Kapuas Raya Harus Kembali Di Dorong

Sintang, LK- Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang, Nikodemus mengatakan, sebagai salah satu wakil rakyat di kawasan Timur Kalbar, dirinya akan terus mendorong pemekaran Provinsi Kapuas Raya (PKR) agar segera terwujud.

“PKR sudah menjadi kebutuhan masyarakat yang berada di wilayah Timur kalimantan Barat. Hanya saja Saat ini PKR terkendala monatorium, tapi saya yakin kalau semua masyarakat bergerak, ini bisa segera terwujud,” ujarnya ditemui di Kantor DPRD belum lama ini.

Apalagi kata Niko, salah satu programnya Gubernur Sutradmiji, yakni mewujudkan Provinsi Kapuas Raya sesuai janjinya saat kampanye dulu. Tentu hal tersebut harus terus didorong.

“Itu janji beliau. Saya yakin PKR ini akan terwujud dikepemimpinan Pak Gubernur Sutardmiji. Kita percaya dengan kemampuan beliau, hanya saja memang tetap harus kita dorong agar segera terwujud,” terangnya.

Ia juga mengatakan, bahwa gaung PKR beberapa bulan belakang ini tidak tenggelam, karena tahun ini sudah ada perencanan persiapan lahan untuk pembangunannya.`

“Artinya perencanaan awal sudah dilakukan. Nah menurut Pak Gubuernur, bahwa akan dibangun kantor DPRD dan kantor Gubernur untuk persiapan PKR. Dan itu juga harus kita dorong terus,” terangnya.

Politisi Partai Hanura ini juga mengatakan, kalau pemerintah, DPRD, tokoh agama, tokoh masyarakat serta seluruh stackholder yang ada dan masyarakat lima kabupaten wilayah Timur Kalbar ini sepakat untuk terus mendorong pemerintah pusat untuk PKR, diyakini akan cepat terwujud.

“Agar PKR ini terbentuk, kita sama-sama mendorong kepada pemerintah pusat. Saya yakin kalau sudah begitu, pemerintah pusat akan membuka keran pemekaran ini. Intinya seluruh kompenen yang berada di kawasan Timur Kalbar punya persepsi yang sama untuk pemekaran ini,” pungkasnya.

Ini Yang Dilakukan Kapolres Saat Ziaran Ke TMP Syuhada Pertiwi

Sintang, LK- Kapolres Sintang, AKBP John H. Ginting SIK, MH didampingi Waka Polres Sintang, Kompol Alber Manurung, SH, SIK memimpin ziarah rombongan satuan Polres Sintang di Taman Makam Pahlawan (TMP) Syuhada Pertiwi Sintang, Senin (29/06/2020).

“Kegiatan ziarah rombngan ini merupakan rangkaian kegiatan rutin dalam rangka peringatan Hari Bhayangkara ke -74 tahun 2020. Kegiatan ini kita lakukan untuk mengenang jasa para pahlawan yang mendahului kita. Acara ini juga menjadi kesempatan kita untuk mengingat kembali nilai-nilai perjuangan yang telah dimulai oleh para pejuang ini,” ungkap AKBP John H. Ginting.

Kapolres mengaku, kegiatan ini merupakan rutinitas tahunan yang dilakukan Kapolres Sintang beserta jajarannya. Tahun ini, selain jumlah personil yang dibatasi secara signifikan, ada perbedaan lain yang dilakukan oleh panitia, panitia kegiatan juga melakukan protokol kesehatan sebagaimana yang dianjurkan oleh Pemerintah.

Pada kegiatan ini, Kapolres dan Waka Polres Sintang melakukan tabur bunga di sejumlah makam para pahlawan yang ada di TMP Syuhada Pertiwi Sintang. Selain itu, Kapolres juga meletakkan karangan bunga di monumen yang terdapat di depan TMP. (rilis)

Jangan Gunakan Medsos Untuk Sebarkan Hoax

Sintang, Lk- Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang, Welbertus berharap masyarakat untuk menggunakan Media Sosial untuk kegiatan Positif. Jangan gunakan media social untuk menyebarkan berita hoax atau berita tidak benar.

“Masyarakat kita harapkan juga bijak dalam menerima informasi melalui Medsos. Kalau belum tahu pasti kebenaran soal berita yang diterima, lebih baik jangan diteruskan atau di post ulang. Cukup tahu saja,” terangnya belum lama ini

Himbauan tersebut dipandang penting mengingat masyarakat di Indonesia, termasuk di Kabupaten Sintang sudah banyak yang berurusan dengan pihak berwajib, karena melanggar Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).
“Tentu kita sangat bersyukur hidup di zaman sekarang ini, karena dapat merasakan perkembangan teknologi yang sangat pesat. Namun perlu kita ingat juga, bahwa ada aturan-aturan yang harus kita taati,” ujarnya.

