Ini Pesan Jarot Saat Peletakan Pembangunan Masjid Majelis Rasululloh

Sintang, LK- Bupati Sintang, Jarot Winarno, melakukan peletakan pertama pembangunan Masjid Majelis Rasulullah Kabupaten Sintang di kawasan tugu jam dalam, Kelurahan Rawa Mambok, Kecamatan Sintang, Kabupaten Sintang, pada Rabu, (29/07/2020).
Dalam sambutannya, Bupati Sintang, Jarot Winarno mengatakan bahwa pembangunan masjid Majelis Rasulullah ini untuk mengembangkan kegiatan pembinaan keagamaan, untuk beribadah, untuk pusat pergerakan, pusat kegiatan umat, pusat seni budaya dan pusat pembangunan ekonomi umat.
“berkat tekad dari Majelis Rasulullah hari ini dapat melaksanakan peletakan pembangunan masjid Majelis Rasulullah, yang sudah memiliki masjid sendiri, dengan mengutamakan kegiatan pembinaan keagamaan, untuk beribadah, untuk pusat pergerakan, pusat kegiatan umat, pusat seni budaya dan pusat pembangunan ekonomi umat, sehingga kedepannya kita dapat memakmurkan masjid,” kata Jarot.
Pemerintah Kabupaten Sintang kata Jarot setiap tahunnya menganggarkan alokasi dana untuk pembangunan rumah ibadah di Kabupaten Sintang.Baik rumah ibadah muslim maupun non Muslim dan jumlahnya tidak sedikit.
“biasanya setiap tahun itu dianggarkan 12 hingga 14 Milyar untuk pembangunan rumah ibadah,nanti dari 12 atau 14 Milyar tersebut dibagi-bagi untuk beberapa rumah ibadah umat beragama di Sintang, khusus umat islam, kita sedang konsentrasi untuk menyelesaikan Masjid Al-Amin, tetapi kita tidak melupakan masjid-masjid lain, termasuk Masjid Majelis Rasulullah akan kita berikan perhatian, tinggal proses administrasinya agar dipercepat,”ujar Jarot.
“dengan bantuan yang diberikan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Sintang untuk pembangunan rumah ibadah, Pemda dapat berkontribusi untuk penyelesaian sarana ibadah, utamanya pembangunan rumah ibadah umat Islam agar dapat segera selesai dan dimanfaatkan”, sambung Jarot.
Jarot menjelaskan bahwa letak pembangunan Masjid Majelis Rasulullah ini merupakan kawasan yang strategis. Kawasan masjid ini berada di kawasan jalan poros utama yang masuk dalam Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kota Sintang kawasan Industri Sungai Ringin, sehingga jalan ini nantinya akan terus dibangun hingga bagus dan dibeton, dan akan menjadi tempat yang strategis, dengan demikian masjid ini akan banyak jamaahnya tidak hanya dari jamaah Majelis Rasulullah, tetapi masyarakat pekerja dikawasan Industri, dan masyarakat sekitar masjid.
Sementara itu, Ketua Dewan Masjid Indonesia Kabupaten Sintang, H. Senen Maryono menyampaikan bahwa Dewan Masjid Indonesia Kabupaten Sintang mendukung pembangunan Masjid Majelis Rasulullah.
“kami dari DMI Kabupaten Sintang mendukung adanya pembangunan Masjid ini, karena selain tempat ibadah, masjid ini juga untuk pengembangan umat, untuk meningkatkan ukhuwah islamiyahnya, membangun Kabupaten Sintang yang semakin religius”, ucapnya.
Kemudian, Pimpinan Majelis Rasulullah, Ustadz Raden Sony Hermansyah menjelaskan tentang pembangunan masjid ini, “Masjid ini akan berdiri dengan ukuran dengan panjang 13 meter dan luas 14 meter, sebelum dilakukan peletakan batu pertama ini, pembangunan sudah dimulai dari pembangunan pondasi masjid,”kata Ustadz Raden Sony
Menurut Ustadz Raden Sony Hermansyah, bahwa pola pembangunan pondasi bangunan masjid Majelis Rasulullah ini menggunakan sistem bore pile, “yang artinya kita menggunakan dengan elemen beton bertulang yang dimasukan ke dalam lubang bor, tidak menggunakan metode lama atau yang biasa kita sebut pondasi menggunakan cerucuk,”tambahnya. (ono)

