Label
This is a closable top notification. Home ×
Iklan Atas
Responsive Ads

Abraham Samad Ungkap Keputusan SBY yang Jadi Titik Balik Konflik KPK-Polri

 


LintasKalbar.com – Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Abraham Samad, mengungkap kembali momen ketika Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), mengambil keputusan yang disebut menjadi titik balik penyelesaian konflik antara KPK dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dalam penanganan kasus dugaan korupsi simulator Surat Izin Mengemudi (SIM).

Konflik tersebut terjadi saat KPK dan Polri sama-sama mengklaim kewenangan menangani perkara yang melibatkan dua perwira tinggi Polri. Perseteruan antarlembaga penegak hukum itu kemudian dikenal publik sebagai kisruh Cicak versus Buaya.

Dilansir dari tayangan program Bola Liar KompasTV yang diunggah pada 21 Juli 2026, Abraham Samad mengatakan kondisi yang semakin memanas mendorong Menteri Sekretaris Negara saat itu, almarhum Sudi Silalahi, menginisiasi rapat di Istana Negara untuk mencari jalan keluar.

Rapat tersebut dihadiri Presiden SBY, Ketua KPK Abraham Samad, Kapolri Jenderal Timur Pradopo, serta Jaksa Agung Basrief Arief. Menurut Abraham, pembahasan berlangsung cukup panjang karena masing-masing lembaga mempertahankan pandangannya terkait kewenangan penyidikan kasus simulator SIM.

Di tengah perdebatan tersebut, Presiden SBY kemudian mengambil keputusan agar penanganan perkara diserahkan sepenuhnya kepada KPK. Arahan itu, kata Abraham, menjadi solusi yang mengakhiri kebuntuan sekaligus meredakan ketegangan antara kedua institusi penegak hukum.

Setelah keputusan tersebut, KPK dapat melanjutkan proses penyidikan tanpa hambatan, termasuk melakukan penggeledahan yang sebelumnya sempat menjadi sumber perselisihan. Proses penegakan hukum terhadap kasus simulator SIM pun dapat berjalan sebagaimana mestinya.

Meski mengenang peristiwa tersebut sebagai bagian penting dalam sejarah hubungan KPK dan Polri, Abraham Samad mengingatkan bahwa setiap persoalan memiliki karakteristik yang berbeda. Menurutnya, penyelesaian konflik pada masa pemerintahan Presiden SBY tidak bisa disamakan begitu saja dengan kondisi yang dihadapi saat ini.

Pernyataan itu disampaikan Abraham Samad saat menjadi narasumber dalam program Bola Liar KompasTV yang membahas dinamika hubungan KPK dan Polri serta penanganan kasus simulator SIM.

Responsive Ads
Responsive Ads
Menu
Theme
Share
Additional JS
Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *