Pasca Kebakaran Pemkab Akan Lakukan Rapat Bersama Unsur TNI

0

Sintang, LK- Kebakaran yang terjadi di kawasan bundaran tugu Bank Indonesia (BI) mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Sintang.
Bentuk perhatian Pemkab Sintang terhadap musibah yang terjadi, Sekda sintang didampingi Asisten Bidang Pemerintahan dan Asisten Bidang Perekonomian & Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Sintang, serta sejumlah unsur pimpinan OPD di lingkungan Pemkab Sintang meninjau langsung lokasi kebakaran Selasa (28/7/2020) pagi
“Peninjauan ini guna untuk memastikan berapa jumlah kios di lokasi tersebut yang mengalami musibah kebakaran pada minggu sore kemarin. tadi saya tanya dengan kawan-kawan sekitar 20an kios yang terbakar, penyebabnya belum tau. Informasinya saja konsleting listrik ya,”ungkap Yosepha.
Selain itu juga kata yosepha, peninjauan ini bertujuan sebagai bentuk kepedulian Pemkab Sintang terhadap masyarakat yang terdampak dalam kebakaran tersebut. Yosepha juga memastikan pasca peninjauan itu, pemkab akan menggelar rapat koordinasi bersama unsur TNI. Karena lokasi tersebut merupakan milik TNI.
“mengenai bagaimana kebijakan selanjutnya kami akan mengadakan rapat koordinasi, karena memangkan tanah ini milik TNI, kita akan koordinasi dengan TNI,”kata Yosepha.
Yosepha mengharapkan kedepan pembangunan di lakosi tersebut harus memperhatikan keindahan baik dari segi bangunan maupun tata letaknya, terlebih lokasi tersebut berada di tengah pusat kota Sintang.
“Karena ini berada di tengah kota, kedepan ketika ada pembangunan sekalipun cafe non permanen, kita tetap memperhatikan keindahan,”harap yosepha.
“Kemudian juga, karena ini memang di jalur yang sangat strategis, tentunya juga memperhatikan dari sisi parkirnya, sehingga tidak mengganggu arus lalu lintas,”tambah Yosepha.
Mengingat dalam beberapa pekan terakhir musibah kebakaran yang terjadi, Yosepha berpesan kepada masyarakat untuk lebih waspada dan berhati-hati terhadap listrik serta hal-hal lainnya yang sering berpontensi besar menyebabkan musibah kebakaran. Terlebih memang di masa pandemi covid-19 ini masyarakat lebih banyak tinggal di rumah atau tempat usahanya.
“Kita tau betul, karena covid-19 ini banyak masyarakat yang tinggal di rumah atau tempat usahanya masing-masing, harus hati-hati dengan listrik dan hal lainnya yang bisa menyebabkan kebakaran. Kehati-hatian masyarakatlah dan harus tetap waspada,”pesab Yosepha.
“Mudah-mudahan kedepan hal ini tidak terulang lagi, apa lagi ini terkait dengan perekonomian masyarakat. Kita sama tau memang kondisi kita masih dalam rangka pemulihan. Kita di sintang pun baru masuk Full New normal pun 6 agustus nanti,”tutupnya.(ono)

Tinggalkan Balasan

silahkan masukkan komentar anda
masukkan nama anda disini