Pasca Kebakaran Pemkab Akan Lakukan Rapat Bersama Unsur TNI

Sintang, LK- Kebakaran yang terjadi di kawasan bundaran tugu Bank Indonesia (BI) mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Sintang.
Bentuk perhatian Pemkab Sintang terhadap musibah yang terjadi, Sekda sintang didampingi Asisten Bidang Pemerintahan dan Asisten Bidang Perekonomian & Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Sintang, serta sejumlah unsur pimpinan OPD di lingkungan Pemkab Sintang meninjau langsung lokasi kebakaran Selasa (28/7/2020) pagi
“Peninjauan ini guna untuk memastikan berapa jumlah kios di lokasi tersebut yang mengalami musibah kebakaran pada minggu sore kemarin. tadi saya tanya dengan kawan-kawan sekitar 20an kios yang terbakar, penyebabnya belum tau. Informasinya saja konsleting listrik ya,”ungkap Yosepha.
Selain itu juga kata yosepha, peninjauan ini bertujuan sebagai bentuk kepedulian Pemkab Sintang terhadap masyarakat yang terdampak dalam kebakaran tersebut. Yosepha juga memastikan pasca peninjauan itu, pemkab akan menggelar rapat koordinasi bersama unsur TNI. Karena lokasi tersebut merupakan milik TNI.
“mengenai bagaimana kebijakan selanjutnya kami akan mengadakan rapat koordinasi, karena memangkan tanah ini milik TNI, kita akan koordinasi dengan TNI,”kata Yosepha.
Yosepha mengharapkan kedepan pembangunan di lakosi tersebut harus memperhatikan keindahan baik dari segi bangunan maupun tata letaknya, terlebih lokasi tersebut berada di tengah pusat kota Sintang.
“Karena ini berada di tengah kota, kedepan ketika ada pembangunan sekalipun cafe non permanen, kita tetap memperhatikan keindahan,”harap yosepha.
“Kemudian juga, karena ini memang di jalur yang sangat strategis, tentunya juga memperhatikan dari sisi parkirnya, sehingga tidak mengganggu arus lalu lintas,”tambah Yosepha.
Mengingat dalam beberapa pekan terakhir musibah kebakaran yang terjadi, Yosepha berpesan kepada masyarakat untuk lebih waspada dan berhati-hati terhadap listrik serta hal-hal lainnya yang sering berpontensi besar menyebabkan musibah kebakaran. Terlebih memang di masa pandemi covid-19 ini masyarakat lebih banyak tinggal di rumah atau tempat usahanya.
“Kita tau betul, karena covid-19 ini banyak masyarakat yang tinggal di rumah atau tempat usahanya masing-masing, harus hati-hati dengan listrik dan hal lainnya yang bisa menyebabkan kebakaran. Kehati-hatian masyarakatlah dan harus tetap waspada,”pesab Yosepha.
“Mudah-mudahan kedepan hal ini tidak terulang lagi, apa lagi ini terkait dengan perekonomian masyarakat. Kita sama tau memang kondisi kita masih dalam rangka pemulihan. Kita di sintang pun baru masuk Full New normal pun 6 agustus nanti,”tutupnya.(ono)

Keluhan Masyarakat Kepada Perusahaan Sawit Anggota DPRD Provinsi Kalbar Angkat Bicara

Kalbar,LK – Masyarakat petani sawit didesa setungkup,Kec.Ketungau hilir,Kab.Sintang mengeluhkan keterlambatan pembayaran dari perusahaan sawit PT.Duta Rendra Mulya (DRM), Anggota DPRD Provinsi Kalbar dari Fraksi Nasdem,Terry Ibrahim,S,Sos.MM akhirnya angkat bicara.

Perusahaan sawit PT.DRM yang beroperasi di wilayah Kecamatan Ketungau hilir Kabupaten Sintang selain memiliki hak guna pengelolaan lahan perkebunan inti dan juga plasma yang tentunya dengan model sistem Kredit Koperasi Primer Anggota (KKPA) dan di sistem ini ada pola bagi lahan 80% kebun inti dan 20% kebun plasma ini prosentase yang disepakati antara perusahaan dengan masyarakat dihitung dari luas lahan yang digarap oleh perusahaan demikian menurut penjelasan Terry Ibrahim media ini pada 07-07-2020.

Kemudian dari jumlah masyarakat yang didesa setungkup dan berhak mendapatkan pembagian lahan dan sekaligus menjadi anggota KUD Bukit cundung kurang lebih sebanyak 190 an orang dengan masing-masing mendapatkan satu kapling kebun sawit dengan luas 2 hektar tersebut perbulan nya mendapatkan hasil dari kebun sawit yang dimiliki nya sesuai perjanjian antara masyarakat dan perusahaan sebesar 70/30 setiap bulannya ujar Terry Ibrahim.

Selama ini masyarakat tidak berdaya dengan keterlambatan pembayaran dari sisa pembayaran kredit pembangunan kebun sawit di perusahaan sawit tersebut, untuk itu maka selaku Anggota DPRD Provinsi Kalbar Terry Ibrahim menghimbau kepada fihak Perusahaan untuk memperhatikan kepentingan masyarakat karena berkaitan dengan hajat hidup masyarakat terutama masalah pembayaran setiap bulannya jangan sampai terlambat lagi.

Kemudian Terry Ibrahim juga menambahkan keluhan masyarakat desa setungkup khusus nya dan masyarakat ketungau hilir pada umumnya,” yaitu masalah jalan dan juga masalah fasilitas umum, seperti tempat ibadah dan lain-lain tolong perusahaan yang beroperasi di wilayah tersebut memperhatikannya agar terjalin hubungan yang harmonis antara perusahaan dan masyarakat”.

Pengurus KUD Bukit cundung juga mengungkapkan hal senada mengenai keterlambatan perusahaan dalam pembayaran ke petani plasma,selain itu juga ada beberapa catatan saat sebelum akad kredit,masalah lainnya seperti pemeliharaan jalan block, juga menjadi kendala bagi petani saat melangsir hasil panen nya dari dalam block ke luar kebun, karena memang masih menjadi tanggung jawab perusahaan yang mesti dipenuhi dalam hal ini jalan kebun plasma.

