Pembelajaran Online Masih Menjadi Kendala

Sintang, LK- Siap tidak siap, berbagai upaya penerapan pembatasan social harus dilakukan ditengah wabah Covid -19 demi mencegah meluasnya penyebaran virus mematikan ini.
Salahsatunya adalah “Merumahkan” dunia pendidikan, antara lain meminta pendidikan diberbagai jenjang menerapkan pembelajaran jarak jauh dari rumah masing masing.
Ini terjadi tidak hanya dikota kota besar. Di Kabupaten Sintang juga melaksanakan hal yang sama. Semua sekolah dari berbagai tingkatan tidak melaksanakan belajar mengajar di sekolah, melainkan dilakukan dirumah masing masing.Ini sudah terjadi sejak satu bulan terakhir.
Anak didik diharuskan untuk melaksanakan belajar dirumah dengan sistem Online, baik tugas tugas yang diberikan guru hingga pelaksanakan Ujian atau Mid semester dilaksanakan dengan sistem Online.
Yang menjadi masalah hingga kini tidak semua wilayah Kabupaten Sintang masuk jaringan internet. Ada sejumlah wilayah dipedalaman tidak bisa mengakses jaringan internet.
Menanggapi hal itu, Sekretaris Komisi C CPRD Sintang, Melkianus mengakui kebijakan belajar di rumah yang diterapkan pemerintah saat pandemi COVID-19, pelaksanaan di perbatasan mengalami kendala. Hal ini dikarenakan daerah perbatasan masih kekurangan infrastruktur. Khususnya jaringan internet untuk mendukung pembelajaran online.
“Kegiatan belajar di rumah untuk siswa perbatasan, tentu mengalami kendala. Karena sistem online-nya tidak bisa berjalan dengan baik,” kata Melkianus di DPRD Sintang, belum lama ini.
Meski demikian, ia yakin Dinas Pendidan Sintang sudah membuat terobosan untuk menyikapi hal tersebut. “Salah satu programnya adalah dengan memberikan tugas melalui para guru, kemudian disampaikan ke siswanya. Jadi, sistem belajar tetap manual untuk masyarakat di daerah perbatasan,” katanya.
Politisi Golkar ini menilai, meski sistem pembelajarannya masih manual, sistem pembelajaran itu sangat efektif untuk menyikapi nihilnya jaringan internet di perbatasan. “Saya rasa lebih efektif. Dengan catatan siswa benar-benar belajar di rumah. Dan tidak keluar rumah. Kecuali untuk melakukan aktivitas-aktivitas penting,” ucapnya.
Oleh karena itu, politisi asal Merakai, Kecamatan Ketungau ini meminta kepada seluruh orang tua agar selalu memantau anaknya selama belajar di rumah. “Artinya, diliburkan bukan berarti libur belajarnya. Tapi belajar di rumah. Oleh karena itu, kita harus betul-betul memantau anak-anak kita supaya tetap belajar dengan tekun,” pintanya.(oes)

Bijak Dalam Bermedsos

Sintang,LK- Ketua Dewan perwakilan Rakyat (DPRD) Sintang Florensius Ronny menghimbau masyarakat untuk bijak dalam bermedia sosial (Medsos) dengan tidak menyebarkan berita berita bohong atau (Hoax), terutama dimasa pesta demokrasi.
“Saya rasa jelas ya, ada himbauan dari kepolisian bahwa untuk masyarakat sintang bijaklah untuk menggunakan media sosial. Artinya, hari ini momen pilkada gunakanlah medsos secara bijak sehingga tidak menimbulkan efek-efek yang dapat mengakibatkan atau merugikan masyarakat banyak,” ujar Ketua DPRD Sintang, Florensius Ronny, baru baru ini
Pilkada, menurut Ronny, adalah pesta demokrasi. Artinya, masyarakat dipersilahkan untuk menyampaikan opini dan pendapat di medsos.
“Jadi, silahkan menyampaikan opini dan pendapat di medsos, tapi tanpa menjelek-jelekan dan ataupun menyebarkan ujaran kebencian, apalagi yang sifatnya hoaks,” katanya.
Kasubag Humas Polres Sintang, Iptu Hariyanto mengatakan bahwa media sosial menjadi salah satu kebutuhan pokok sebagian masyarakat. Medsos menyajikan banyak informasi yang bermanfaat bagi masyarakat. Masyarakat dapat informasi yang diinginkan di sana.
Namun jika tidak digunakan secara bijak, Medsos bisa menjadi bumerang pada pemilik akun Medsos. Yang memprihatinkan, terkadang informasi yang belum bisa dipastikan kebenarannya (hoaks) berseliweran di Medsos selanjutnya ditanggapi serius oleh para Netizen.
“Inilah masalah serius yang harus diperhatikan semua pengguna medsos,” ujarnya.
Olehkarenanya, Hariyanto mengingatkan dan menghimbau para pemilik akun dan warganet untuk bijak dalam memanfaatkan medsos.
“Masyarakat harus smart dalam bermedia sosial. kita harus hati-hati dalam berkomentar ataupun mengeluarkan statement baik di media sosial maupun di masyarakat,” katanya.
Wanti-wanti dari Kasubag Humas Polres Sintang ini cukup beralasan. Hal ini untuk mengingatkan masyarakat supaya tidak terlalu larut dengan dunia maya hingga menjadi pelaku pelanggaran UU ITE.
Saat ini banyak orang tersandung masalah ketika menggunakan medsos. Banyak Netizen yang berakhir masuk bui akibat ulahnya memposting suatu percakapan ataupun cuitan-cuitan yang belum tentu kebenaranya.
“Jadi, kami berharap masyarakat saat menggunakan medsos sebagaimana mestinya, tolong di sharing dulu dan jangan main share, sementaranya kebenarannya belum dapat dipastikan,” pungkasnya.(dedek)

