Prihatin Harga Karet Anjlok, BBM Naik

Sintang332 Dilihat

Sintang, LK – Harga hasil perkebunan seperti karet (Masyarakat Sintang menyebutnya “kulat”) terus mengalami penurunan, padahal getah karet merupakan salah satu penunjang perekonomian masyarakat di Kabupaten Sintang.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang Kusnadi mengaku prihatin dengan semakin turunya harga karet atau kulat ditingkat Petani.

“Harga getah karet yang terus menurun inilah selalu dikeluhkan masyarakat. Tentu ini jadi perhatian kita,” ujarnya saat ditemui di Kantor DPRD setempat.

Saat ini kata dia harga kulat ditingkat petani hanya berkisar Rp 7000 sampai 7.500 per Kilon graam. Padahal pada bulan bulan lalu harga masih berkisar antara Rp. 10.000- Rp. 12.000 .”Terus turun. kasian masyarakat,” ujar Kusnadi.

Belum lagi ditambah naiknya Bahan Bakar Minyak (BBM). Ekonomi masyarakat semakin sulit.Untuk mengatasi persoalan ini, Kusnadi berharap, Pemerintah Kabupaten Sintang dapat memprioritaskan program hilirisasi, membangun pabrik karet, bekerja sama pihak ketiga.

“Kalau pabriknya sudah terbangun, otomatis kebutuhan terhadap karet akan meningkat. Sehingga berdampak signifikan terhadap kesejahteraan para petani karet di beberapa daerah di Kabupaten Sintang,” jelasnya.

Program hilirisasi untuk perkebunan karet ini, menurut Kusnadi, menjadi solusi yang tepat untuk meningkatkan kesejahteraan para petani karet. Bukan justru membuat mereka beralih ke jenis produk lain, seperti padi atau sawit.

Dia mengingatkan, kontur tanah di Sintang maupun Kalbar pada umumnya berbeda dengan di Jawa. Tingkat keasaman tanah yang tinggi, membuat beberapa hasil pertanian tidak berkembang sesuai yang diharapkan.

“Kita belum memiliki teknologi canggih untuk menyiasati keasaman tanah yang cukup tinggi tersebut,” ucapnya.

Menjadikan hilirisasi sebagai program skala prioritas ke depannya, tambah dia, juga mesti dibarengi upaya untuk mendorong peningkatan produktivitas petani, misalnya melalui penyediaan penyuluh atau pendamping.

“Langkah itu penting demi mencapai kesejahteraan para petani karet kita. Makanya, Pemerintah Kabupaten Sintang perlu memprioritaskan program hilirisasi,” tutupnya

Atas dasar itulah, Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini mengatakan, pihaknya akan mendorong pemerintah agar bisa membantu petani karet dengan berusaha untuk menaikan harga komoditi tersebut.

“Kami berharap pemerintah menaikan harga getah karet ini, bagaimanapun caranya. Agar ekonomi masyarakat dapat membaik,” jelasnya.

Ia juga meminta masyarakat untuk memperbaiki kualitas karetnya, sebab salah satu faktor harga karet masyarakat anjlok, tidak terlepas dari kualitasnya yang tidak begitu baik.

“Kalau mutu karet bagus, saya yakin akan dihargai lebih baik. Meski harganya sulit kembali seperti dulu, setidaknya tidak dihargai dengan murah,” terangnya.(jie)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.