Dari masing-masing kebun sawit masyarakat keseluruhan nya perbulan rata-rata mendapatkan hasil kurang-lebih 80/90 ton karena belum terlalu maksimal perawatan kebun sawit tersebut sesuai perjanjian diawal antara perusahaan dengan masyarakat saat sebelum akad kredit diharapkan perusahaan memenuhi janji perawatan di beberapa block tutur pengurus KUD Bukit cundung.

“Selama ini mengenai hal- hal lainnya perusahaan sudah cukup baik, dan tentu nya kalau yang baik patut di apresiasi, diantaranya perusahaan juga sudah membantu bibit untuk kebun gereja dan kebun umum lainnya”,tetapi tentu saja wajar jika berkaitan dengan pembayaran petani sekaligus anggota KUD Bukit cundung mengeluhkan keterlambatan pembayaran karena masyarakat sangat bergantung dengan hasil kebun sawit tersebut kedepannya harus jangan terjadi lagi keterlambatan ini demikian ungkap pengurus KUD Bukit cundung.(Yan)

Bangga Dengan Pemuda Berprestasi

Sintang, LK- Pemuda adalah harapan dan masa depan bangsa. Begitu salah satu slogan yang kerap terdengar. Sehingga sebuah prestasi anak muda sudah sepatutnyalah diapreasiasi.

Hal ini disampaikan oleh Anggota DPRD Sintang, Welbertus, Sabtu (4/7/2020), ketika mengetahui ada pemuda Sintang yang didaulat memimpin Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) di tingkat provinsi atas nama Indra.

“Kita mengucapkan selamat ya untuk Indra. Itu prestasi yang luar biasa, tidak mudah untuk bisa mencapai pimpinan puncak organisasi ditingkat regional seperti itu,” kata Welbertus. “Apalagi ini tingkat Komda/Tingkat provinsi yang sudah barang tentu memiliki akses sangat luas untuk menyuarakan kebaikan baik bagi gereja, organisasi maupun untuk bangsa dan negara,” tambahnya.

Pria yang akrab disapa Bang Wel ini juga mengingatkan Indra untuk selalu menjaga nama baik Sintang sebagai daerah asal dalam menjalankan amanah kerja sebagai Komda. Selain itu ia mengatakan, agar Indra dapat menjadi teladan bagi pemuda Sintang lainnya.

“Semoga dalam mengemban tugas selalu mengedepankan nilai-nilai gerejawi, juga memperhatikan kesesuaian dengan AD/ART Organisasi dan diharapkan juga terus menyuarakan keadilan dan membina kerbersamaan dengan organisasi maupun umat lain,” ujar Bang Wel.
“Terakhir saya ingin mengatakan “jadilah sahabat bagi semua orang” dengan terus berpegang pada norma-norma yang berlaku ditengah masyarakat kita. Jadilah teladan bagi pemuda lain di Sintang, dan di Kalimantan Barat secara umum,” pungkasnya.(ono)