Hari ini 40 Anggota DPRD Turun Gunung Serap Aspirasi

Sintang, LK- Mulai hari ini, Rabu (4/11/2020), 40 Anggota Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang melaksanakan reses masa persidangan ke 3 tahun 2020.
“Ya, mulai tanggal 4 kita mulai reses ke 3 dan berakhir pada tanggal 9 November 2020 mendatang,” kata Ketua DPRD Sintang, Florensius Ronny.
Menurut Ronny, reses adalah masa di mana 40 anggota DPRD Sintang melakukan kegiatan di luar masa sidang, terutama di luar gedung DPRD. Misalnya untuk melakukan kunjungan kerja, baik yang dilakukan anggota secara perseorangan maupun secara berkelompok. Namun, tetap mengedepankan protokol kesehatan.
“Karena dalam masa pandemi, maka masa reses pun juga menerapkan protokol kesehatan. Hal ini kita lakukam agar dapat memutus rantai penyebaran covid-19,” ujarnya.
Dengan dilakukannya masa reses ini, Ronny yakin bahwa 40 wakil rakyat yang duduk di gedung parlemen dapat menyerap aspirasi masyarakat di dapil-nya masing-masing. Sebab, pada tanggal 10 Novemver 2020 mendatang, hasil dari pada reses tersebut akan diparipurnakan.
“Kemudian kita lanjutkan sampai pembahasan APBD tahun anggaran 2021,” ungkapnya.
Tetkait pelaksanaan Pilkada, Ronny berpendapat adalah dua hal yang berbeda, meskipun dilaksanakan dalam waktu bersamaan. “Saya rasa ini tidak menganggu makna dari pada reses itu sendiri,” pungkasnya.(dedek)

Dukung Kebijakan New Normal

Sintang, LK- Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang, Lim Hie Soen menyebut bahwa dirinya sangat mendukung penerapan kebijakan new normal. Bahkan dia optimis new normal dapat mengembalikan kestabilan ekonomi yang terperosok.
“Penerapan new normal kami yakini bisa kembali mengangkat sekaligus menstabilkan kondisi ekonomi kita,” ujar Lim Hie Soen, kemarin.
Selain itu, diharapkannya penerapan kebijakan baru tersebut dapat tepat sasaran. Sesuai dengan arahan beberapa kementerian saat rapat bersama beberapa waktu lalu.
“Dulu kan kita sudah melaksanakan telekonferensi bersama kementerian. Seperti Kementerian Kesehatan, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Koordinator Kemaritiman dan beberapa stakeholder terkait lainnya,” ujarnya.
Atas kebijakan baru tersebut, Lim Hie Soej memastikan pihaknya selaku legislatif mendukung penuh kebijakan new normal yang akan diterapkan di beberapa daerah. Seperti fungsi budgeting dan pengawasan yang menjadi tugas pokok legislatif.
“Termasuk juga sumbangsih pemikiran dan saran yang akan kami berikan kepada pemerintah daerah. Menurut kami ini penting, mengapa, karena new normal ini tidak bisa hanya menjadi beban kepala daerah saja. Akan tetapi semua pihak. Termasuk kami di DPRD,” ujarnya.
Walau demikian, Lim Hie Soen tetap meminta masyarakat untuk patuh kepada seluruh anjuran pemerintah. Terutama mengenai protokol kesehatan yang telah ditetapkan. Seperti penggunaan masker bila keluar rumah, menerapkan pola hidup bersih, serta menjaga jarak atau physical distancing. Karena penyebaran Covid-19 tidak akan bisa hilang tanpa ada kesadaran dari diri masyarakat itu sendiri.
“Saya minta masyarakat tetap ikuti protokol kesehatan yang telah di tetapkan pemerintah. Karena itu untuk kita semua. Jika sayang diri, sayang keluarga, patuhilah anjuran pemerintah,” ajaknya. (Dedex)