Welbertus Tampung Aspirasi Warga di Lima Desa

Sintang234 Dilihat

SINTANG, LK – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang, Welbertus mengatakan, bahwa ada beberapa poin penting aspirasi masyarakat yang ditampungnya saat menggelar reses di lima desa Daerah Pemilihan (Dapil) Sintang Kota beberapa waktu lalu.

“Ada lima desa yang saya kunjungi. Yang paling utama aspirasi masyarakat terkait infrastruktur dasar, seperti jalan dan jembatan. Mereka meminta perhatian serius dari Pemerintah Daerah Sintang terkait infrastruktur dasar ini,” kata Welbertus kepada media ini.

Salah satu contohnya ungkap Welbertus seperti di Desa Tebing Raya. Masyarakat di sana menuntut perbaikan Jembatan Sungai Kelinau karena kondisi jembatan sudah rusak parah dan bahkan sudah hampir putus.

“Mereka sangat memerlukan jembatan itu. Kata masyarakat di sana jembatan itu pernah diukur oleh Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sintang, bahkan sudah dijanjikan untuk dibangun tapi sampai sekarang belum terealisasi,” ujar Welbertus.

Welbertus menjelaskan bahwa jembatan itu untuk akses beberapa desa, termasuk desa-desa yang berada di pinggir Melawi. “setiap banjir selalu tergenang air, walaupun jembatan itu masih bisa dilalui tapi keadaannya darurat,” ungkap Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) ini.

Selain jembatan, di sana jelas Welbertus juga sangat membutuhkan kantor desa untuk diperbaiki, karena setiap banjir selalu terdampak. “Mereka mohon agar kantor desa dapat segera diperbaiki. Paling tidak ditinggikan,” ucap Welbertus.

Kalau untuk kesehatan, listrik, pendidikan Welbertus mengatakan tidak ada keluhan masyarakat dari lima desa itu. “Sejauh ini tidak ada masalah terkait itu. Intinya Infrastrukturlah yang masih menjadi faktor utama,” tegasnya.

Untuk mewujudkan aspirasi masyarakat di Dapilnya itu, Welbertus mengakui sudah mendorong Pemerintah Daerah Sintang agar dapat memenuhi apa yang menjadi keluhan masyarakat di sana.

“Kita berupaya mendorong Pemerintah Daerah Sintang agar dapat membuat skala prioritas pembangunan. Seperti infrastruktur tadi. Apalagi desa-desa ini berada di pesisir kota, jadikan malu juga terlihatnya kalau infrastrukturnya rusak,” tutup Welbertus. (say)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.