Proyek SPALD-T Senilai Rp1,2 Triliun Mulai Dikerjakan, Sejumlah Jalan Utama Pontianak Bakal Terdampak
LintasKalbar.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak mulai memasuki tahapan pelaksanaan proyek Sistem Pengolahan Air Limbah Domestik Terpusat (SPALD-T) yang diperkirakan menelan anggaran sekitar Rp1,2 triliun. Proyek strategis tersebut menjadi salah satu investasi terbesar di sektor sanitasi dan ditargetkan rampung pada 2029 sebelum cakupan layanannya terus diperluas hingga 2030.
Dilansir dari laman resmi Pemerintah Kota Pontianak, Senin 20 Juli 2026, pembangunan SPALD-T kini telah memasuki tahap pengujian konstruksi dan investigasi struktur tanah di sejumlah lokasi. Beberapa titik yang menjadi lokasi awal pekerjaan di antaranya berada di Jalan Tanjungpura, Jalan Gajah Mada, Jalan Komyosudarso, serta dua kawasan yang dipersiapkan sebagai fasilitas pengolahan, yakni Nipah Kuning dan Martapura.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Pontianak, Sidig Handanu, menjelaskan proyek tersebut merupakan bagian dari upaya modernisasi sistem sanitasi perkotaan. Melalui pembangunan SPALD-T, pemerintah menargetkan sekitar 3.000 sambungan rumah dapat terlayani pada tahap awal sebelum jaringan diperluas secara bertahap ke berbagai kawasan di Kota Pontianak.
Di balik manfaat jangka panjang yang akan diperoleh masyarakat, pemerintah mengakui proses pembangunan berpotensi menimbulkan gangguan sementara. Aktivitas pekerjaan di sejumlah ruas jalan utama diperkirakan akan memengaruhi kelancaran arus lalu lintas, sehingga masyarakat diimbau untuk menyesuaikan rute perjalanan dan mengikuti pengaturan yang diterapkan selama proyek berlangsung.
Pemkot Pontianak memastikan berbagai upaya mitigasi akan dilakukan untuk meminimalkan dampak terhadap aktivitas masyarakat. Sosialisasi kepada warga dan koordinasi dengan instansi terkait terus diperkuat agar pelaksanaan proyek dapat berjalan lancar tanpa mengganggu mobilitas secara signifikan.
SPALD-T menjadi salah satu proyek strategis yang diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan sanitasi di Kota Pontianak. Selain mengurangi pencemaran lingkungan akibat limbah domestik, proyek ini juga diharapkan mendukung terciptanya kawasan permukiman yang lebih sehat, bersih, dan berkelanjutan.
Dengan nilai investasi mencapai Rp1,2 triliun, proyek SPALD-T menjadi bukti keseriusan Pemerintah Kota Pontianak dalam membangun infrastruktur sanitasi modern. Keberhasilan proyek tersebut diharapkan tidak hanya memperluas akses layanan air limbah domestik, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan mendukung pembangunan kota yang berwawasan lingkungan.
