Dewan Dukung Pemkab Selesaikan Sengketa Wilayah Bungkong

Sintang, LK- Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Sintang Agustinus RJ mendukung langkah pemerintah untuk segera menyelesaikan tapal batas antara Sintang Dan Sekadau tepatnya di Desa Bungkong Baru Kecamatan Sepauk.

“Terus berjuang, kami wakil rakyat mendukung supaya tidak menimbulkan konflik sosial dimasa yang akan datang.”kata Agus Tinus baru baru ini.

Agus Tinus juga mengaku akan membawa persoalan ini ke lembaga DPRD Sintang. Ia berharap DPRD dapat mengeluarkan surat desakan ke DPRD Provinsi Kalimantan Barat agar permasalahan ini segera terselesaikan.

“Kami di DPRD siap mendorong penyelesaian. Kami harap ini bisa diselesaikan secara cepat,” terang Agustinus RJ.

Seperti di ketahui konflik tapal batas di Desa Bungkong Baru masih terus terjadi. Bahkan permasalahan tapal batas sudah terjadi sejak 30 tahun. Hingga kini belum terselesaikan. Bahkan baru baru ini sejumlah masyarakat melakukan penyegelan terhadap kantor penmerintah desa.

Penyegelan kantor Desa Bungkong Baru di Kecamatan Sepauk dilatar belakangi karena belum jelasnya status wilayah Desa tersebut. Pemerintah Kabupaten Sintang dan Pemerintah Kabupaten Sekadau sampai saat ini masih saling klaim terkait kepemilikan desa Bungkong Baru.

Kabupaten Sintang menganggap Desa Bungkong adalah bagian dari Kabupaten Sintang. Tidak mau kalah Pemerintah Kabupaten Sekadau pun mengklaim Desa Bungkong bagian dari Wilayah Teritorial Sekadau.(ono)

Kantor Desa Di Segel, Ini Motif Penyegelan

Sintang, LK- Penyegelan kantor Desa Bungkong Baru di Kecamatan Sepauk dilatar belakangi karena belum jelasnya status wilayah Desa tersebut. Pemerintah Kabupaten Sintang dan Pemerintah Kabupaten Sekadau sampai saat ini masih saling klaim terkait kepemilikan desa Bungkong Baru.

Kabupaten Sintang menganggap Desa Bungkong adalah bagian dari Kabupaten Sintang. Tidak mau kalah Pemerintah Kabupaten Sekadau pun mengklaim Desa Bungkong bagian dari Wilayah Teritorial Sekadau.

“Persoalan batas wilayah ini sudah terjadi selama 30 tahun. Sampai hari ini belum selesai. Sengketa ini adalah sengketa administrasi negara antara Sintang dan Sekadau. Sehingga menjadi kewenangan Tim Penegasan Batas Daerah Provinsi dan jika tidak selesai baru dibawa ke Kemendagri.Saat ini kita sedang menunggu keputusan tim Kemendagri,” terang Herkulanus Roni Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kabupaten Sintang kemarin.

Pemerintah Kabupaten Sintang kata dia sudah melaporkan aksi penyegelan ke Polres Sintang. Roni tetap bersikukuh secara administratif kasusnya ada di wilayah hukum Polres Sintang sehingga laporan pun dilayangkan ke Polres Sintang.

“Kita melaporkan tindakan pidana penyerangan, penyegelan, pengrusakan, ancaman dengan kekerasan karena mereka membawa parang,”tukasnya

Hal sama juga disampaikan Anggota DPRD Sintang Agustinus RJ. Sebagai wakil rakyat Agus mengaku mendukung penuh perjuangan Pemerintah Kabupaten Sintang dalam mengelesaikan batas Desa Bungkong.

