Bupati, Danrem Diskusi Bersama Uskup Sintang

Artikel1257 Dilihat

Sintang, LK- Bupati Sintang dr. H. Jarot Winarno, M. Med. PH mendampingi Komandan Korem 121 Alambhana Wanawwai Brigjen TNI Ronny, S.A. P melakukan silaturahmi dengan Uskup Sintang Mgr. Samuel Oton Sidin, OFM. Cap di Keuskupan Sintang Jalan Kelam Kelurahan Akcaya pada (Kamis, 2/7/2020).

Selain Bupati Sintang, turut mendampingi Danrem 121/ABW dalam silaturahmi tersebut Kepala Staf Korem 121/ABW Kolonel Kav. Aloysius Nugroho Santoso, Kapolres Sintang AKBP Jhon H Ginting, SIK, MH, Dandim 1205 Sintang Letkol Inf Eko Bintara Saktiawan, Kepala Seksi Intelijen Sofian, SH, Ketua MUI Kabupaten Sintang H. Ulwan, Sekretaris MABM Kurniawan, S. Sos, M. Si, Perwakilan DAD Kabupaten Sintang Drs. A. Tilla dan Sekretaris Majelis Resort GKE Sintang Somo Marbun.

Kedatangan Danrem 121/ABW dan rombongan diterima langsung oleh Uskup Sintang Mgr. Samuel Oton Sidin, OFM. Cap yang didampingi Sekretaris Jenderal Keuskupan Sintang RD. Herman Yosef Ga’i dan Pastor Paroki Katedral Kristus Raja Sintang RD Yohanes Pranoto.

Komandan Korem 121 Alambhana Wanawwai Brigjen TNI Ronny, S.A.P sudah menjabat sebagai Danrem 121/ABW sudah jalan dua bulan dan ada pergantian Kasrem juga sehingga ingin bersilaturahmi dengan Uskup Sintang.

“saya sudah dua bulan di Sintang ini. Dan ada Kasrem baru yakni Kolonel Kav. Aloysius Nugroho Santoso. Kami ingin bersilaturahmi dengan Bapak Uskup Sintang. Kami ingin bersilaturahmi dengan banyak tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda di wilayah kerja Korem 121 ABW. Maksud dan tujuan kami untuk silaturahmi dan perkenalan pejabat baru di korem. Menjalin komunikasi yang baik dan upaya kerjasama dengan banyak pihak. Kami menjalankan tugas pembinaan teritorial yang sangat penting. Kami siap membantu Polri mengatasi gangguan keamanan yang terjadi,” tuturnya.

“Kami juga mengamati masalah sosial di Sintang. Kami juga melakukan pendataan masalah sosial ini, mengamati media sosial yang bisa saja menimbulkan masalah. Kami menghimbau kepada seluruh tokoh di Kabupaten Sintang untuk membantu aparat keamanan untuk memberikan pemahaman kepada warganya untuk bijak menggunakan media sosial,” terang Danrem 121 Alambhana Wanawwai.

TNI Kata Danrem juga melakukan pembinaan kepada masyarakat. Diantaranya adalah pembinaan wawasan kebangsaan. Mengajak masyarakat untuk saling menghargai.“Saya juga pernah sekolah di sekolah katolik di SMA Santo Paulus Pontianak. Tokoh-tokoh yang ada saya harap membantu memberikan pemahaman kepada anggota masyarakat untuk sama-sama mencegah terjadinya konflik di Kabupaten Sintang. Jaga persatuan dan kesatuan di sintang ini,” ajak Danrem 121/ABW
Bupati Sintang Jarot Winarno menyampaikan bahwa Kabupaten Sintang adalah rumah besar kita semua dimana orang dari berbagai suku dan agama bisa tinggal dengan damai dan harmonis. Kuncinya pada komunikasi dan dialog antar kelompok penting untuk diperkuat sebagai modal sosial membangun daerah kita. kami ingin masyarakat menjaga kerukunan, kedamaian dan keharmonisan.

“Musuh bersama yang harus kita hadapai adalah kemiskinan, keterbelakangan, infrastruktur yang masih buruk, dan penyebaran covid-19. Ada masalah yang terjadi disebabkan cara kita berkomunikasi yang kurang baik. Sekarang ini ada banyak prilaku masyarakat yang menggunakan jarinya di media sosial baru berpikir.

“Kesalahpahaman yang terjadi selama ini tidak boleh digeneralisir sebagai masalah Kabupaten Sintang secara menyeluruh melainkan masalah antar pribadi. Jarot juga mendukung penegakan hukum terhadap konflik antar pribadi tersebut. Saya sudah 35 tahun di Sintang dan tidak pernah terjadi konflik. Yang adalah bentuk protes atas ketidakadilan dan penegakan hukum. Mudah-mudahan silaturahmi ini kita bisa bersatu dan hidup damai,” terang Bupati Sintang.

Hal sama juga disampaikan Kapolres Sintang AKBP Jhon H Ginting, SIK, MH. Ia juga berharap Kabupaten Sintang selalu aman dan kondusif sehingga masyarakat bisa bekerja dan sejahtera. Polisi kata dia akan bekerja professional dan sesuai fakta hukum yang ada.

“Kami akan bekerja dengan baik dan tidak ingin salah dalam bertindak. Kami mohon berikan pengertian kepada masyarakat untuk menahan diri dan memberikan kesempatan kepada kami untuk bekerja. Kami mengakui di media sosial seringkali menjadi tempat provokasi. Saya minta masyarakat jangan terprovokasi,” pinta Kapolres Sintang AKBP Jhon H Ginting, SIK, MH.

Sementara Dewan Pakar Dewan Adat Dayak Kabupaten Sintang Drs. A. Tilla, M. Si menyampaikan bahwa DAD Kabupaten Sintang juga berpandangan bahwa Kabupaten Sintang adalah rumah bersama. semua etnis dan agama tinggal dengan damai di Sintang.

“Kita perlu menjaga keamanan Kabupaten Sintang ini. Jika ada warga yang memang memiliki kemampuan beladiri sebaiknya disalurkan pada jalur yang benar untuk prestasi olahraga saja sehingga bisa membawa nama baik Kabupaten Sintang. Kami mendukung jika ada akun media sosial yang melakukan provokasi untuk di tutup oleh pemerintah,” terang Dewan Pakar Dewan Adat Dayak Kabupaten Sintang Drs. A. Tilla, M. Si.

Sekretaris Majelis Adat Budaya Melayu Kabupaten Sintang Kurniawan, S. Sos, M. Si menyampaikan agar semua pihak bisa menjaga sebuah konflik individu sebagai masalah pribadi saja. Jangan dilebarkan masalahnya. Kami mendukung penegakan hukum oleh aparat penegak hukum. “Kami mendukung kondisi masyarakat yang aman dan damai,” terang Kurniawan.

Diakhir silaturahmi dan diskusi, Uskup Sintang Mgr. Samuel Oton Sidin, OFM. Cap menyampaikan bahwa gereja Katolik sangat menghargai perbedaan agama, dan mendukung kehidupan yang aman dan damai terutama di bumi senentang.

“Indonesia adalah negara yang berbhineka tunggal ika. Indonesia dan Sintang adalah rumah besar kita bersama. Kami mengapresiasi upaya banyak pihak untuk mewujudkan kebersamaan dan kedamaian. Hanya dengan hidup damai dan bersama, kita bisa membangun daerah ini. Persoalan individu tidak boleh dikaitkan dengan suku dan agama. Kami mendukung profesionalitas aparat penegak hukum dalam menangani persoalan hukum yang terjadi,” terang Uskup Sintang.

“kami senang, tempat ini menjadi tempat silaturahmi dan diskusi untuk tujuan mulia. Seluruh tokoh yang ada, di minta memberikan pemahaman kepada warganya dan memberikan pembinaan. Kita ingin hidup damai. Gereja Katolik juga akan mengambil perannya dalam membina umat Katolik dalam mendorong kehidupan yang damai ini,” tambah Uskup Sintang *(rilisPemda”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.