Warga Perbatasan Masih Bergatung Pada Produk Malaysia

Sintang127 Dilihat

Sintang, BK-Anggota DPRD Kabupaten Sintang Melkianus tidak menampik masih banyaknya warga perbatasan yang perekonomianya bergantung pada negara luar. Produk produk negara luar masih mendominasi.

“masyarakat perbatasan masih ketergantungan pada produk malaysia secara otomatis memperkuat posisi ringgit dibanding rupaih,”kata Melkianus ketia ditemui sejumlah media di kantor DPRD sintang kemarin

Contohnya di daerah Ketungau hulu Kabupaten Sintang. Setiap hari warga didaerah tersebut lebih memilih menggunakan produk malaysia ketimbang indonesia. Selain harganya relatif murah, ketersediaan barang juga selalu ada.

“Di daerah perbatasan kita ada dua mata uang yang berlaku.Ringgit Malaysia dan Rupiah Dan rata-rata warga lebih menyukai mata uang asing dibandingkan dengan mata uang Rupiah,” jelasnya.

Bagi Politisi ketungau ini, menjadi tugas utama Pemerintah Pusat dan Daerah untuk menyediakan akses yang layak, sekaligus membuka keterisolasian daerah pedalaman perbatasan.

“Pemerintah wajib menyelesaikan infrastruktur jalan dan jembatan yang menghubungkan kecamatan yang ada di Sintang. Keterisoliran daerah kita yang harus dipikirkan,” imbuhnya.

Selain itu juga lanjut Politisi Golkar ini dirinya berharap supaya pemekaran daerah perbatasan bisa menjadi skala prioritas pemerintah pusat. Sebab hingga saat ini semua persyaratan masih menunggu restu mendagri, namun dirinya berharap ada jawaban secepanya.

“Kami sangat berharap pemekaran segera dilakukan,” harapnyta.

Dengan adanya pemekaran menurutnya akan berdampak pada kesejahteraann masyarakat. Pelayanan akan semakin mudah. “Tidak kita pungkiri. saat ini masih banyak desa desa yang belum tersentuh pembangunan secara maksimal. Infrastruktur masih banyak rusak. Masyarakat yaang akan ke pusak kecamatan juga kesusahaan,” tuturnya.

Untuk rencana pemekaran kecamatan sebenarnya sudah dilakukan sejak lama. hanya saja terbentur dengan aturan moratorium dari pemerintah pusat. “Terkendala moratorium. kalau tidak sudah dimekarkan,” pungkasnya.(dedek)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.