“Terus berjuang, kami wakil rakyat mendukung supaya tidak menimbulkan konflik sosial dimasa yang akan datang. Saya akan sampaikan persolan ini ke lembaga DPRD untuk mengeluarkan desakan kepada DPRD provinsi membantu. Kami di DPRD siap mendorong penyelesaian. Kami harap ini bisa diselesaikan secara cepat,” terang Agustinus RJ

Yustinus Mesir Kepala Desa menyampaikan bahwa penyegelan puskesdes sangat menganggu pelayanan kesehatan khususnya pelayanan kepada ibu-ibu hamil yang memerlukan sentuhan tenaga medis. “dengan disegelnya puskesdes ini, bagaimana ibu hamil atau warga yang sakit bisa mendapatkan pelayanan kesehatan,” keluh Yustinus Mesir

Albinus Tokoh Masyarakat Bungkong Baru menuturkan bahwa sebelumnya sudah mengambil titik koordinat di Natai Keladan. “namun, saat itu Pemkab Sintang saya anggap lemah dalam soal batas ini. Namun, setelah mendengar pernyataan Wakil Bupati Sintang, saya menjadi yakin kita bisa menyelesaikan soal batas ini. Saya setuju kalau batas ada di Natai Keladan. Itulah batas alam yang sebenarnya” terang Albinus.

Alan Sekretaris Desa Bungkong Baru menjelaskan dikarenakan kantor desa disegel warga Sungsong maka aktivitas pemerintahan desa agak terganggu. Menadus tokoh masayarakat menjelaskan soal batas kita lebih kuat secara administrasi. “Pemerintah Pusat melalui Kemendagri juga sudah menawarkan win win solution bahwa batas ada di jembatan gantung namun Sekadau tidak mau terima,” terang Menadus. (ono)

Kantor Desa Disegel, Wabub Datangi Desa Bungkong

Sintang, LK- Wakil Bupati Sintang Askiman melakukan kunjungan kerja ke Dusun Bungkong Baru Kecamatan Sepauk Selasa, (26/5/2020). Kunjungan wakil Bupati Sintang ini menyusul adanya penyegelan sejumlah kantor milik pemerintah Kabupaten Sintang yang dilakukan sejumlah masyarakat pada kamis pecan lalu.
Kantor yang disegel diantaranya adalah Kantor Desa Bungkong Baru, Gedung Puskesdes Desa Bungkong Baru dan Gedung Serbaguna Desa Bungkong
Dalam kunjungan kerja tersebut, Wakil Bupati Sintang didampingi Herkolanus Roni Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa, Agustinus RJ Anggota DPRD Sintang, Yustinus J Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Camat Sepauk, Kapolsek Sepauk, serta Danramil Sepauk
Wakil Bupati Sintang meminta kepada warga Desa Bungkong Baru dan sekitarnya untuk tidak membalas tindakan anarkis dan meminta jajaran pemerintahan desa Bungkong Baru untuk tetap menjalankan roda pemerintahan dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“saya minta pihak kepolisian untuk mengidentifikasi kerusakan yang terjadi akibat tindakan pidana anarkis ini. Pemkab Sintang minta tindakan penegakan hukum dilaksanakan sampai tuntas. Kalau kita tidak tangani kasus pidana ini, situasinya bahaya,” ujar Askiman.
Askiman mengaku datang ke Desa Bungkong atasnama Pemerintah Kabupaten Sintang. Tidak ada kepentingan pribadi. Jika ada permasalahan untuk dapat diselesaikan dengan hati yang dingin.

“Saya kesini atas nama Pemkab Sintang. “kita datang kesini sengaja tidak membuka segel karena barang bukti. Tetapi hanya melihat dan meninjau saja. Soal segel karena sudah berada di ranah hukum maka kita tunggu proses hukum saja. Saya apresiasi terhadap sikap warga Desa Bungkong Baru yang tidak melakukan pembalasan. Itulah sikap orang Dayak yang sebenarnya. Kita harus memproses kejadian ini secara hukum. Supaya tidak terjadi dimasa yang akan datang. Kapolres Sintang sudah komunikasi dengan Pemkab Sintang bahwa kejadian penyegelan ini ada di daerah Kabupaten Sintang. Keberadaan Kantor Desa dan Perda pemekaran desa adalah bukti hukum yang sah. Kita akan kawal proses hukum ini sampai selesai. Soal penyelesaian batas ini, kita akan kejar sampai ke manapun,” tambah Askiman.(ono)

