Pemerintah Diminta Pungut Pajak Sumur Galian

Sintang212 Dilihat

Sintang, LK- Fraksi Partai Hanura Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DRPD) Sintang meminta pemerintah Kabupaten Sintang untuk memungut pajak sumur galian (Sumur Bor). Potensi pajak air galian di Kabupaten Sintang cukup tinggi.

Hal tersebut disampaikan juru bicara fraksi Partai Hanura DPRD Sintang Niko  pada rapat Pandangan Umum Fraksi Fraksi DPRD tentang Penyampaian nota keuangan dan Raperda Kabupaten Sintang tentang perubahan APBD Kabupaten Sintang Tahun 2022 Rabu, (13/09/2022).

“Dalam rangka meningkatkan PAD agar pemerintah darerah dapat melakukan pemungutan pajak, salah satunya adalah pajak yang bersumber dari sumur galian,” kata Niko.

Sampai saat ini kata Niko, Pemerintah Kabupaten Sintang belum melakukan penarikan pajak retribusi sumur galian secara maksimal.”Jika ini dilakukan dapat menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD),” Kata Niko.

Pajak Pengambilan dan Pemanfaatan Air Bawah Tanah dan Air permukaan adalah pajak atas pengambilan dan pemanfaatan air bawah tanah dan air permukaan untuk digunakan bagi orang pribadi atau badan, kecuali untuk keperluan dasar rumah tangga dan pertanian rakyat..

Beberapa wilayah di Indoensia bahkan sudah menmpatkan PAD dari sumur galian sebagai pendapatan yang bersumber dari retribusi air galian.” Potensi ini harus secepaatnya di gali, sebagian besar masyarakat di Sintang menggunakan sumur galian,” ujarnyaa

Di Kabupaten Sintang sebagian besar masyarakat menggunakan air bersumber dari sumur galiaan. Baik untuk kehidupan sehari hari maupun untuk bisnis seperti usaha air galon.

Niko berasumsi Jika penarikan retribusi sumur galian dilakukan bukan tidak mungkin akan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Sintang “Harapankitaa PAD akan meningkat,” kataa dia

Diindonesia sendiri sudah banyak kabupaten Kota yang membuat peraturan daerah tentang pemanfaatan sumur galian seperti di sebagian besar Kabupaaten di Provinsi Jawa Barat..(jie)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.