Hadiri Pemilihan Duta Genre, Bupati Ingatkan Tantangan Indonesia Emas 2045

SINTANG. Bupati Sintang Jarot Winarno, menghadiri malam puncak pemilihan Duta Generasi Berencana (GenRe) Kabupaten Sintang tahun 2020, sekaligus berakhirnya pelaksanaan musyawarah daerah (Musda) forum GenRe Kabupaten sintang, yang di tandai dengan pengumuman para pemenang atau penyematan selempang kepada para pemenang lomba Duta GenRe tersebut, yang di helat di Resto and Café Bagoes Hotel Sintang, Jalan Dharma Putra, Kecamatan Sintang, Kamis (2/7/2020) malam.
Kegiatan ini di laksanakan oleh Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KBP3A) Kab. Sintang.
Turut hadir dalam acara ini, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kalbar, Tenny Calvenny Soriton, Kepala Dinas KBP3A Kabupaten Sintang, Maryadi, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, Harysinto Linoh dan sejumlah unsur OPD di lingkungan Pemkab Sintang serta tamu undangan lainnya.
Pada acara ini juga, Bupati Sintang menerima selempang sebagai Ayah GenRe Kabupaten Sintang yang di diserahkan langsung oleh Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kalbar.
Kepala Dinas KBP3A Kabupaten Sintang, Maryadi, mengatakan, tujuan dari pada kegiatan pemilihan Duta GenRe dan pelaksanaan Musda forum GenRe, ialah untuk menimalisir kenakalan remaja secara khusus di Kabupaten Sintang, dengan membentuk wadah atau forum GenRe Kabupaten Sintang sehingga remaja yang ada di Kabupaten Sintang dapat menuangkan ide-ide atau kreasi sesuai dengan minat dan bakat remaja itu sendiri, menggerakan serta memotivasi ramaja untuk menggandeng teman sebayanya agar melakukan hal-hal yang positif sehingga para remaja tidak terlibat dengan berbagai macam penyakit masyarakat seperti perjudian, mabuk-mabukan, pergaulan bebas, napza, dan mengajak para remaja untuk kreatif, innovatif agar bermanfaat di lingkungan keluarga dan masyarakat pada umumnya.
“kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari sejak rabu kemarin dalam rangka memperingati hari keluarga nasional ke-27 tahun 2020, dimana diikuti 12 pusat informasi konseling remaja SMA dan SMP di Kabupaten Sintang,”ujar Maryadi.
Sementara itu, Bupati Sintang Jarot Winarno, dalam sambutanya, mengingatkan kembali tantangan dalam menyonsong Indonesia emas 2045 mendatang tepat satu abad Indonesia Merdeka atau 25 tahun kedepan. Karena para peserta yang ikut dalam kegiatan musda GenRe dan pemilihan Duta Genre ini merupakan anak-anak usia remaja, dimana pada tahun tersebut mereka akan memasuki masa usia emas sebagai generasi penerus bangsa. Saat itu, kata Jarot, Indonesia di prediksi akan menjadi bangsa terbesar ketiga di dunia. Namun menurut Jarot untuk mencapainya harus melewati berbagai tantangan, seperti syarat pertumbuhan ekonomi Indonesia itu harus diatas 6-7 % tiap tahunnya dan generasi bangsanya atau para remaja di negara ini juga harus menyiapkan diri mulai saat ini, barulah Indonesia Emas 2045 bisa tercapai.
“untuk mencapai itu nda gampang, dari sekarang harus disiapkan semuanya, terlebih usia mereka ini masih tahap cupu, senang-senang dan cinta, kira-kira seperti itu,”kata Jarot.
Lalu, menurut Jarot, untuk mempersiapkan generasi Indonesia emas 2045 mendatang, para remaja tidak hanya di beri arahan dan petunjuk saja, tapi mereka juga harus di beri kesempatan untuk mengembangkan diri. Untuk itu lah pemkab Sintang berkomitmen memberikan kesempatan kepada generasi muda mengembangkan diri melalui berbagai wadah yang telah di siapkan pemkab.
“taman-taman, ruang publik kita bikin, kegiatan olahraganya kita lombakan. Kemarin lomba video innovasi new normal kita ikut enam sektor ya, yang ngerjakan itu anak-anak muda kreatif di sintang, Alhamdulillah kita juara 1 di sektor pariwisata, juara 1 sektor transportasi umum dan juara 3 sektor perhotelan. Ini lah salah satu contoh dalam pengembangan diri,”beber Jarot.
Selain itu juga, menurut Jarot, yang harus di miliki generasi saat ini dalam menyonsong Indonesia emas 2045, yakni confident atau percaya diri/keyakinan agar menggantung cita-citanya setinggi mungkin. Meskipun hal itu tidaklah mudah, kerena berbagai tantangan akan di hadapi seperti adanya distruksi teknologi yang merubah tata kehidupan generasi saat ini atau yang di sebut generasi millennial.
“masih usia dini sudah pegang gudget atau hp, main game, itu sudah merubah pola hidup kita,”kata Jarot.
“jadi kasih sayang anak-anak itu 80% pada gudget atau hp, 20% saja tu sama orang tua, saudara dan keluarga. Jawab persoalan sekolah bisa akses lewat hp, nda nanya orang tua, dan hal-hal lain juga kalian cari lewat hp. Sehingga mempengaruhi gaya hidup, Padahal gudget tu nda punya perasaan, kalau kalian sakit baru ingat orang tua. Meskipun baik juga banyak, dampak negatifnya juga banyak. Anak muda mesti lolos tantangan itu,”pesan Jarot.
Kemudia lanjut Jarot lagi, yang akan menjadi tantangan juga dalam menghadapi Indonesia emas 2045 yakni bonus demografi. Dimana manusia produktif usia 15-64 tahun lebih banyak dari manusia yang tidak produktif usia diatas 64 tahun atau di bawah 15 tahun.
“nah para peserta yang masih usia remaja ini bagian dari manusia produktif, akan jadi bonus buat negara ini kalau produktif nantinya bila bekerja atau berkarya, namun jika tidak bekerja dan tidak berkarya pada saatnya nanti, itu bukan menjadi bonus, tapi menjadi laibility atau beban negara. Sehingga bonus demografi itu harus di lewati,”jelas Jarot.
“kemudian lagi, lima tahun sebelum 2045, yakni 2040, ada saatnya kita akan defisit energy fosil, seperti minyak susah, premium susah, batu bara susah, baru kalian sadar 20 tahun kami sia-siakan hutan dan isinya. Tantangan itu harus di lewati juga,”jelas Jarot lagi.
Jarot mengungkapkan, ada dua kepribadian yang memang harus di perhatikan serius oleh para usia remaja dalam mempersiapkan dirinya. Yang pertama, pure pressure atau tekanan dari teman-teman sendiri. “contoh, boy ngerokok boy, nda ngerokok kayak prempuan aja, kalau nda ngerokok nda usah kumpul dengan kami, nanti ketemu kawan lagi di ajak gitu lagi. Lama-lama ujungnya nyoba,nyoba yang lagi juga, free sex dan masih banyak tekananan yang sering terjadi tu kalau ikut-ikutan coba-coba”ungkap Jarot.
Yaang kedua, kata Jarot, free stalking behavior atau coba-coba ambil resiko misal coba menggunakan obat terlarang atau narkoba sejenisnya. “coba-coba ni kadang-kadang bahaya juga, coba konsumsi narkoba lah, sejenisnya segala, nanti keteruskan ingin lagi”kata Jarot.