Penggunaan Medsos, kata Welbertus hendaklah digunakan untuk hal-hal yang bermanfaat saja. Jangan sampai digunakan untuk memecah bela, menyebarkan informasi hoaks, menyebar konten pornografi dan perbuatan-perbuatan negatif lainnya.

Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini juga meminta, untuk dapat saling mengingatkan satu sama lain, apabila ada sahabat, tetangga atau keluarga yang belum memahami penggunaan Media Sosial yang baik dan benar.

“Memang sering kita dengar kabar, ada masyarakat yang terjerat UU ITE, karena ketidaktahuan mereka dalam mengunakan Medsos dengan baik dan benar. Maka dari itu, kita wajib untuk saling mengingatkan agar hal-hal tersebut dapat dicegah,” katanya.

Selain itu, Welbertus juga meminta, agar seringnya diadakan sosialisasi-sosialisasi ke masyarakat tentang UU ITE ini. Jangan sampai ada lagi masyarakat yang menjadi korban karena tidak paham dengan aturan ini. (say)

6 Pasien Positif Covid-19 Di Sintang Kembali Sembuh

SINTANG. LK- Enam Pasien Positif Corona Virus Disaise 2019(Covid-19) di Kabupaten Sintang dinyatakan sembuh, Minggu (28/6/2020) siang. Kesembuhan pasien membuat jumlah kasus sembuh dari Covid-19 di bumi senentang menjadi 17 orang.

“Pada hari ini kami menerima hasil pemeriksaan Swab PCR dari laboratorium untan pontianak, ini kabar gembira, yakni 6 kasus konfirmasi positif covid-19 sudah dinyatakan sembuh,”kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang Dr. Harysinto Linoh saat melakukan konferensi Pers mewakili Bupati Sintang Minggu (28/6/2020) siang.
Keenam pasien yang sembuh tersebut yaitu:

1. Konfirmasi 17 Pria 23 tahun dari cluster kesehatan asal Kecamatan Sintang atas nama Heri Hartatok.
2. Konfirmasi 19 pria 35 tahun dari cluster umum asal Kec. Dedai atas nama Anwar.
3. Konfirmasi 23 pria 30 tahun dari cluster Menteng asal Kec. Sintang atas nama Trilian Hardiansyah
4. Konfirmasi 24 pria 45 tahun dari cluster OPD asal Kec. Sintang atas nama Pangki.
5. Konfirmasi 25 pria 30 tahun dari cluster Kesehatan asal Kec. Sintang atas nama Wellie Barseba
6. Konfirmasi 27 pria 25 tahun dari cluster OPD asal Kec. Sintang atas nama Reizky Jati A.

Sinto mengaku keenam orang yang telah dinyatakan sembuh dari Covid-19 sebelumnya telah menjalani isolasi mandiri di RSUD Rujukan Ade M. Djeon Sintang. “Setelah di nyatakan sembuh pada hari ini pun langsung di pulangkan” imbuh Sinto.

Mantan Kepala Rumah Sakit Umum Daerah Ade Moch Djoen Sintang ini mengaku saat ini sudah ada 17 orang dari 28 kasus postif yang sudah dinyatakan sembuh. 17 orang tersebut saat ini sudah di pulangkan ke rumahnya masing-masing sedangkan 11 orang masih menjalani isolasi di RSUD Ade Moch Djoen Sintang.

“Jadi, dari 28 kasus konfirmasi positif, sudah 17 orang yang sembuh. Kita masih menunggu kesembuhan dari 11 orang lagi yang konfirmasi positif covid-19, saat ini masih menjalani isolasi mandiri ketat dengan perawatan dan terapi dari tim medis”ujar Sinto.

Pemkab Sintang kata Sinto telah mengirim swab tenggorokan sebanyak 700 sample, dengan hasil yang negatif 348, hasil positif sebanyak 28 orang. yang masih menunggu hasil swab sebanyak 305.

Selain itu juga, turut di sampaikan tiga kasus probable covid-19 yang sedang menjalani isolasi mandiri di Ruang Rawat Inap RSUD Rujukan Ade M. Djoen Sintang, dengan hasil swabnya negatif, yaitu probable 6 wanita 43 tahun dari cluster umum asal Kecamatan Sungai Tebelian tas nama Suriani, probable 8 pria 56 tahun dari cluster umum asal Kec. Sintang atas nama Agus Jahari dan probable 9 wanita 30 tahun dari cluster Kesehatan asal Kec. Sintang atas nama Azu Indraningsih. Ketiganya pun juga sudah dipulangkan.

“kami mengucapkan selamat kepada yang sudah sembuh, selamat juga bagi yang kasus probable yang hasil swabnya negatif. Terima kasih sudah mematuhi protokol kesehatan, mengkonsumsi obat, hidup dengan sehat, sehingga bisa sehat kembali,”ucap Sinto.

