Stop Beri Izin Buka Lahan Perkebunan Kelapa Sawit di Sintang

Sintang448 Dilihat

SINTANG, LK – Pemerintah Daerah (Pemda) Sintang diminta diminta agar dapat mengurangi untuk memberikan izin kepada perusahaan perkebunan kelapa sawit yang ingin berinvestasi di Bumi Senentang ini.

Perihal tersebut disampaikan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang, Welbertus. Ia menilai apa yang disampaikannya tersebut bukan tak beralasan, tapi memang dengan makin banyaknya lahan perkebunan sawit, maka makin terkikis pula hutan di Bumi Senentang.

“Saat ini hutan kita mulai krisis akibat banyaknya hutan yang sudah dialih fungsikan menjadi perkebunan kelapa sawit. Dampaknya kita bisa lihat sendiri sekarang, banjir kerap melanda Kabupaten Sintang, karena hutan tinggal sedikit, sehingga tak mampu lagi menyerap air,” ujar Welbertus kepada wartawan, belum lama ini.

Oleh karena itu, Pemda Sintang sudah harus mengurangi bahkan kalau bisa kata Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) tidak lagi memberikan izin kepada pihak perusahaan apabila ingin membuka lahan untuk dijadikan perkebunan kepala sawit.

“Ini salah satu cara untuk menjaga hutan kita agar tetap ada. Karena kita juga takutkan makin banyak perkebunan kelapa sawit, maka makin habis hutan kita, sehingga kedepannya dikhawatirkan benar-benar sudah tidak bisa lagi menahan bencana banjir yang akan datang,” ungkap Welbertus.

Perihal ini kata Welberus harus mejadi perhatian serius Pemda Sintang. Semua itu demi menjaga eksistensi Kabupaten Sintang. “Saya harapkan apa yang saya sampaikan ini bisa menjadi perhatian serius oleh Pemda, semua ini demi kebaikan kita bersama juga dan demi kabupaten yang kita cintai ini,” harap Welbertus.

Tak hanya itu saja, Welbertus juga menyarankan, agar Pemda Sintang dapat memantau perusahaan perkebunan kelapa sawit yang sudah ada saat ini. Jika ada perusahaan yang tidak melakukan pengelolaan perizinan dengan baik dan benar, cabut saja izinnya atau bisa diambil kembali lahannya.

“Sebagai contoh, andaikan salah satu perusahaan perkebunan kelapa sawit yang berinvestasi di Sintang ini izinya sekian puluh ribu hektare. Andaikan dalam sekian tahun mereka tidak melakukaan aktifitas, ambil lagi lahannya tersebut. Karena sesuai peraturan perundang-undangan bisa diambil kembali dan setelah itu kita lakukan penanaman hutan lagi,” tutup wakil rakyat Dapil Sintang Kota ini. (say)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.