Kunjung Mengunjungi Saat Hari Raya Tetap Jaga Jarak Ya…

Sintang, LK- Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sintang Santosa mengajak masyarakat untuk tetap memberlakukan sejumlah protocol kesehatan secara mandiri ditengah merebaknya virus Covid-19 terlebih di bulan hari raya idul fitri 1441 Hijriyah.

Budaya yang kerap dilakukan masyarakat di Kabupaten Sintang adalah budaya kunjung mengunjungi ke kerabat. Saling maaf memaafkan menjadi kebiasaan masyarakat di bumi Senentang setiap Idul fitri.

“Sudah 2 (dua) hari lebaran ini, masyarakat kunjung mengunjungi ke kerabat. Saya selalu mengingatkan ayo ikuti anjuran pemerintah.Selalu sediakan air cuci tangan dan sabun di depan rumah. Kemudian pas teman-teman dekat dan keluarga datang ya kita ingatkan untuk tetap jaga jarak juga selama di dalam rumah,” ujar Santosa.

Menurut Santo kondisi pembatasan sosial ini juga memberikan dampak positif bagi masyarakat. Ia mengatakan, kesempatan berkumpul lebih banyak dengan keluarga dapat menjadi hikmah tersendiri dari pandemi ini.

“Tetapi tanpa mengurangi hikmat dari suasana hari Idul Fitri, dimana kita kembali ke fitri setelah berpuasa selama 30 hari. Kita di rumah aja, ya mari disyukuri saja,” ujar Santo lagi.

Sebagai anggota DPRD, Santoso juga mengaku prihatin dengan belum hilangnya Corona di di Bumi Senentang ini.Meski demikian Santosa mengajak masyarakat untuk tetap bersabat. Mudah-mudahan wabah covid-19 dapat segera hilang di Indonesia.

“Tahun ini adalah cobaan, ujian bagi kita. Banyak hikmah yang kita dapat. Yang dulunya kita mungkin keluarga jauh, jadi didekatkan dengan adanya pandemi ini,” pungkas ketua Komisi A DPRD Sintang itu.(rilis)

Ini Pesan Terry dihari Raya Idul Fitri

Sintang, LK- Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Barat Terry Ibrahim, S.Sos,MM merasa prihatin dengan adanya pandemi virus Corona di Kabupaten Sintang dan Indonesia Pada Umumnya, terlebih disaat umat muslim merayakan hari raya Idhul Fitri 1441 Hijriyah.

“lebaran kali ini sangat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya dimana semua sektor bisnis maupun usaha kecil sebagai roda perekonomian terpengaruh oleh dampak dari pandemi Covid-19 semua kita sama mengalami kondisi ini,” ujar Terry Ibrahim pada(23/05)melalui sambungan telepon.

Hari raya Idhul Fitri semestinya dapat dirayakan oleh umat muslim, namun tahun ini tidak bisa dirayakan secara maksimal. Kunjung mengunjuungi kerumah kerabat pun tidak bisa dilakukan lantaran adanya pandemi Virus Corona. Bahkan kegiatan ibadah pun yang semestinya dilaksanakan dirumah ibadah tidak bisa dilaksanakan secara maksimal.

Terry mengaku kangen dengan suasana lebaran. Meskipun dia bukan seorang muslim namun terry mengaku setiap idul fitri ia selalu mengunjungi sanak keluarga yang beragama muslim untuk saling maaf memaafkan.