Probable adalah hasil pemeriksaan SWAB yang dilakukan laboratorium dengan hasil samar samar. Sinto juga kembali mengingatkan kepada seluruh masyarakat Kabupaten Sintang agar selalu menggunakan masker, tetap jaga jarak dan cuci tangan sesering mungkin serta tetap menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS). (ono)

Kades Dan BPD Diminta Sosialisasikan Perbup Nomor 31 Tahun 2020

SINTANG. LK- Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Sintang, Yustinus J memimpin sosialisasi peraturan Bupati Sintang nomor 31 tahun 2020 tentang cara pembukaan lahan bagi masyarakat di Kabupaten Sintang, di Gedung Serbanguna, Kecamatan Tempunak, Kamis (25/6/2020), kepada para Kepala Desa, BPD, tokoh masyarakat, tokoh adat dan unsur terkait lainnya di Kecamatan Tempunak.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut dua Anggota DPRD Kabupaten Sintang, unsur pimpinan OPD di Lingkungan Pemkab Sintang, unsur Forkopimcam Tempunak dan unsur terkait lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Sintang, Yustinus J mengatakan, dengan adanya sosialisasi perbup nomor 31 tentang cara pembukaan lahan bagi masyarakat di Kabupaten Sintang, untuk memberikan pemaham kepada para Kepala Desa, BPD, tokoh masyarakat, tokoh adat dan unsur terkait lainnya di kecamatan agar bisa membantu pemerintah daerah untuk mensosialisasikan perbup tersebut kepada masyarakat. Sehingga dalam prosesnya nanti saat masyarakat melakukan pembakaran lahan dengan cara bakar, tidak bermasalah dengan hukum seperti yang sudah terjadi sebelumnya.

“perbup ini merupakan payung hukum bagi kita masyarakat yang berladang dengan cara bakar, agar jangan sampai terjadi lagi permasalahan hukum seperti yang terjadi beberapa bulan lalu yang dialami masyarakat peladang kita. Tentunya konseskuensi kita atau peran kades dan aparatur desanya, BPD, tokoh masyarakat dan tokoh adat bisa membantu mensosialisasi perbup ini di tempatnya masing-masing baik itu kepada dusun, RT, RW dan kepada masyarakat,”kata Yustinus.

Kenapa pentingnya peran, kades, aparatur desanya, BPD, tokoh masyarakat dan tokoh adat setempat mensosialisasikan perbup ini, di jelaskan Yustinus, agar masyarakat dalam melakukan proses berladang sesuai aturan yang sudah diatur dalam perbup tersebut, meskipun tata caranya itu sudah di ketahui masyarkat, karena itu sudah menjadi kearifan lokal sejak dulu, namun setidaknya perbup ini menjadi penguat atau payung hukum agar masyarakat peladang terlindungi jika terjadi masalah hukum. Di jelaskan Yustinus, dalam perbup tersebut bahwa pembukaan lahan itu ada dua cara yakni dengan cara tanpa bakar dan membakar terbatas dan terkendali.

“jadi kalau kita mikir pembukaan lahan tanpa bakar itu bukan tradisi atau kebiasaan kita, betul. Tapi paling tidak pembukaan lahan tanpa bakar ini masyarakat kita disilakan memilih, mau tanpa bakar atau membuka lahan membakar terbatas dan terkendali. Tapi kebiasan kita ialah pembakaran terbatas dan terkendali. Tetapi bukan berarti pembukaan lahan tanpa bakar itu tidak kita lakukan, tentu arah kita 20 atau 30 tahun kedepan kita bisa saja mengarah kepada pembukaan lahan tanpa bakar, karena mungkin saja lahan kita kedepannya makin habis,”ujar Yustinus.

Untuk itulah, kata Yustinus, peran kades dan rt di tempar masing-masing untuk mendata warganya yang akan membuka lahan, karena sudah tersedia data atau formulir yang harus diisi oleh masyarakat yang ingin berladang. Sehingga kedepannya jika terjadi sesutau hal, data itu lah menjadi salah satu pelindung hukum bagi masyarakat. “nah peran kades, rt, sampaikan ini kepada masyarakat, data masyarakat kita yang akan berladang, sehingga kalau terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan, ini bisa menjadi salah satu bukti, karena masyarakat yang berlandang sudah didata atau ada izinnya melalu data yang diisi tersebut,”terang Yustinus.

Selain itu, Yustinus juga menjelaskan, ketika sudah musim membakar lahan baik itu untuk berladang atau untuk pertanian serta perkebunan lainnya, tentun efek yang di timbulkan pasti adanya bencana kabut asap, karena intensitas proses pembakaran lahan mungkin cukup tinggi. Oleh sebab itulah, saat itu pemerintah akan menentukan situasi tanggap darurat. Ketika sudah di tentukan tanggap darurat terhadap bencana asap oleh pemerintah yaitu selama 14 hari, maka masyarakat saat itu di minta untuk sementara tidak melakukan proses pembakaran. Dimana nantinya pemerintah daerah melalui BPBD dan Forkopimcam akan mensosialisasikan bahwa pemerintah daerah akan menentukan tanggap darurat bencana asap, seminggu sebelum tanggap darurat itu di tentukan.