Dua tantangan kepribadian itu menurut Jarot harus disublimasikan atau alihkan ke hal-hal lain yang lebih bermanfaat untuk masa depan, misalnya seni, kreatifitas, musik, olahraga, jelalah alam, travelling, tracing, perkuat diri dengan ilmu agama dan hal lain yang bermanfaat. Salah satunya yang diajarkan agama, berkumpullah dengan orang baik, maka akan jadi baik.
“buat yang menang, jadi duta, beban kalian lebih berat, kalian itu contoh. Sudah jadi duta jangan lalu ngasi contoh yang gak baik. Jangan coba napza, jangan coba sex sebelum nikah dan jangan coba hal negatif lainnya,”pungkas Jarot (rilis Humas)

Peletakan Tiang Pertama Pembangunan Masjid Baitussalam, Ini Pesan Jarot

Sintang, LK- Bupati Sintang H Jarot Winarno melakukan peletakan batu pertama pembangunan Masjid Baitussalam di Perumahan BTN Garden Mas Kelurahan Sengkuang Kecamatan Sintang Kamis,02/07/2020 sore
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Anggota DPRD Kabupaten Sintang Haji Senen Maryono yang juga Ketua Dewan Masjid Indonesia Kabupaten Sintnag, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sintang, Ketua Ikatan Persaudaraan Haji kabupaten Sintang H. Sutarmin, Jajaran Pimpinan OPD, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, serta Pengurus Masjid Baitussalam dan para undangan.
Dalam kata sambutannya Bupati Sintang dr.H. Jarot Winarno,M.Med.PH menyampaikan, bahwa sangat berbangga hati dengan antusias masyarakat dalam membangun masjid yang akan dibangun ini, dengan menyumbangkan baik tenaga, dana , serta berbagai donaturpun bersama-sama membantu untuk mewujudkan rencana pembangunan masjid ini.
“dengan dibangunnya rumah ibadah ini tentunya kita Pemerintah bersama Anggota DPRD H.Senenin Maryono akan melakukan kerjasama akan turut membantu pembangunan masjid ini, dan jumlah masjid di Sintang saat ini ada sekitar lima puluh lebih, dan masih banyak yang memerlukan bantuan, ini menujukan bahwa imat muslim semakin padat semakin ramai menginginkan untuk memiliki rumah ibadah sendiri-sendiri tidak jauh dari tempat tinggalnya, Alhamdulillah ini sangat luar biasa” kata Bupati Jarot Winarno
Bupati Sintang dr.H. Jarot Winarno,M.Med.PH menjelaskan, dengan kita lakukan pembuatan rencana detail tata ruang kota Sintang yang kita perluas, dan insyaallah apabila nantinya akan menjadi Ibukota Propinsi Kapuas Raya , daerah kita akan menjadi lebih maju termasuk pembangunan diwilayah Keluarahan Sengkuang ini.
Semenatra itu, Ketua Panitia Pembangunan Masjid Denny Setiawan mengatakan, bahwa rencana masjid yang dibangunan ini, dari pondasi awal merupakan hasil swadaya masyarakat, dan uluran dana beberapa donatur, yang akan dibangun dengan luas bangunan 18×18 M2 yang berdiri diatas tanah seluas 60x60M2.(rilis Pemda)

Bupati, Danrem Diskusi Bersama Uskup Sintang

Sintang, LK- Bupati Sintang dr. H. Jarot Winarno, M. Med. PH mendampingi Komandan Korem 121 Alambhana Wanawwai Brigjen TNI Ronny, S.A. P melakukan silaturahmi dengan Uskup Sintang Mgr. Samuel Oton Sidin, OFM. Cap di Keuskupan Sintang Jalan Kelam Kelurahan Akcaya pada (Kamis, 2/7/2020).

Selain Bupati Sintang, turut mendampingi Danrem 121/ABW dalam silaturahmi tersebut Kepala Staf Korem 121/ABW Kolonel Kav. Aloysius Nugroho Santoso, Kapolres Sintang AKBP Jhon H Ginting, SIK, MH, Dandim 1205 Sintang Letkol Inf Eko Bintara Saktiawan, Kepala Seksi Intelijen Sofian, SH, Ketua MUI Kabupaten Sintang H. Ulwan, Sekretaris MABM Kurniawan, S. Sos, M. Si, Perwakilan DAD Kabupaten Sintang Drs. A. Tilla dan Sekretaris Majelis Resort GKE Sintang Somo Marbun.

Kedatangan Danrem 121/ABW dan rombongan diterima langsung oleh Uskup Sintang Mgr. Samuel Oton Sidin, OFM. Cap yang didampingi Sekretaris Jenderal Keuskupan Sintang RD. Herman Yosef Ga’i dan Pastor Paroki Katedral Kristus Raja Sintang RD Yohanes Pranoto.

Komandan Korem 121 Alambhana Wanawwai Brigjen TNI Ronny, S.A.P sudah menjabat sebagai Danrem 121/ABW sudah jalan dua bulan dan ada pergantian Kasrem juga sehingga ingin bersilaturahmi dengan Uskup Sintang.