“Secara pribadi dan keluarga saya mengucapkan Selamat Merayakan hari Raya Idhul Fitri 1 Syawal 1441,H kepada seluruh Umat muslim di Kalimantan barat saya sekeluarga mohon maaf lahir & bathin walaupun saya tidak dapat berkunjung satu persatu,di harapkan seluruh Masyarakat yang merayakan nya tetap melakukan sesuai protokol kesehatan,selalu cuci tangan pakai sabun, dan pergunakan masker, serta sosial distancing & physical distancing,” pinta Terry.

Dtengah wabah yang sedang menimpa Indonesia ini, terry mengajak masyarakat untuk tetap bersatu menjaga kekompakan sesama anak bangsa.Ia berharap penularan Virus Corona di Indonesia dan Khususunya Kalimantan Barat dapat segera diatasi.

“Mari dengan adanya wabah ini kita semua bersatu padu tetap taati himbauan Pemerintah demi mempercepat pemutusan mata rantai penularan Covid-19, dengan selesai bulan Ramadhan kini Umat’ muslim akan merayakan Idhul Fitri semoga dengan momen Lebaran tahun ini wabah ini segera berakhir dan semua sektor usaha bisa kembali berjalan lancar kita doakan bersama,” pungkasnya.(piyan)

Ditengah Wabah Corona, Pendidikan Tetap Menjadi Perhatian

SINTANG, LK – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang, Yulius mengatakan, bahwa pemerintah akan terus mempertimbangkan berbagai opsi untuk memperlancar proses belajar dari rumah bila kondisi pendemi Covid-19 ini berlangsung dalam jangka waktu lama.
“Hal tersebut sungguh tidak diharapkan semua pihak, namun gagasan antisipasi perlu untuk berjaga-jaga, karena kita inikan belum tahu berapa lama lagi pendemi Covid-19 ini akan berlangsung,” ujar Yulius, (11/5/2020).
Tentu kata Politisi Hati Nurani Rakyat (Hanura) ini, semuanya mau secepatnya pulih seperti dulu lagi, bisa beraktivitas seperti biasa lagi, bisa belajar di kampus lagi, bisa rapat-rapat lagi.
“ Tapi situasi ini tidaklah bisa kita pastikan. Tentu terkait dengan urusan belajar ini, kita semua akan memberi perhatian, inikan juga terkait dengan masa depan generasi penerus bangsa,” katanya.
Maka dari itu, semua pihak harus saling membantu, saling mendukung agar proses belajar tetap optimal. Pemerintah untuk saat ini tentulah belum ada anggaran yang bisa dialokasikan khusus terhadap hal ini, karna semua bentuk rasionalisasi anggaran sedang difokuskan untuk penanganan Covid-19.
“Tapi bila situasi ini berlangsung lebih lama dari perkiraan kita, tentu pemerintah akan berembuk dengan instansi terkait dan juga pihak lainnya untuk mengatasi persoalan ini. Bisa saja dengan membangun fasilitas-fasilitas jaringan komunikasi baru biar di kampung juga jadi mudah dapat sinyal,” pungkasnya. (pol)

