Potensi Wisata Harus Digali

Sintang, LK- Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Sintang, Kusnadi menilai belum seluruhnya potensi wisata di Kabupaten Sintang belum tergali. Penyebabnya adalah buruknya infrastruktur dan akses menuju ke wilayah tersebut.

“Potensi wisata di Sintang besar. Tapi akses menuju kesana susah,” kata Kusnadi baru baru ini.

Karena itu Ia berharap Pemkab Sintang untuk segera membuat akses jalan. Dengan adanya akses jalan Ia berharap potensi wisata juga dapat tergarap.

Salah satu Objek wisata yang sampai saat ini belum tergarap adalah Objek wisata Nokan Cecak di Kecamatan Serawai. Jika dilihat dari kejauhan air terjun ini Nokan Cecak ini ini mirip air terjun huangguosu yang berada di cina. Sayangnya Air terjun Nokan cecak belum banyak di ketahui masyarakat luar.

Air terjun ini hanya dikunjungi masyarakat yang berada di sekitar kecamatan ambalau. Selain memiliki potensi wisata yang cukup mengasyikan, Nokan cecak juga memiliki ribuan ekosistem air. Berbagai jenis ikan hidup di sekitar air terjun itu.

Belum lagi potensi wisata di Bukit Kujau. Bukit yang bterletak di Kecamatan Tempunak juga belum tergali secara maksimal. Potensi wisata seperti air terjun dan keindahan hutan yang berada di bukit kujau juga mejadi daya tarik bukit tersebut.

“Hampir setiap kecamatan memiliki objek wisata. Namun sayangnya belum tergali,” tuturnya.

Selama ini masyarakat hanya tahu Objek wisata bukit kelam. yang berada di Kecamatan kelam Permai.
(Ono)

Perjuangan Provinsi Baru Harus Terus dilakukan

Sintang, LK- Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang, Nikodemus mengatakan, sebagai salah satu wakil rakyat di kawasan Timur Kalbar, dirinya akan terus mendorong pemekaran Provinsi Kapuas Raya (PKR) agar segera terwujud.

“PKR sudah menjadi kebutuhan masyarakat yang berada di wilayah Timur kalimantan Barat. Hanya saja Saat ini PKR terkendala monatorium, tapi saya yakin kalau semua masyarakat bergerak, ini bisa segera terwujud,” ujarnya ditemui di Kantor DPRD belum lama ini.

Apalagi kata Niko, salah satu programnya Gubernur Sutradmiji, yakni mewujudkan Provinsi Kapuas Raya sesuai janjinya saat kampanye dulu. Tentu hal tersebut harus terus didorong.

“Itu janji beliau. Saya yakin PKR ini akan terwujud dikepemimpinan Pak Gubernur Sutardmiji. Kita percaya dengan kemampuan beliau, hanya saja memang tetap harus kita dorong agar segera terwujud,” terangnya.

Ia juga mengatakan, bahwa gaung PKR beberapa bulan belakang ini tidak tenggelam, karena tahun ini sudah ada perencanan persiapan lahan untuk pembangunannya.`

“Artinya perencanaan awal sudah dilakukan. Nah menurut Pak Gubuernur, bahwa akan dibangun kantor DPRD dan kantor Gubernur untuk persiapan PKR. Dan itu juga harus kita dorong terus,” terangnya.

Politisi Partai Hanura ini juga mengatakan, kalau pemerintah, DPRD, tokoh agama, tokoh masyarakat serta seluruh stackholder yang ada dan masyarakat lima kabupaten wilayah Timur Kalbar ini sepakat untuk terus mendorong pemerintah pusat untuk PKR, diyakini akan cepat terwujud.

“Agar PKR ini terbentuk, kita sama-sama mendorong kepada pemerintah pusat. Saya yakin kalau sudah begitu, pemerintah pusat akan membuka keran pemekaran ini. Intinya seluruh kompenen yang berada di kawasan Timur Kalbar punya persepsi yang sama untuk pemekaran ini,” pungkasnya.