“tentu BPBD bersama BMKG dan Dinas Lingkungan Hidup, sudah memprediksi cuaca kedepan seperti apa, lalu kabut asap dan lainnya itu akan berbahaya, nah itulah nanti BPBD bersama camat dan unsur lainnya akan mensosilaisasikan sampai kedesa. Sehingga selama 14 hari tanggap darurat tersebut, tugas dari camat, kepala desa, dusun sampai ke Rukun TEtangga (rt) menyampaikan kepada masyarakat untuk sementara menghentikan proses pembakaran lahan selama tanggap darurat tersebut,”terang Yustinus.

Yustinus juga menyampaikan bahwa pemerintah daerah melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kabupaten Sintang telah menginstruksikan kepada desa di bolehkan untung menganggarkan pegadaan peralatan pemadam kebakaran melalui RAPBDes. Hal itu merupakan bentuk antisipasi ketika ada kebakaran peralatan tersebut bisa di fungsikan. “selain itu juga, silakan di bentuk posko-posko relawan pemadam kebakaran di desa-desa yang melibatkan masyarakat setempat, itu juga salah satu bentuk antisipasi mengatasi kebakaran hutan dan lahan jika sampai meluas, dan juga pihak desa harus tetap bersinergi dengan pihak kecamatan,”pungkas Yustinus.

Camat Tempunak, Kiyang, juga mengharapkan dan berpesan serta meminta kepada para kades, BPD untuk membantu pemerintah daerah mensosilisasikan perbup ini agar masyarakat memahami isi dan tujuan dari perbup tersebut.
“jangan sampai cuman datang rapat gini jak, nanti pulang ke desanya, lalu tidak di sosialisaikan ke masyarakat. Nanti masyarakat bilang, desa nda mensosialisasikannya, jangan sampai terjadi seperti itu. Harus di sosialisasi ini kepada masyarakat,”pinta Kiyang.

Selain itu juga, kata Kiyang, pemerintah kecamatan bersama Forkopimcam juga nantinya akan mensosialisasikan perbup tersebut kedesa-desa, agar tersampaikan dengan sebaik-baiknya kepada masyarakat. “Tentunya peran kepala desa, perangkatnya dan BPD sangat di perlukan yang utama”kata Kiyang.

Sementara itu, Temenggung Adat Tempunak, Florensius Jihin, mengatakan sangat mendukung adanya Perbup nomor 31 tahun 2020 ini karena sangat sejalan dengan apa yang sudah di lakukan oleh masyarakat sejak dulu. Terlebih memang kata dia, masyarakat adat sejak dulu ketika akan membuka lahan pasti ada pertemuan bersama yang di pimpin kepala kampung. Nah, kepala kampung itulah menyampaikan kepada masyarakat bahwa membakar ladang itu harus di lakukan bersama-sama atau di kenal di tengah-tengah masyarakat sistem goyong royong.
“itu adat tradisional kita ya sejak dulu, saya ingat waktu masih kecil, rapat di pimpin kepala kampung ya, kepala kampung bilang kita mau bakar ladang, maka kalian hati-hati katanya, kalau membakar itu harus beramai-ramai, dibuat sekat api 2-3 meter supaya api tidak merembet”cerita Jihin.

Selain itu juga lanjut Jihin bercerita, kepala kampung mengingatkan dalam proses penanggulangi kebakaran juga ketika musim panas pun di tentukan waktunya, terlebih jika angin kencang, maka membakar lahan itu di larang pada siang hari, tapi di sarankan membakarnya di malam hari.
“misalnya kalau musim panas, memang di atur waktu, jadi jam 2, jam 3 siang tu nda boleh bakar, bakar harus malam hari. Ramai-ramai memang kalau membakar tu, berjejer, jadi kalau api mau merembet semua sudah siap memadamkannya, jadi bisa terkendali,”ceritanya lagi.

Kemudian juga kata Jihin, masyarakat kala itu juga membuat lobang air, atau sekarang di sebut embung, itu sebagai salah satu cara menanggulangi kebakaran ketika musim berladang tiba saat itu. “orang tua dulu, membuat lobang air, di cari lobang-lobang air tu, sehingga jauh dari merembetnya api, Cuma sekarang apakah manusia yang lalai atau karena alam, saya juga tidak tahu, karena alam juga iklim sudah berubah, kemudian juga manusia sudah tidak taat dengan aturan adat, seperti itulah yang terjadi”ujar Jihin.

