DPRD Ingatkan Pemerintah Jaga Stabilitas Harga

Sintang272 Dilihat

Sintang, LK– Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sintang mengingatkan pemerintah supaya bisa terus menjaga stabilitas harga pangan untuk menekan dan mengendalikan inflasi daerah.

“Stabilitas harga pangan itu sangat penting. Kalau ini tidak dilakukan khawatir inflasi akan semakin meningkat,” kata Kusnadi anggota DPRD fraksi PKB kemarin.

Secara keseluruhan dia menjelaskan, permasalahan utama inflasi adalah terkait harga pangan dan BBM. Dengan kebijakan pemerintah mengurangi subsidi bahan bakar minyak perlu mendapatkan perhatian serius demi menjaga stabilitas ketersediaan dan harga bahan pangan di bumi senentang.

“Kemarin pak Wakil Bupati Sudah menjelaskan penyumbang inflasi salah satunya adalah bahan makanan. Jika permasalahanya sudah tahu maka penanganya akan semakin mudah,” imbuh Kusnadi.

10 program yang disampaikan pemerintah menurut Kusnadi sudah cukup baik jika dilaksanakan dengan baik dan benar. “Jangan sampai program hanya sekedar program, tetapi pelaksanaanya kurang maksimal,” tutur Kusnadi

“Jika inflasi terus terusan mengalami peningkkatan masyarakat yang akan dirugikan. Daya beli masyarakat juga akan semakin menurun,” pungkas Kusnadi

Sebelumnya Pemkab Sintang pun telah menyiapkan 10 langkah guna menekan dan mengendalikan angka imflasi diantaranya adalah, mengendalikan harga, menjaga stok komoditas, menjaga daya beli masyarakat dan membantu UMKM, melakukan operasi pasar sembako, mempercepat belanja modal APBD 2022, optimalisasi bantuan sosial pasca kenaikan harga BBM, perbaikan jalan jalur distribusi sentra penghasil cabe dan sayur, secara rutin melakukan sidak harga ke pasar, mencegah dan mengawasi penimbunan komoditas  masyarakat, dan memperkuat sinergi antar stakeholder yang ada.

Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan data 10 kabupaten/kota dengan besaran inflasi tinggi. Salahsatunya adalah Kabupaten Sintang.

Sepuluh Kabupaten/kota tersebut adalah Kabupaten Luwuk – 7,8 persen Jambi – 7,8 persen Kotabaru – 7,5 persen Sampit – 7,5 persen Tanjung Selor – 7,4 persen Jayapura – 7,4 persen Sintang – 7,4 persen Bungo – 7,2 persen Padang – 7,1 persen Sibolga – 6,9 persen(ono)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.