Label
This is a closable top notification. Home ×
Iklan Atas
Responsive Ads

Boyman Harun Tinjau Pembangunan MTs dan Jalan Nasional Di Ketapang-Kayong Utara Berharap Segera Rampung

Foto
Boyman Harun saat didampingi Ketua BM PAN Kayong Utara Sofyan Hadinata di bandara Rahadi Osman. Kamis (30/07/26)

 Lintaskalbar.com- Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Boyman Harun, melaksanakan kegiatan reses sekaligus kunjungan kerja ke Kabupaten Ketapang dan Kayong Utara, Kalimantan Barat. Dalam kunjungan tersebut, Boyman meninjau progres pembangunan sejumlah Madrasah Tsanawiyah (MTs) serta proyek pembangunan jalan nasional yang menghubungkan Sungai Kelik–Tayap.


Didampingi rombongan dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Boyman memastikan sejumlah proyek strategis yang menjadi perhatian pemerintah pusat berjalan sesuai rencana. Ia menegaskan pembangunan infrastruktur, baik di sektor pendidikan maupun konektivitas jalan, harus diselesaikan tepat waktu agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat.

Saat meninjau pembangunan jalan nasional Sungai Kelik–Tayap, Boyman mengatakan dirinya ingin proyek tersebut segera rampung. Menurutnya, akses jalan yang baik menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah pedalaman.

"Rencana kita sih, kalau saya sebagai wakil rakyat maunya sesegera mungkin. Ini saya baru balik dari Tayap-Siduk melakukan peninjauan dan pengawasan terhadap jalan yang sedang dikerjakan," kata Boyman.

Selain memantau pembangunan jalan, Boyman juga mengunjungi pembangunan Madrasah Tsanawiyah (MTs). Ia mengapresiasi perkembangan fisik bangunan yang dinilainya telah menunjukkan hasil yang signifikan.

"Progres pembangunan sudah sangat bagus. Insya Allah madrasah ini pada bulan Desember nanti bisa rampung," ujarnya.


Dalam kesempatan itu, Boyman juga menjelaskan perubahan mekanisme pengawasan pembangunan sekolah di tingkat DPR RI. Menurutnya, setelah adanya perubahan pembagian tugas komisi di parlemen, pembangunan sekolah kini berada di bawah kewenangan Kementerian Pendidikan, sedangkan Komisi V DPR RI lebih berfokus pada pengawasan pembangunan infrastruktur strategis.

"Kalau dulu sekolah itu di bawah Komisi V. Sekarang sekolah kembali ke Kementerian Pendidikan. Jadi Komisi V sekarang lebih banyak menangani sarana strategis. Ada juga pekerjaan seperti pasar yang pengawasannya ditugaskan kepada BPPW (Balai Prasarana Permukiman Wilayah). Kalau dulu total di Komisi V, sekarang sudah berpindah ke Kementerian Pendidikan," jelasnya.


Selain meninjau proyek infrastruktur, Boyman memastikan program bantuan rumah bagi masyarakat masih terus berjalan. Ia menyebut Kabupaten Kayong Utara mendapat alokasi sekitar 100 unit rumah pada tahun ini sebagai bagian dari program nasional pemerintah.

"Masih ada. Kayong dapat 100 unit tahun ini," katanya.

Boyman menambahkan, program bantuan perumahan tersebut merupakan bagian dari target nasional pembangunan 3 juta rumah yang menjadi program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto selama lima tahun ke depan.

"Setiap tahun ada. Kan ini program 3 juta rumah dalam lima tahun, program pemerintah Prabowo," pungkasnya.
Responsive Ads
Responsive Ads
Menu
Theme
Share
Additional JS
Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *