Jam Bakar Lahan Harus Diatur

Sintang212 Dilihat

Sintang, LK- Sekertaris Daerah Kabupaten Sintang Dra. Yosepha Hasnah, M. Si meminta kepala Desa Untuk mengatur jam bakar lahan saat musim berladang. Ini penting dilakukan agar lebih mudah dalam melokalisir api akibat berladang.

“Saya minta para kepala desa yang hadir di tempat ini untuk berkomunikasi yang baik dengan warga masing-masing, Atur jam membakar jika ada masyarakat yang akan membakar. Ini penting dilakukan agar tidak terjadi kekeliruan pemahaman dan pelaksanaan Perbup 18 ini dilapangan oleh masyarakat,” kata sekda ketika memimpin pelaksanaan sosialisasi Peraturan Bupati Sintang Nomor 18 Tahun 2020 Tentang Tata Cara Pembukaan Lahan Bagi Masyarakat Kecamatan Ketungau Hilir dan Kepala Desa Se Kecamatan Ketungau Hilir di Aula Kantor Camat Ketungau Hilir pada Rabu (1/7/2020).

Dalam Sosialisasi di Kecamatan Ketungau Hilir, Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang menegaskan bahwa Peraturan Bupati Sintang Nomor 18 Tahun 2020 di buat agar menjadi payung bagi seluruh masyarakat terkhusus para peladang. Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang berharap agar seluruh peladang dapat membuka lahan dengan mematuhi aturan yang ada dalam Perbup tersebut. Dalam kegiatan tersebut, para peserta sosialisasi juga melaksanakan seluruh protokol kesehatan yakni pengecekan suhu tubuh sebelum memasuki aula dan menggunakan masker.

“ijin pembakaran lahan minimal 2 hektar per-KK dalam sehari. Jika ada warga yang ingin melakukan pembakaran lahan, maka silahkan ijin terlebih dahulu kepada kepala desa setempat atau pun pengurus desa sehingga sebelum pembakaran dilaksanakan, para pengurus dapat menjelaskan kembali tentang tata cara membakar lahan serta bisa mendata warga yang ingin melakukan pembakaran. Data tentang seberapa luasnya lahan yang akan dibakar ataupun langkah-langkah dalam penjagaan api nantinya. Peraturan ini dibuat sebagai payung untuk para peladang” jelas Yosepha Hasnah.

Sementara itu Kepala Dinas Perhubungan Florensius Kaha meminta kepala desa untuk melarang warganya jika luas lahan yang akan dibakar hari itu sudah melebihi luas yang telah ditentukan. “lakukan pergeseran jadwal bagi warga lainnya. Diundur besoknya, misalnya seperti itu. Maka dari itu, di dalam perbup ini jika ada warga yang ingin membuka lahan dengan cara bakar agar mengisi blanko yang sudah disiapkan pihak pemerintah desa atau pendaftaran terlebih dahulu. Supaya jika terjadi hal yang tidak diinginkan kita dapat dengan mudah memantau aktivitas-aktivitas pembakaran lahan yang sedang berlangsung,” terang Florensius Kaha.

Simin Camat Ketungau Hilir berharap agar Kepala Desa yang hadir dapat menerima dan memahami aturan yang ada dalam Perbup 18 tersebut. “alangkah baiknya jika kita mendengarkan dan menyimak materi yang ada dalam perbup ini dengan baik. mendengarkan arahan sebagaimana mestinya, supaya dapat kita mensosialisasikan lagi materi dalam Perbup ini kepada masyarakat. Sehingga kepala desa dan warganya bisa memahami dan mengikuti segala prosedur dan tata cara yang telah disampaikan oleh Pemerintah Kabupaten Sintang dalam mensosialisasikan tata cara pembukaan lahan yang telah tertulis pada Perbup” kata Simin Camat Ketungau Hilir.

“saya juga minta dan berpesan kepada kepala desa yang ada di kecamatan Ketungau Hilir. Setelah selesai mengikuti kegiatan sosialisasi ini. Segera perbanyak perbup ini sebagai pegangan dan bahan untuk sosialisasi kepada dusun dan RT di desa masing-masing. Blanko-blanko yang ada dalam Perbup,” tukasnya. (rilis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.