Gunakan Medsos Untuk Kegiatan Positif

Sintang, Lk- Gunakan Media Sosial untuk kegiatan Positif. Jangan gunakan media social untuk menyebarkan berita hoax atau berita tidak benar.
Ungkapan tersebut di sampaikan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang, Welbertus belum lama ini.
“Masyarakat kita harapkan juga bijak dalam menerima informasi melalui Medsos. Kalau belum tahu pasti kebenaran soal berita yang diterima, lebih baik jangan diteruskan atau di post ulang. Cukup tahu saja,” terangnya.
Himbauan tersebut dipandang penting mengingat masyarakat di Indonesia, termasuk di Kabupaten Sintang sudah banyak yang berurusan dengan pihak berwajib, karena melanggar Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).
“Tentu kita sangat bersyukur hidup di zaman sekarang ini, karena dapat merasakan perkembangan teknologi yang sangat pesat. Namun perlu kita ingat juga, bahwa ada aturan-aturan yang harus kita taati,” ujarnya
Penggunaan Medsos, kata Welbertus hendaklah digunakan untuk hal-hal yang bermanfaat saja. Jangan sampai digunakan untuk memecah bela, menyebarkan informasi hoaks, menyebar konten pornografi dan perbuatan-perbuatan negatif lainnya.
Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini juga meminta, untuk dapat saling mengingatkan satu sama lain, apabila ada sahabat, tetangga atau keluarga yang belum memahami penggunaan Media Sosial yang baik dan benar.
“Memang sering kita dengar kabar, ada masyarakat yang terjerat UU ITE, karena ketidaktahuan mereka dalam mengunakan Medsos dengan baik dan benar. Maka dari itu, kita wajib untuk saling mengingatkan agar hal-hal tersebut dapat dicegah,” katanya.
Selain itu, Welbertus juga meminta, agar seringnya diadakan sosialisasi-sosialisasi ke masyarakat tentang UU ITE ini. Jangan sampai ada lagi masyarakat yang menjadi korban karena tidak paham dengan aturan ini. (say)

Pendidikan Harus Jadi Yang Utama

Sintang, LK- Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sintang H Senen Maryono mengajak anak muda untuk tetap semangat menempuh pendidikan, baik ditingkat SD, SMP,SMA maupun perguruan tinggi meskipun masih dilanda wabah virus Corona.

“Sebagai anggota DPRD di komisi yang membidangi Pendidikan dan mantan praktisi dunia pendidikan, saya sangat sependapat kalau anak-anak lulusan SMA, SMK maupun Aliyah yang mau lanjut kuliah, untuk bisa terus lanjut ke perguruan tinggi yang diinginkan,” kata Senen maryono kemarin

Senen mengaku dampak Covid-19 di Kabupaten Sintang sangat dirasakan. Mulai dari dampak ekonomi maupun dampak pendidikan.Anak anak tidak bias bertatapmuka di sekolah. Pandemi Covid 19 telah mengakibatkan penghentian aktivitas belajar di sekolah dan kampus. Ada yang tetap melanjutkan proses belajar dengan sistem daring, namun khusus bagi pelajar kelas 6, kelas 9 dan kelas 12 kondisi ini mengakibatkan mereka tidak menjalani ujian nasional.Mereka yang sudah dinyatakan lulus pun bersiap-siap untuk mengurus pendaftaran ke jenjang yang lebih tinggi.

“Karna masa pendemi dan segala dampaknya ini termasuk dalam hal ekonomi, saya menyarankan sepanjang ada jurusan yang dituju telah ada di berbagai perguruan tinggi di Sintang maka tentu akan lebih efisien dan efektif untuk studi di Sintang saja. Selain bisa lebih dekat dengan orang tua, biaya hidup juga jadi lebih terjangkau,” papar politisi Partai Amanat Nasional itu.

Senen menambahkan, bahwa kualitas perguruan tinggi di Sintang tidak kalah dari universitas di luar. Beliau menyebutkan saat ini sudah banyak alumni universitas di Sintang yang telah menduduki jabatan penting di masyarakat.
“Kita ambil contoh, misalnya Kepala Dinas Kominfo Sintang saat ini, Pak Kurniawan, beliau itu lulusan UNKA Sintang, lalu ada juga pak D. Mahmud Husein, S.Sos yang meniti karier sampai jadi Kakanwil Kemenag Provinsi Kalbar, beliau juga lulusan dari UNKA Sintang,” ungkap Senen.

“Masalah kualitas tentu tergantung juga kemauan belajar mahasiswa itu sendiri,” tegas Wakil Ketua Komisi C DPRD Sintang itu lagi.(ono)