu lintas di beberapa titik pekerjaan.
Melalui percepatan pembangunan SPALD-T, Pemkot Pontianak berharap layanan sanitasi perkotaan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat dalam beberapa tahun ke depan. Dengan dukungan seluruh pihak, target 32 ribu sambungan rumah pada 2030 diharapkan menjadi tonggak penting dalam mewujudkan sistem pengelolaan air limbah domestik yang modern, efektif, dan berkelanjutan di Kota Pontianak.***