Kuliah Online Terkendala Sinyal, Dewan Minta Pihak Kampus Beri Kompensasi

Sintang, LK- Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang, Yulius menyampaikan usulannya agar mahasiswa yang sedang mengalami kesulitan dalam mengikuti kuliah dalam bentuk online, dapat diberi pertimbangan khusus dalam hal nilai dan proses kelulusan.
“Karena Covid-19 ini, mahasiswa kita diminta untuk kuliah dari rumah. Lalu pulanglah mereka ke kampungnya masing-masing. Sementara pihak kampus, mulai mengusahakan perkuliahan dengan sistem online. Nah, kita di Sintang, pasti mengalami kendala besar untuk menerapkan cara kuliah seperti ini,” ujarnya melalui telepon, Senin (11/5/2020).
Yulius yakin, lebih dari 70 persen mahasiswa yang berasal dari pedalaman, khususnya di Kabupaten Sintang pasti banyak yang susah sinyal. Jangankan untuk mengerjakan tugas secara online, untuk di telepon saja tidak bisa.
“Saya harap, pihak kampus seperti UNKA, STKIP, STIKES di Sintang itu dapat memberikan pertimbangan, khususnya bagi adek-adek mahasiswa kita ini. Untuk jangka pendek, pada semester ini, kiranya mereka bisa dapat nilai yang cukup untuk bisa meneruskan ke semester depan,” terangnya.
Sementara itu, Rektor Universitas Kapuas (UNKA) Sintang, Antonius mengatakan, bahwa pihaknya sudah menerapkan sejumlah metode belajar online sejak Sintang ditetapkan berstatus KLB (Kejadian Luar Biasa) terkait pandemi Covid-19. Namun proses perkuliahan ini juga menghadapi sejumlah kendala sehingga dirasa belum optimal penerapannya.
“Sintang juga menjadi wilayah yang juga rawan atas penyebaran dampak dari Covid-ini. Kami di lembaga pendidikan, begitu Sintang menyatakan status KLB, kami juga mengikuti. Mau tidak mau kami harus berubah. Terutama pelayanan kepada mahasiswa,” katanya.
Untuk saat ini, pihaknya menerapkan perkuliahan sistem daring atau online. Pada penerapannya, sekalipun pada kondisi industri 4.0 belum semua di Sintang itu siap dengan perkuliahan online ini. Tapi mau tidak mau dengan dampak Covid-19 dipaksakan untuk melaksanakan sistem daring.
“Berbagai kendala yang kami hadapi, terutama sebaran mahasiswa yang sampai ke pelosok. Ada banyak dari mereka yang memang tidak mendapatkan signal. Sehingga sistem perkuliahan daring, yang semula kita mau dengan sistem video conference jadi sangat terbatas,” katanya.
Kemudian kita sikapi dengan sistem lain, yaitu penyampaian materi dengan google classroom kemudian dengan wa group, kemudian dengan google meeting.
“Jadi ada beberapa strategi kita menyesuaikan dengan situasi saat ini. Kita tahu ini belum optimal, tapi kita tetap berusaha sebaik mungkin. Semoga saja pendemi Covid-19 ini segera berlalu,” tutupnya. (p0l)

Ditengah Pandemi Covid-19 Jangan Ada Yang Putus Sekolah

Sintang, LK- Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sintang H Senen Maryono mengajak anak muda untuk tetap semangat menempuh pendidikan, baik ditingkat SD, SMP,SMA maupun perguruan tinggi meskipun masih dilanda wabah virus Corona.

“Sebagai anggota DPRD di komisi yang membidangi Pendidikan dan mantan praktisi dunia pendidikan, saya sangat sependapat kalau anak-anak lulusan SMA, SMK maupun Aliyah yang mau lanjut kuliah, untuk bisa terus lanjut ke perguruan tinggi yang diinginkan,” kata Senen maryono kemarin

Senen mengaku dampak Covid-19 di Kabupaten Sintang sangat dirasakan. Mulai dari dampak ekonomi maupun dampak pendidikan.Anak anak tidak bias bertatapmuka di sekolah. Pandemi Covid 19 telah mengakibatkan penghentian aktivitas belajar di sekolah dan kampus. Ada yang tetap melanjutkan proses belajar dengan sistem daring, namun khusus bagi pelajar kelas 6, kelas 9 dan kelas 12 kondisi ini mengakibatkan mereka tidak menjalani ujian nasional.Mereka yang sudah dinyatakan lulus pun bersiap-siap untuk mengurus pendaftaran ke jenjang yang lebih tinggi.

“Karna masa pendemi dan segala dampaknya ini termasuk dalam hal ekonomi, saya menyarankan sepanjang ada jurusan yang dituju telah ada di berbagai perguruan tinggi di Sintang maka tentu akan lebih efisien dan efektif untuk studi di Sintang saja. Selain bisa lebih dekat dengan orang tua, biaya hidup juga jadi lebih terjangkau,” papar politisi Partai Amanat Nasional itu.