Jihin juga sangat setuju jika ada masyarakat yang membakar lahan tidak patuh terhadap aturan yang sudah di tetapkan harus di tindak, misal membakar lahan sendiri-sendiri, karena tidak mau melibatkan masyarakat setempat beramai-ramai saat membakar. tapi kalau yang membakar dia bawa orang ramai, ikut aturan yang sudah di tentukan oleh ketua adat atau kepala kampung/kepala desa dulu, ia meminta itu jangan di tindak.
“saya setuju kalau yang membakar lahan sendiri-sendiri di tindak, wajar, kalau ditindak, karena tidak mau melibatkan masyarakat ramai. Kalau merembet ke lahan atau kebun orangkan, orang lain rugi juga, dia juga rugi, dulu kalau seperti itu ada hukum adatnya,”tutup Jihin.(rilis Humas)

Pelabuhan Sungai Ringin Belum Dimanfaatkan Maksimal

Sintang, LK- Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sintang, Tuah Mangasih menyoroti belum difungsikanya pelabuhan Sungai Ringin di Kelurahan Kedabang Kecamatan Sintang.

“Pembangunan pelabuhan Sungai Ringin sudah menghabiskan banyak biaya. Tapi tidak pernah berfungsi hingga saat ini,” kata Tuah pada baru-baru ini di DPRD Sintang.

Belum difungsikannya pelabuhan Sungai Ringin, kata Tuah, sudah sering disampaikan ke pemerintah. Tapi tidak pernah mendapat jawaban yang memuaskan.

“Ada kesan saling lempar terkait masalah ini. Pihak kabupaten menyatakan wewenangan Dinas Perhubungan Provinsi. Dinas Perhubungan Provinsi bilang itu kewenangan Kementerian Perhubungan pusat,” bebernya.

Menurut Tuah, meski kewenangan itu tidak berada di Pemkab Sintang, seharusnya ada koordinasi yang baik antara mereka. “Yang saya mau adalah bagimana koordinasi antara pusat, provinsi dan kabupaten agar pembangunan yang dilakukan bermanfaat. Sehingga tidak terkesan bahwa pembangunan yang dilakukan hanya mengejar `proyek` semata,” ucapnya.

“Mereka menggarkan dana untuk pembangunan, sementara tidak bermanfaat untuk masyarakat. Kita semua tahu bagaimana kondisi pelabuhan Sungai Ringin, bangunan di sekitar banyak yang sudah roboh sebelum digunakan. Jalan-jalan yang dibangun juga sudah rusak sebelum pelabuhan Sungai Ringin digunakan,” katanya.

Pembangunan yang dilakukan, kata Tuah, yang paling utama adalah harus ada asas manfaat. Harapan itu juga disampaikan Tuah dengan adanya Perda Rencana Detail Tata Ruang Bagian Wilayah Perencaaan Industri Singai Ringin. Semoga bisa bermanfaat untuk masyarakat Kabupaten Sintang.

“Harus difikirkan manfaat untuk masyarakat seperti apa. Serta apa manfaatnya untuk masyarakat Kabupaten Sintang,” pungkasnya.

Alpius Apresiasi Pembagian BLT Di Desa Kubu Berangan

Sintang, LK- Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sintang Alpius mengapresiasi proses pembagian Bantuan Langsung Tunai (BLT) di Desa Kubu Berangan Kecamatan ketungau Hulu Kabupaten Sintang.

“Saya sangat mengapresiasi proses pelaksanaan pembagian BLT di salah satu desa binaan saya ini. saya lihat kegiatan ini berlangsung dengan baik dan lancar. Para aparatur pemerintahan desa dan masyarakat terlihat proaktif dalam kegiatan ini,” Kata Alpinus Anggota DPRD Sintang saat meninjau pembagian BLT di Desa Kubu Berangan Kecamatan Ketungau Tengah, Jumat (26/06/2020).

Menurut politisi Partai Kebangkitan Bangsa Daerah Pemilihan Ketungau Binjai ini secara umum di Ketungau dan Binjai proses pembagian BLT berjalan baik dan lancar tidak terdapat kendala yang berarti. Alpius menerangkan bahwa BLT sudah dinanti-nanti masyarakat sejak diumumkan oleh pemerintah beberapa waktu yang lalu.

“Mereka (masyarakat.red) juga berharap supaya pemerintah dan juga wakil rakyat selalu akan ingat warga yang kurang mampu di pedalaman, saya katakan dengan kebijakan BLT inilah salah satu bentuk perhatian pemerintah kepada seluruh rakyat termasuk yang jauh di kampung-kampung,” terang Alpius.

Kepada masyarakat anggota Komisi C DPRD Sintang ini, menyampaikan himbauan agar bantuan pemerintah ini dimanfaatkan sebaik mungkin. Alpius mengingatkan agar bantuan tersebut digunakan dengan bijaksana karna belum diketahui berapa lama lagi Indonesia berada dalam masa pandemi ini.