“saya sudah dua bulan di Sintang ini. Dan ada Kasrem baru yakni Kolonel Kav. Aloysius Nugroho Santoso. Kami ingin bersilaturahmi dengan Bapak Uskup Sintang. Kami ingin bersilaturahmi dengan banyak tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda di wilayah kerja Korem 121 ABW. Maksud dan tujuan kami untuk silaturahmi dan perkenalan pejabat baru di korem. Menjalin komunikasi yang baik dan upaya kerjasama dengan banyak pihak. Kami menjalankan tugas pembinaan teritorial yang sangat penting. Kami siap membantu Polri mengatasi gangguan keamanan yang terjadi,” tuturnya.

“Kami juga mengamati masalah sosial di Sintang. Kami juga melakukan pendataan masalah sosial ini, mengamati media sosial yang bisa saja menimbulkan masalah. Kami menghimbau kepada seluruh tokoh di Kabupaten Sintang untuk membantu aparat keamanan untuk memberikan pemahaman kepada warganya untuk bijak menggunakan media sosial,” terang Danrem 121 Alambhana Wanawwai.

TNI Kata Danrem juga melakukan pembinaan kepada masyarakat. Diantaranya adalah pembinaan wawasan kebangsaan. Mengajak masyarakat untuk saling menghargai.“Saya juga pernah sekolah di sekolah katolik di SMA Santo Paulus Pontianak. Tokoh-tokoh yang ada saya harap membantu memberikan pemahaman kepada anggota masyarakat untuk sama-sama mencegah terjadinya konflik di Kabupaten Sintang. Jaga persatuan dan kesatuan di sintang ini,” ajak Danrem 121/ABW
Bupati Sintang Jarot Winarno menyampaikan bahwa Kabupaten Sintang adalah rumah besar kita semua dimana orang dari berbagai suku dan agama bisa tinggal dengan damai dan harmonis. Kuncinya pada komunikasi dan dialog antar kelompok penting untuk diperkuat sebagai modal sosial membangun daerah kita. kami ingin masyarakat menjaga kerukunan, kedamaian dan keharmonisan.

“Musuh bersama yang harus kita hadapai adalah kemiskinan, keterbelakangan, infrastruktur yang masih buruk, dan penyebaran covid-19. Ada masalah yang terjadi disebabkan cara kita berkomunikasi yang kurang baik. Sekarang ini ada banyak prilaku masyarakat yang menggunakan jarinya di media sosial baru berpikir.

“Kesalahpahaman yang terjadi selama ini tidak boleh digeneralisir sebagai masalah Kabupaten Sintang secara menyeluruh melainkan masalah antar pribadi. Jarot juga mendukung penegakan hukum terhadap konflik antar pribadi tersebut. Saya sudah 35 tahun di Sintang dan tidak pernah terjadi konflik. Yang adalah bentuk protes atas ketidakadilan dan penegakan hukum. Mudah-mudahan silaturahmi ini kita bisa bersatu dan hidup damai,” terang Bupati Sintang.

Hal sama juga disampaikan Kapolres Sintang AKBP Jhon H Ginting, SIK, MH. Ia juga berharap Kabupaten Sintang selalu aman dan kondusif sehingga masyarakat bisa bekerja dan sejahtera. Polisi kata dia akan bekerja professional dan sesuai fakta hukum yang ada.

“Kami akan bekerja dengan baik dan tidak ingin salah dalam bertindak. Kami mohon berikan pengertian kepada masyarakat untuk menahan diri dan memberikan kesempatan kepada kami untuk bekerja. Kami mengakui di media sosial seringkali menjadi tempat provokasi. Saya minta masyarakat jangan terprovokasi,” pinta Kapolres Sintang AKBP Jhon H Ginting, SIK, MH.

Sementara Dewan Pakar Dewan Adat Dayak Kabupaten Sintang Drs. A. Tilla, M. Si menyampaikan bahwa DAD Kabupaten Sintang juga berpandangan bahwa Kabupaten Sintang adalah rumah bersama. semua etnis dan agama tinggal dengan damai di Sintang.

“Kita perlu menjaga keamanan Kabupaten Sintang ini. Jika ada warga yang memang memiliki kemampuan beladiri sebaiknya disalurkan pada jalur yang benar untuk prestasi olahraga saja sehingga bisa membawa nama baik Kabupaten Sintang. Kami mendukung jika ada akun media sosial yang melakukan provokasi untuk di tutup oleh pemerintah,” terang Dewan Pakar Dewan Adat Dayak Kabupaten Sintang Drs. A. Tilla, M. Si.

Sekretaris Majelis Adat Budaya Melayu Kabupaten Sintang Kurniawan, S. Sos, M. Si menyampaikan agar semua pihak bisa menjaga sebuah konflik individu sebagai masalah pribadi saja. Jangan dilebarkan masalahnya. Kami mendukung penegakan hukum oleh aparat penegak hukum. “Kami mendukung kondisi masyarakat yang aman dan damai,” terang Kurniawan.

Diakhir silaturahmi dan diskusi, Uskup Sintang Mgr. Samuel Oton Sidin, OFM. Cap menyampaikan bahwa gereja Katolik sangat menghargai perbedaan agama, dan mendukung kehidupan yang aman dan damai terutama di bumi senentang.