Senen menambahkan, bahwa kualitas perguruan tinggi di Sintang tidak kalah dari universitas di luar. Beliau menyebutkan saat ini sudah banyak alumni universitas di Sintang yang telah menduduki jabatan penting di masyarakat.
“Kita ambil contoh, misalnya Kepala Dinas Kominfo Sintang saat ini, Pak Kurniawan, beliau itu lulusan UNKA Sintang, lalu ada juga pak D. Mahmud Husein, S.Sos yang meniti karier sampai jadi Kakanwil Kemenag Provinsi Kalbar, beliau juga lulusan dari UNKA Sintang,” ungkap Senen.

“Masalah kualitas tentu tergantung juga kemauan belajar mahasiswa itu sendiri,” tegas Wakil Ketua Komisi C DPRD Sintang itu lagi.(ono)

PWI Sintang Santuni Anak Yatim Dan Kaum Dhuafa

Sintang, LK – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Sintang kembali menunjukkan kepeduliannya kepada sesama di Bulan Ramadhan ini. Setelah membagikan masker dan takjil pada masyarakat di awal Ramadhan , kali ini PWI Kabupaten Sintang menggelar buka puasa bersama dengan anak-anak Panti Asuhan Hira, Kamis (14/5/2020) di gedung utama Panti Asuhan Hira jalan YC Oevang Oeray Baning komplek SMP 3 Sintang.

Ketua PWI Perwakilan Kabupaten Sintang, Tantra Nur Andi mengatakan kegiatan berbagi ini sebagai bentuk kepedulian PWI perwakilan Kabupaten Sintang kepada anak yatim piatu dan kaum dhuafa.

“Kegiatan buka puasa bersama ini, kami gelar sebagai bentuk perhatian PWI Sintang terhadap anak anak Panti Asuhan Hira. Kami ingin selalu menjalin tali kasih dan silaturahmi dengan mereka, agar para anak anak panti merasa mendapatkan perhatian sehingga mereka selalu semangat untuk belajar,” kata Tantra Nur Andi.

Pada anak – anak Panti Asuhan Hira, Tantra berpesan, untuk selalu semangat dalam menuntut ilmu, agar kelak menjadi anak anak yang sholeh, sholehah dan berprestasi sehingga menjadi generasi yang berguna bagi bangsa dan negara.

“Kepada adik adik Panti Asuhan, jangan lupa jaga kesehatan dengan rajin cuci tangga, menggunakan masker dan jangan pernah meninggalkan sholat,” pesannya.

Pengelola Panti Asuhan Hira, Salmon menyampaikan rasa terima kasihnya pada PWI Sintang yang telah peduli pada anak anak panti dengan memberikan santunan pada mereka. Dikatakannya, Panti Asuhan Hira mengasuh 38 anak tingkat SMP dan SMA, terdiri dari 13 laki laki dan 25 perempuan.

“Semoga silaturahmi dengan rekan rekan wartawan selalu terjalin. Kami sangat mengharapkan kepedulian dari semua pihak untuk anak anak panti,” katanya.

Waka Polres Sintang, Kompol Alber Manurung mengatakan, kegiatan yang telah dilakukan PWI Sintang wujud tali kasih terhadap sesama dari rekan rekan wartawan sebagai makhluk sosial, yang tidak membedakan suku, agama dan ras. “Kita memang harus selalu menjalin hubungan dengan sesama. Di bulan Ramadhan ini, rekan rekan pers ingin mengeratkan kembali hubungan dengan sesama melalui kegiatan buka puasa bersama,” katanya.

Ia berpesan, anak anak Panti Asuhan Hira untuk tidak merasa minder karena tinggal di panti asuhan. “Anak anak panti saya lihat sudah mampu bersaing dengan sekolah favorit di Sintang. “Teruslah semangat belajar dan tuntutlah ilmu setinggi tingginya,” ajaknya.