“Saya melihat masyarakat yang menerima BLT tersebut merasa senang dan menyatakan bersyukur atas bantuan dan atas kepedulian pemerintah baik tingkat desa kabupaten bahkan sampai kepada pemerintah pusat,” kata Alpius.
“Pesan saya supaya dana bantuan tersebut digunakan sebaik mungkin sesuai dengan keperluan, agar sebagian bisa disisihkan juga untuk beberapa waktu kedepan, karna kita belum tahu berapa lama lagi pandemi covid 19 ini akan berlangsung,” pungkasnya.(ono)

1 Pasien Covid-19 Dinyatakan Sembuh

SINTANG. LK- Satu pasien positif Covid-19 di Kabupaten Sintang kembali dinyatakan sembuh. Pasien atas nama Helmanus pria 68 tahun asal ketungau Hulu dari cluster Kuala Lumpur Malaysia atau cluster tenaga kerja Indonesia (TKI).
Bupati Sintang melalui Kepala Dinas Kesehatan kabupaten Sintang Harysinto Linoh mengatakan pasien sembuh tersebut merupakan konfirmasi 13 atas nama Helmanus, warga Kecamatan Ketungau Hulu.Pasien telah menjalani isolasi mandiri di RSUD Rujukan Ade M. Djoen Sintang.
“hari ini ada kabar gembira lagi, satu pasien positif covid-19, pria 68 tahun di nyatakan sembuh, ini merupakan salah satu bukti bahwa covid-19 bisa sembuh. ini buktinya pak helmanus sudah cukup berumur bisa sembuh. ini adalah kasus sembuh keenam dari 28 kasus konfirmasi positif,”jelas Sinto.
Sinto menjelaskan riwayat yang bersangkutan merupakan TKI yang bekerja di Malayasia sebagai tukang tebas di perkebunan karet miliki warga Malaysia. Selama bekerja di Malaysia, Helmanus dan dua rekannya hanya kontak dengan majikannya saja dan tidak pernah keluar dari perkebunan.
“Helmanus ini isolasi mandiri di mess diklat BKPSDM komplek Gedung Serbaguna Sintang selama 18 hari, dan isolasi mandiri di ruang rawat inap RSUD Rujukan Ade M. Djoen Sintang selama 14 hari. Jadi total masa isolasi beliau ini 32 sampai di nyatakan sembuh pada hari ini”tutup Sinto.
“kemudian sebagai langkah deteksi dini covid-19, yang bersangkutan pada 26 mei 2020 di bawa ke merakai, ketungau tengah oleh petugas gugus tugas untuk dilakukan rapid test di puskesmas merakai dengan hasil reaktif,”terang Sinto.
Selanjutnya kata Sinto, yang bersangkutan langsung di bawa ke Sintang untuk di tangani sesuai protokol kesehatan dan langsung menjalani isolasi mandiri di mess diklat BKPSDM komplek Gedung Serbaguna Sintang sejak tanggal 26 Mei tersebut. Kemudian pada tanggal 28 & 29 Mei di lakukan swab tenggorokan pertama dan kedua, dan sampel swab langsung di kirim ke laboratorium Rumah Sakit Untan Pontianak. Pada 12 juni hasil swab pcr keluar dengan hasil positif, yang bersangkutan pun saat itu langsung di pindahkan ke ruang rawat inap RSUD Rujukan Ade M. Djeon Sintang untuk menjalani isolasi mandiri ketat dan mendapat perawatan medis lebih lanjut.
“yang bersangkutan diambil swab ketiga dan keempat pada 16 dan 19 juni 2020, kemudian 22 juni sampel dikirim lagi ke pontianak. Dan hari ini 25 juni 2020 hasil swabnya keluar dengan hasil negatif, sehingga pak helmanus ini sudah dinyatakan sembuh,”ujar Sinto.
Sinto mengucapkan terimakasih kepada Helmanus dan keluarga yang selama ini patuh terhadap protokol kesehatan dan sudah bersabar menjalani isolasi mandiri baik itu di Mess Diklat BKPSDM komplek Gedung Serbaguna Sintang maupun di RSUD Rujukan Ade M. Djeon Sintang sehingga hari ini di nyatakan sembuh.
Sementara itu pasien positif covid-19 yang sudah dinyatakan sembuh, Helmanus mengaku haru dan bahagia bahwa dirinya sudah sembuh dari covid-19 dan bisa kembali berkumpul bersama keluarganya. Untuk itulah ia mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang sudah bersusah payah merawatnya dan peduli terhadap ia dan bahkan keluarganya, sejak ia pulang dari Malaysia hingga hari ini sudah di nyatakan sembuh.
“terima kasih buat semuanya yang sudah ngurus, merawat dan peduli dengan saya, keluarga saya. Saya tak bisa membalas. Biarkan tuhan membalas semua kebaikan bapak/ibu terhadap kami”ucap pria 68 tahun ini.
Helmanus mengatakan ia memang bekerja di malaysia sudah hampir 5 bulan di kebun karet milik majikan yang mempekerjakannya. Dikarena pemerintah malaysia gencar memulangkan para TKI, ia pun pulang diantar oleh majikannya ke perbatasan Malaysia-Indonesia. Setelah itu ia berjalan kaki sekitar satu jam ke Sungai Kelik. Sesampai disana ia langsung di tangani petugas pamtas dan petugas gugus tugas covid-19 setempat.
“saya berkerja disana hampir 5 bulan, karena covid-19 pemerintah Malaysia gencar memulangkan TKI disana. Kami pun harus pulang, diantar majikan kami ke perbatasan tu, jalan kaki hampir satu jam lah, lewat jalur tikus, hingga saya di tangani petugas kita disana saat itu”cerita helmanus.