“Indonesia adalah negara yang berbhineka tunggal ika. Indonesia dan Sintang adalah rumah besar kita bersama. Kami mengapresiasi upaya banyak pihak untuk mewujudkan kebersamaan dan kedamaian. Hanya dengan hidup damai dan bersama, kita bisa membangun daerah ini. Persoalan individu tidak boleh dikaitkan dengan suku dan agama. Kami mendukung profesionalitas aparat penegak hukum dalam menangani persoalan hukum yang terjadi,” terang Uskup Sintang.

“kami senang, tempat ini menjadi tempat silaturahmi dan diskusi untuk tujuan mulia. Seluruh tokoh yang ada, di minta memberikan pemahaman kepada warganya dan memberikan pembinaan. Kita ingin hidup damai. Gereja Katolik juga akan mengambil perannya dalam membina umat Katolik dalam mendorong kehidupan yang damai ini,” tambah Uskup Sintang *(rilisPemda”

Masuki New Normal, Bupati Sintang Minta ASN Masuk Seperti Biasa

Sintang, LK- Pemerintah Kabupaten Sintang memutuskan bahwa Kabupaten Sintang sudah memasuki masa transisi new normal sejak 1 Juli 2020. Keputusan tersebut disertai dengan membuka banyak sector kehidupan di Kabupaten Sintang.
Demikian juga dengan Aparatur Sipil Negara di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Sintang, sudah wajib masuk seperti biasa tanpa ada pembagian jam kerja atau menggunakan sistem shift lagi. Sebelumnya, pada saat penetapan status darurat covid-19, Pemerintah Kabupaten Sintang melakukan sistem kerja dengan shift dan bekerja dari rumah (work from home) bagi Aparatur Sipil Negara untuk mengurangi kerumunan dan menghentikan penyebaran covid-19 dikalangan ASN.
Bupati Sintang melalui Surat Edaran Nomor: 860/2037/BKPSDM-D tanggal 23 Juni 2020 tentang Sistem Kerja Pegawai Aparatur Sipil Negara Dalam Tatanan Normal Baru Di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Sintang meminta ASN untuk masuk kantor serta beraktivitas seperti biasa dengan menerapkan seluruh protokol kesehatan. Sedangkan ASN yang bekerja di satuan pendidikan agar mengikuti kebijakan Menteri Pendidikan dan secara teknis diatur tersendiri melalui Surat Edaran Bupati Sintang.
“masuk kerja seperti biasa namun ASN wajib memakai masker, menjaga kebersihan lingkungan kerja, dan selalu cuci tangan. OPD juga wajib menyediakan sarana cuci tangan. Bagi ASN yang sakit dengan gejala demam, batuk kering, pilek, sakit tenggorokan, sulit bernafas, wajib melaporkan diri kepada pimpinan OPD untuk dilakukan pemantauan oleh Dinas Kesehatan,” terang Bupati Sintang saat rapat bersama SKPD.
Meski Demikian , Jarot meminta penyelenggaraan rapat atau kegiatan tatap muka di kantor wajib menjalankan protokol kesehatan dan menjaga jarak. Melakukan perjalanan dinas ke luar provinsi secara selektif dan sesuai tingkat prioritas dan urgensi yang harus dilaksanakan
Dalam Surat Edaran tersebut, Bupati Sintang menunjuk 3 instansi yang dijadikan percontohan dalam penerapan protokol kesehatan dan phsycal distancing yang benar yakni Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, RSUD AM Djoen Sintang, Puskesmas Sungai Durian, Puskesmas Tanjung Puri dan Puskesmas Dara Juanti.(ono)

Jam Bakar Lahan Harus Diatur

Sintang, LK- Sekertaris Daerah Kabupaten Sintang Dra. Yosepha Hasnah, M. Si meminta kepala Desa Untuk mengatur jam bakar lahan saat musim berladang. Ini penting dilakukan agar lebih mudah dalam melokalisir api akibat berladang.

“Saya minta para kepala desa yang hadir di tempat ini untuk berkomunikasi yang baik dengan warga masing-masing, Atur jam membakar jika ada masyarakat yang akan membakar. Ini penting dilakukan agar tidak terjadi kekeliruan pemahaman dan pelaksanaan Perbup 18 ini dilapangan oleh masyarakat,” kata sekda ketika memimpin pelaksanaan sosialisasi Peraturan Bupati Sintang Nomor 18 Tahun 2020 Tentang Tata Cara Pembukaan Lahan Bagi Masyarakat Kecamatan Ketungau Hilir dan Kepala Desa Se Kecamatan Ketungau Hilir di Aula Kantor Camat Ketungau Hilir pada Rabu (1/7/2020).

Dalam Sosialisasi di Kecamatan Ketungau Hilir, Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang menegaskan bahwa Peraturan Bupati Sintang Nomor 18 Tahun 2020 di buat agar menjadi payung bagi seluruh masyarakat terkhusus para peladang. Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang berharap agar seluruh peladang dapat membuka lahan dengan mematuhi aturan yang ada dalam Perbup tersebut. Dalam kegiatan tersebut, para peserta sosialisasi juga melaksanakan seluruh protokol kesehatan yakni pengecekan suhu tubuh sebelum memasuki aula dan menggunakan masker.