Ustad Edy Sunaryo yang memberikan tausiah sebelum berbuka puasa juga mengajak anak anak panti untuk rajin belajar menuntut ilmu agama maupun sains sebagai bekal masa depan.

“Semangat terus. Ingat Jangan pernah minder,” katanya.

Edy juga sempat bercerita kehidupan dirinya di masa lalu. Ia dilahirkan bukan dari kalangan hartawan. Sejak kecil ia sudah terbiasa dengan hidup miskin. “Saya bisa jadi kepala sekolah karena belajar. Saya dulu juga hidupnya miskin, anak transmigrasi asli,” tuturnya.

Meski sejak kecil dulunya ia hidup  miskin namun Edy mengaku tidak patah semangat. Ia selalu berusaha dan berdoa kepada tuhan yang maha esa. “Kalian (anak-anak panti) juga harus punya cita cita yang tinggi,” tukasnya.

Kegiatan buka puasa bersama ini dihadiri juga Ulidal Mochtar, yang mewakili Bupati Sintang dan Dandim 1205 Sintang, Letkol Inf Eko Bintara Saktiawan.

Selain berbuka puasa, PWI Sintang juga memberikan santunan pada anak Panti Asuhan Hira berupa 25 mukena dan Ustad Edy Sunarno memberikan bingkisan berupa 13 sarung. (ono)

Prihatin Tahun Ini Tak Ada Gawai

Sintang, LK- Anggota DPRD Sintang, Agustinus, S.H menyampaikan keprihatinannya karna agenda tahunan Gawai Dayak ditiadakan untuk tahun ini. Hal ini dikemukakan Agustinus, pada wawancara melalui telepon, Rabu (13/05/2020).
“Menurut pendapat saya dengan tidak adanya gawai pada tahun ini karna kondisi covid 19, tentunya kita sangat prihatin mengingat ini sebenarnya budaya tradisi orang Dayak yang setiap tahunnya kita laksanakan,” kata Agustinus. “
Meski demikian Legislator Partai Perindo ini menyakini masyarakat Dayak dapat memaklumi karena adanya wabah Covid-19.
“ saya yakin ya masyarakat Dayak bisa menerima bahwa sesuai dengan anjuran pemerintah kita tidak boleh berpesta, tidak boleh berkumpul,” tambah anggota Komisi D DPRD Sintang itu.

Menurut Politisi Partai Perindo ini, Gawai Nyelepat Tahun yang dilaksanakan setiap tahun untuk mengucap syukur atas panenan dan keselamatan padi pada tahun-tahun mendatang. Agustinus mengatakan, ritual padi yang menjadi inti gawai tetap bisa dan tetap harus dilaksanakan oleh masyarakat Dayak, hanya saja tahun ini dilakukan tanpa keramaian berlebih seperti tahun-tahun sebelumnya.

“Budaya tradisinya tidak salah untuk dilaksanakan. Tradisi Nyengkelan, di kami Dayak Desa, itu ritual memberkati alat-alat berladang, seperti pisau, kapak, dan benih-benih padi yang merupakan inti gawai itu bisa dilaksanakan, mohon maaf, hanya potong ayam satu ekor serta sesajian untuk ritualnya, itu bisa dilaksanakan. Karna itu tidak bisa ditinggalkan ya, Nyengkelan itu,” ungkap Agus lagi.

“Mungkin kalau ada yang mau melaksanakan Bilang Pekain atau nikah adat, Ngansah Gigi, Manik Nemiak, dan atau tradisi lainnya itu bisa dilakukan cuma tidak dengan cara meriah, tidak dengan mengumpulkan banyak orang, tapi benar-benar melaksanakan budaya tradisi, yang setiap tahun rutin dilaksanakan. Inti dari gawai itu boleh dilaksanakan tapi tidak dengan berpesta pora. Itu yang saya anjurkan kepada masyarakat kita,” tutup pria yang juga merupakan Ketua Front Pembela Dayak Kecamatan Sepauk itu.(ono)