Tanam Padi Sistem Tabela, 1 Hektar Mampu 5,3 Ton

Sintang, LK- Bupati Sintang dr. H. Jarot Winarno, M. Med. PH melakukan panen padi sawah sistem Tabela milik Kelompok Tani Harapan Jaya Desa Kajang Baru Kecamatan Sungai Tebelian pada Kamis, (25/6/2020).

Sistem tanam tabela adalah sistem tanam yang menggunakan alat “PesPa Tabel” yang berarti pelek sepeda dan paralon tanam benih langsung. Panen padi sawah sistem tabela tersebut hasilnya cukup mengembirakan. Dalam satu hektar mampu menghasilkan 5,3 ton gabah.

Turut mendampingi Bupati Sintang dalam kegiatan panen tersebut Kepala Badan perencanaan Dan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Sintang Kartiyus, Pengurus Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Sintang.

Hadir dalam panen padi sawah tersebut, Ketua Kelompok Tani Harapan Jaya Desa Kajang Baru Kecamatan Sungai Tebelian Sukiman beserta anggotanya, Kepala Desa Kajang Baru Yatiman, jajaran pemerintah kecamatan Sungai Tebelian, dan masyarakat Desa Kajang Baru.

Panen padi bersama masyarakat dimanfaatkan Bupati Sintang untuk berdialog langsung bersama masyarakat. Banyak persoalan pertanian yang disampaikan masyarakat kepada orang nomor satu dibumi senentang. Dari masalah lahan hingga masalah peralatan tani.

“akar masalah lainnya adalah ketersediaan pangan dan gizi. Sintang masih kurang soal beras dan daging. Ketersediaan beras di Sintang memiliki empat masalah yakni kurang luas lahan sawah, yang mana di Sintang ini hanya ada 7.700 hektar sawah yang tidak semuanya produktif,” kata Bupati Sintang H. Jarot Winarno.

Semestinya kata Jarot, Kabupaten Sintang memiliki paling tidak 27 Ribu hektar lahan persawahan untuk memenuhi kebutuhan 400 ribu jiwa penduduk Kabupaten Sintang.

“saya minta luasan sawah terus ditambah di Kabupaten Sintang. Soal irigasi silakan dikomunikasikan dengan anggota DPRD Sintang dan jajaran Pemkab Sintang. Sistem Tabela ini sesuatu yang baru, saya dukung untuk disebarluaskan ke petani lainnya. Saya akan keluarkan peraturan bupati sintang tentang lahan penyangga ketahanan pangan yang artinya tidak boleh lagi ada pengalihfungsian lahan pertanian dan perkebunan untuk perumahan dan sebagainya,” tambah Bupati Sintang.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Sintang Elisa Gultom menyampaikan selalu mengamati data dan kelompok tani di setiap kecamatan dalam rangka memperluas cakupan tanam dengan sistem tabela di setiap tahunnya.
“kita harus tetap produktif di semua sektor dimasa pandemi covid-19 ini. Sistem tanam tabela akan kita sebarluaskan ke seluruh kecamatan untuk diterapkan karena memang terbukti lebih produktif dan murah” terang Elisa Gultom.

Sementara Lasino Penyuluh Pertanian yang melakukan pembinaan di Desa Kajang Baru kecamatan Sungai tebelian. Ia menjelaskan bahwa alat “PesPa Tabel” yang berarti pelek sepeda dan paralon tanam benih langsung ini sangat murah. Kami membeli alat ini hanya satu, kelompok tani yang mau memakai silakan meminjam atau bisa ditiru dan diperbanyak.

“Benih padi yang akan ditanam kami rendam dengan air garam selama satu malam dua hari. Pengunaan alat tanam “PesPa Tabel” dengan cara di tarik sehingga satu hektar bisa 25 sampai 30 kg bibit saja. Satu hektar sehari bisa dikerjakan satu orang, biaya juga murah,” tuturnya.

Bahkan kata Lasino selisih biaya antara yang menggunakan tabela dan bukan tabela itu sekitar 4 juta per hektar sehingga ia merekomendasikan masyarakat untuk menggunakan sistem Tabela dalam menanam padi.
“Sistem tabela ini, polulasi tanam lebih luas, umur panen lebih cepat. Sistim tanam ini sudah diterapkan di Kecamatan Sepauk, Dedai, Kayan Hilir, dan Kelam Permai,” imbuhnya.

