PWI Sintang Santuni Anak Yatim Dan Kaum Dhuafa

0

Sintang, LK – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Sintang kembali menunjukkan kepeduliannya kepada sesama di Bulan Ramadhan ini. Setelah membagikan masker dan takjil pada masyarakat di awal Ramadhan , kali ini PWI Kabupaten Sintang menggelar buka puasa bersama dengan anak-anak Panti Asuhan Hira, Kamis (14/5/2020) di gedung utama Panti Asuhan Hira jalan YC Oevang Oeray Baning komplek SMP 3 Sintang.

Ketua PWI Perwakilan Kabupaten Sintang, Tantra Nur Andi mengatakan kegiatan berbagi ini sebagai bentuk kepedulian PWI perwakilan Kabupaten Sintang kepada anak yatim piatu dan kaum dhuafa.

“Kegiatan buka puasa bersama ini, kami gelar sebagai bentuk perhatian PWI Sintang terhadap anak anak Panti Asuhan Hira. Kami ingin selalu menjalin tali kasih dan silaturahmi dengan mereka, agar para anak anak panti merasa mendapatkan perhatian sehingga mereka selalu semangat untuk belajar,” kata Tantra Nur Andi.

Pada anak – anak Panti Asuhan Hira, Tantra berpesan, untuk selalu semangat dalam menuntut ilmu, agar kelak menjadi anak anak yang sholeh, sholehah dan berprestasi sehingga menjadi generasi yang berguna bagi bangsa dan negara.

“Kepada adik adik Panti Asuhan, jangan lupa jaga kesehatan dengan rajin cuci tangga, menggunakan masker dan jangan pernah meninggalkan sholat,” pesannya.

Pengelola Panti Asuhan Hira, Salmon menyampaikan rasa terima kasihnya pada PWI Sintang yang telah peduli pada anak anak panti dengan memberikan santunan pada mereka. Dikatakannya, Panti Asuhan Hira mengasuh 38 anak tingkat SMP dan SMA, terdiri dari 13 laki laki dan 25 perempuan.

“Semoga silaturahmi dengan rekan rekan wartawan selalu terjalin. Kami sangat mengharapkan kepedulian dari semua pihak untuk anak anak panti,” katanya.

Waka Polres Sintang, Kompol Alber Manurung mengatakan, kegiatan yang telah dilakukan PWI Sintang wujud tali kasih terhadap sesama dari rekan rekan wartawan sebagai makhluk sosial, yang tidak membedakan suku, agama dan ras. “Kita memang harus selalu menjalin hubungan dengan sesama. Di bulan Ramadhan ini, rekan rekan pers ingin mengeratkan kembali hubungan dengan sesama melalui kegiatan buka puasa bersama,” katanya.

Ia berpesan, anak anak Panti Asuhan Hira untuk tidak merasa minder karena tinggal di panti asuhan. “Anak anak panti saya lihat sudah mampu bersaing dengan sekolah favorit di Sintang. “Teruslah semangat belajar dan tuntutlah ilmu setinggi tingginya,” ajaknya.

Ustad Edy Sunaryo yang memberikan tausiah sebelum berbuka puasa juga mengajak anak anak panti untuk rajin belajar menuntut ilmu agama maupun sains sebagai bekal masa depan.

“Semangat terus. Ingat Jangan pernah minder,” katanya.

Edy juga sempat bercerita kehidupan dirinya di masa lalu. Ia dilahirkan bukan dari kalangan hartawan. Sejak kecil ia sudah terbiasa dengan hidup miskin. “Saya bisa jadi kepala sekolah karena belajar. Saya dulu juga hidupnya miskin, anak transmigrasi asli,” tuturnya.

Meski sejak kecil dulunya ia hidup  miskin namun Edy mengaku tidak patah semangat. Ia selalu berusaha dan berdoa kepada tuhan yang maha esa. “Kalian (anak-anak panti) juga harus punya cita cita yang tinggi,” tukasnya.

Kegiatan buka puasa bersama ini dihadiri juga Ulidal Mochtar, yang mewakili Bupati Sintang dan Dandim 1205 Sintang, Letkol Inf Eko Bintara Saktiawan.

Selain berbuka puasa, PWI Sintang juga memberikan santunan pada anak Panti Asuhan Hira berupa 25 mukena dan Ustad Edy Sunarno memberikan bingkisan berupa 13 sarung. (ono)

Tinggalkan Balasan

silahkan masukkan komentar anda
masukkan nama anda disini