Desa Harus Berinofasi

Sintang, LK- Anggota DPRD Kabupaten Sintang, Kusnadi menyarankan agar desa dapat berinovasi melalui lintas sektor yang ada. Pasalnya dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kecamatan, umumnya usulan yang disampaikan sebagian besar adalah terkait dengan infrastruktur.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur ini akan berdampak juga pada peningkatan ekonomi dari berbagai sektor, baik pendidikan, kesehatan, pertanian, industri, dan lainnya.
Karena itu, dirinya berharap agar desa dapat memanfaatkan potensi dari sektor-sektor yang ada dan bisa mengembangkannya untuk meningkatkan perekonomian yang ada di desa.
“Kita mendorong desa untuk berinovasi sebagaimana agar dapat meningkatkan perkonomeian masyarakat di pedesaan,” kata Kusnadi, baru baru ini.
Menurut Kusnadi, melalui dana desa setidaknya ada terobosan yang sudah dimulai oleh desa, baik itu terkait dengan industri, pertanian, dan pariwisata.
“Pemerintah juga melalui OPD terkait bisa memberikan suport sehingga apa yang sudah dimulai desa juga bisa berkelanjutan dengan baik,” katanya.
Politisi Partai PKB ini mengatakan, banyak persoalan di desa yang saat ini memerlukan dukungan dari pemerintah daerah, di antaranya terkait dengan pertambangan tanpa izin. Akibat hal tersebut juga masyarakat mengalami kesulitan sehingga pihak desa harus melakukan terobosan yang diakomodasi dana desa dan sebagainya.
Dengan adanya dukungan pemerintah dalam berbagai hal tersebut, harapannya setiap persoalan di desa dalam rangka meningkatkan perekonomian dapat diatasi dan terobosan-terobosan yang dilakukan dapat memberikan hasil yang baik dan berkelanjutan. (Dedex)

Bidan Harus Semangat

Sintang, LK- Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang, Zulherman mengajak masyarakat agar memberikan semangat dan dukungam moril kepada bidan di tengah pandemi virus Corona atau Covid-19.
Hal itu bukan tanpa alasan. Pasalnya, kata Zulherman, ada 10 Bidan Praktek Mandiri (BPM) di Kabupaten Sintang yang menutup layanannya. Penyebabnya adalah kekurangan Alat Pelindung Diri (APD).
“Bidan harus kita beri semangat dan dukung mereka agar dapat menjalankan profesinya seperti biasa. Dan kita akui mereka kekurangan APD, tapi saya harap pelayanan tetap harus berjalan,” kata Zulherman, kemarin.
Selain itu, Zulherman juga mengingatkan kepada tenaga bidan agar tetap menjaga kesehatan selama masa pandemi Covid-19. “Tetaplah jaga kesehatan dengan standar protokol kesehatan covid-19. Mereka ini adalah penyelamat bagi kaum ibu dan anak, khususnya ibu hamil,” ujar politisi Partai Nasional Demokrat (NasDem) ini.
Ketua Pengurus Cabang IBI Sintang, Yuli Sri Ayu mengatakan, bahwa Klinik IBI dan sejumlah PBM menutup seluruh layanan bagi ibu hamil untuk sementara waktu. Keputusan ini dilakukan karena tempat layanan tersebut kekurangan APD.
“Untuk saat ini pelayanan dialihkan ke puskesmas dan rumah sakit. Untuk teman-teman yang mampu melengkapi APD, mereka tetap buka, karena kalau untuk persalinan kita harus menggunakan APD lengkap sesuai SOP. Kami tidak mungkin membebankan kepada pasien untuk memenuhi ketersediaan APD sebagian besar yang kami layani itu pasien BPJS, sehingga solusinya dengan berat hati sebagai IBI Sintang mengijinkan pelayanannya ditutup sementara waktu ini,” kata Yuli.
Selain itu, Yuli juga memahami kondisi Pemerintah khususnya Dinas Kesehatan Sintang. “Secara moril, saya juga paham dengan kondisi di Dinkes, rasanya juga sungkan untuk menambah beban mereka dengan mengajukan permintaan APD bagi kami, mereka sendiri pun kekurangan,” pungkasnya. (dedek)