Sementara untuk penggunaan pupuk, Lasino mengaku menggunakan pupuk NPK, Urea, dan TSP untuk 1 hektar akan menghabiskan 5,3 ton. “Menurut saya, ada tiga keuntungan dengan mengunakan alat “PesPa Tabel” ini yakni biaya lebih ringan, panen lebih cepat, dan panen lebih banyak,” terang Lasino(ono)

Buka Lahan Diatur Dalam Perbup No.18 Tahun 2020

Sintang, LK- Pemerintah Kabupaten Sintang terus mensosialisasikan peraturan Bupati No 18 tahun 2020 tentang tatacara bakar lahan.

Setelah sebelumnya Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang melakukan sosialisasi di Kecamatan Binjai, Hari ini Kamis (25/5/2020) Wakil Bupati Sintang DRs. Askiman juga melakukan sosialisasi peraturan Bupati No 18 tahun 2020. Kegiatan dilaksanakan di Gedung Serbaguna Kecamatan Kayan Hilir.

Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati Sintang, Askiman mengatakan bahwa dalam upaya Pemerintah Kabupaten Sintang menanggulangi asap akibat dari Kebakaran hutan dan lahan, maka Pemerintah akan mengeluarkan status tanggap darurat.

“jadi, ketika kondisi udara sudah mulai memburuk akibat dari pembakaran hutan dan lahan, berarti udara kita sudah banyak dengan asap, kemudian Pemerintah mengeluarkan status tanggap darurat dari yang kategori baik menjadi berbahaya, sehingga dari itu semua, maka kegiatan membakar ladang itu harus dikurangi, yang bertujuan menghilangkan kepekatan asap itu sendiri dan meningkatkan kualitas udara yang baik,” kata Askiman.

Askiman menambahkan upaya mengantisipasi terjadinya kepekatan asap pada saat kebakaran hutan dan lahan, didalam Peraturan Bupati Sintang No.18 tahun 2020 telah diatur bagaimana cara membuka lahan tanpa membakar dan membuka lahan dengan cara dibakar yang terkendali.

“jangan adalagi persepsi bahwa Pemerintah melarang petani untuk berladang, yang dilarang itu adalah asap yang pekat, kalau membakar boleh, asal sesuai isi dari Perbup No.18 tahun 2020 ini, Pemerintah mengaturnya, dengan catatan satu Kepala Keluarga membakar 2 hektar dan melaporkannya kepada aparat desa setempat, sehingga makna daripada Perbup ini lebih kepada perlindungan terhadap pelaku kearifan lokal dalam hal ini petani tradisional yang berladang,”ujarnya.

Dulu, kata Askiman, aturan yang dibuat oleh Pemerintah Kabupaten Sintang belum mengatur tentang kearifan local. Pada tahun 2016, Pemerintah Kabupaten Sintang sudah membuat Peraturan Bupati Nomor 57 tahun 2016, akan tetapi isi dari Perbup itu belum sepenuhnya mengakomodir persoalan kebutuhan kearifan lokal masyarakat Kabupaten Sintang, sehingga dibuatlah Perbup No.18 tahun 2020 ini yang isinya ada tentang kearifan local.

Askiman menjelaskan bahwa Perbup No.18 tahun 2020 ini mengacu kepada Undang-Undang No.32 tahun 2009 tentang Lingkungan Hidup.Perjalanan panjang dari aturan Perbup no.18 tahun 2020 ini dirancang, mulai dari UU.No.32 Tahun 2009 tentang Lingkungan Hidup, kemudian dibuatkanlah Perda No.1 tahun 2016, disesuaikan lagi dengan kondisi Kabupaten Sintang dibuatkan Perbup No.57 tahun 2016, setelah itu semua masih ada poin yang belum mengatur tentang kearifan lokal dan belum mengakomodir kebutuhan masyarakat lokal, sehingga diperbaharui lagi dengan Perbup No.18 tahun 2020 yang isinya sudah mengatur tentang kearifan local.

Askiman berpesan kepada seluruh Kepala Desa yang hadir dalam kegiatan sosialisasi Perbup No.18 tahun 2020 agar dapat melaksanakan sosialisasi hingga ketingkat paling bawah dengan sebaik-baiknya, sehingga masyarakat dapat mengetahui aturan tersebut.

“Pemerintah menghargai semua kearifan lokal, laksanakan pembukaan lahan sesuai dengan aturan dan ketentuan yang diatur dalam Perbup No.18 tahun 2020, saya minta para Kepala Desa lakukanlah sosialisasi tentang Perbup ini hingga tingkat Dusun dan RT, agar semua masyarakat memahami isi aturan dari Perbup ini, dan laksanakanlah dengan sebaik-baiknya”, pesan Askiman.

Camat Kayan Hilir, M. Napiah menjelaskan kepada para Kepala Desa yang hadir tentang tujuan daripada pertemuan sosialisasi ini diselenggarakan untuk menyampaikan isi dari Peraturan Bupati No.18 tahun 2020 tentang bagaimana kita membuka lahan agar tidak terjadi penumpukan asap yang pekat pada saat musim kemarau.(ono)