Jadikan Perda, Ini Tahapan yang Mesti Dilalui Raperda Inisiatif DPRD

Sintang65 Dilihat

SINTANG, LK – Tiga Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) inisiatif Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang telah melalui proses diskusi publik. Dengan begitu masih ada beberap proses lagi yang harus dilalui sehingga Raperda tersebut bisa terbentuk menjadi Perda.

“Jadi tahapan diskusi publik atau uji publik telah kita laksanakan, yang mana itu memang rangkaian atau proses yang harus kita lalui. Setelah itu, proses selanjutnya harus melalui persetujuan Bupati Sintang dengan DPRD,” ujar Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Sintang, Welbertus kepada media ini.

Pihaknya kata Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) ini, akan segera mungkin menyurati Bupati Sintang, Jarot Winarno. Setelah nanti ada persetujuan dari Bupati Jarot, baru kemudian lanjut ke proses tahapan berikutnya.

“Kalau sudah ada persetujuan dari Bupati Sintang, baru masuk ke tahapan berikutnya yakni ke ranah Panitia Khusus (Pansus). Jadi semua itu nanti tergantung Pansus apakah Raperda ini bisa dijadikan Perda atau tidak. Yang pasti secepatnya akan kita bahas dengan Pansus kalau sudah ada persetujuan Bupati Sintang,” tukas pria yang akrab disapa Wel ini.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, bahwa tim Bapemperda DPRD Kabupaten Sintang telah menggelar diskusi publik terkait tiga Raperda inisiatif DPRD. Diskusi publik itu merupakan salah satu rangkain proses yang memang harus dilalui untuk mewujudkan Raperda ini jadi Perda.

Ada pun tiga Raperda inisiatif DPRD Sintang tersebut, pertama Raperda tentang Penetapan Tanah Adat, Mekanisme Penerbitan Surat Pernyataan Tanah, Surat Keterangan Tanah dan Pemanfaatanya.

Sementara Raperda inisiatif DPRD yang kedua, tentang Pengelolaan Usaha Pembangunan dan Pola Kemitraan Plasma Perkebunan Sawit dan Raperda ketiga tentang Perlindungan dan Pelestarian Adat Budaya Daerah Kabupaten Sintang. (say)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.