“ijin pembakaran lahan minimal 2 hektar per-KK dalam sehari. Jika ada warga yang ingin melakukan pembakaran lahan, maka silahkan ijin terlebih dahulu kepada kepala desa setempat atau pun pengurus desa sehingga sebelum pembakaran dilaksanakan, para pengurus dapat menjelaskan kembali tentang tata cara membakar lahan serta bisa mendata warga yang ingin melakukan pembakaran. Data tentang seberapa luasnya lahan yang akan dibakar ataupun langkah-langkah dalam penjagaan api nantinya. Peraturan ini dibuat sebagai payung untuk para peladang” jelas Yosepha Hasnah.

Sementara itu Kepala Dinas Perhubungan Florensius Kaha meminta kepala desa untuk melarang warganya jika luas lahan yang akan dibakar hari itu sudah melebihi luas yang telah ditentukan. “lakukan pergeseran jadwal bagi warga lainnya. Diundur besoknya, misalnya seperti itu. Maka dari itu, di dalam perbup ini jika ada warga yang ingin membuka lahan dengan cara bakar agar mengisi blanko yang sudah disiapkan pihak pemerintah desa atau pendaftaran terlebih dahulu. Supaya jika terjadi hal yang tidak diinginkan kita dapat dengan mudah memantau aktivitas-aktivitas pembakaran lahan yang sedang berlangsung,” terang Florensius Kaha.

Simin Camat Ketungau Hilir berharap agar Kepala Desa yang hadir dapat menerima dan memahami aturan yang ada dalam Perbup 18 tersebut. “alangkah baiknya jika kita mendengarkan dan menyimak materi yang ada dalam perbup ini dengan baik. mendengarkan arahan sebagaimana mestinya, supaya dapat kita mensosialisasikan lagi materi dalam Perbup ini kepada masyarakat. Sehingga kepala desa dan warganya bisa memahami dan mengikuti segala prosedur dan tata cara yang telah disampaikan oleh Pemerintah Kabupaten Sintang dalam mensosialisasikan tata cara pembukaan lahan yang telah tertulis pada Perbup” kata Simin Camat Ketungau Hilir.

“saya juga minta dan berpesan kepada kepala desa yang ada di kecamatan Ketungau Hilir. Setelah selesai mengikuti kegiatan sosialisasi ini. Segera perbanyak perbup ini sebagai pegangan dan bahan untuk sosialisasi kepada dusun dan RT di desa masing-masing. Blanko-blanko yang ada dalam Perbup,” tukasnya. (rilis)

Mau Bakar lahan Buat Skat Api Lebar lebar

Sintang, LK- Wakil Bupati Sintang Drs. Askiman, MM memimpin pelaksanaan sosialisasi Peraturan Bupati Sintang Nomor 18 Tahun 2020 khusus untuk wilayah Kecamatan Kayan Hulu yang dilaksanakan pada Rabu, (1/7/2020) di Gedung Serbaguna Kecamatan Kayan Hulu.

Wakil Bupati Sintang dalam sosialisasi tersebut didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Sintan Yustinus J dan Tim Bagian Hukum Sekretariat Daerah Kabupaten Sintang. Hadir dalam sosialisasi tersebut Camat Kayan Hulu Yelmanus, anggota Forkopimcam, jajaran Pemerintah Kecamatan Kayan Hulu, 31 kepala desa Se-Kecamatan Kayan Hulu, tokoh masyarakat dan tokoh adat Kecamatan Kayan Hulu.

“persoalan karhutla bukan terjadi saat ini saja tetapi sejak dulu sudah sering terjadi kebakaran lahan. Guna mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan yang disebabkan dari pembukaan ladang oleh masyarakat yang ada di Kabupaten Sintang, Pemkab Sintang tidak henti-hentinya mensosialisasikan peraturan Bupati Sintang Nomor 18 Tahun 2020 tentang tata cara pembukaan lahan bagi masyarakat kabupaten sintang yang telah di ubah dengan Peraturan Bupati Sintang Nomor 31 Tahun 2020,” terang Askiman

Masalah karhutla yang selama ini dihadapi hampir setiap tahun. Kejadian kebakaran lahan dan hutan sangat perlu di perhatikan dan antisipasi kedepannya. Perbup yang saat ini dubuat diharapkan mampu mengatur tata cara pembakaran lahan saat warga masyarakat membuka ladang.

“Kita Perlu bersama-sama dalam mengatasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan dengan menerapkan peraturan ini. Perbup ini juga dibuat untuk melindungi para peladang dari masalah hukum jika terjadi kebakaran lahan saat membuka lading,” tambah Askiman

Camat Kayan Hulu Yelmanus menyampaikan bahwa setelah membaca Peraturan Bupati Sintang Nomor 18 Tahun 2020 tersebut sangat baik bagi kita masyarakat yang masih berladang. Pemkab Sintang kata dia sudah sangat bijaksana mengatur tata cara membuka lahan berladang yang benar, maka saat inilah kesempatan yang baik bagi masyarakat untuk berkomunikasi serta mencari solusi yang baik guna mencegah kita dari kesalahan cara membakar lahan saat membuka ladang.

“Saya minta kepala desa untuk meneruskan sosialisasi Perbup ini kepada warga masing-masing desa sehingga aparat desa dan masyarakat sama-sama memahami aturan ini,” terang Yelmanus (ono)