Cegah Corona, Perusahan Jangan Datangkan TKA

Sintang197 Dilihat

Sintang, BK- Wakil Bupati Sintang Drs. Askiman, MM yang juga Wakil Ketua I Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disesase (Covid-19) Kabupaten Sintang melaksanakan rapat dengan perusahaan perkebunan kelapa sawit Senin, (27/4/2020) di Balai Pegodai.
Dalam rapat tersebut, Wakil Bupati Sintang meminta perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Sintang untuk sementara waktu tidak diperbolehkan menerima tenaga kerja dari luar Kabupaten Sintang atau bahkan Tenaga Kerja Asing (TKA).
“Terkait upaya pencegahan penyebaran virus corona oleh pihak perkebunan. Bagi saya kegiatan perusahaan silakan dilaksanakan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan dan anjuran pemerintah serta mengambil langkah-langkah antisipasi. Perusahaan memang perlu tenaga kerja tetapi dalam kondisi seperti ini, maka mendatangkan pekerja dari luar terpaksa kami larang,” kata Askiman.
Saat ini kata Askiman TKA di Kabupaten Sintang berjumlah 20 orang. Ini tersebar di sejumlah perusahaan.
“TKA di Sintang total jumlahnya 20 orang. Itu jumlah riil terkini. Kami juga akan lakukan sosialisasi di lapangan terbuka di kecamatan yang ada kawasan transmigrasinya. Sosialisasi ini sebagai upaya pencegahan penyebaran virus corona,” tambah Wabup Sintang.
Dalam kesempatan itu, Askiman juga meminta masyarakat untuk tetap berhati hati dan selalu waspada. Masyarakat jangan terlalu takut terutama di kawasan perbatasan Indonesia- Malaysia.
“ Kawasan perbatasan juga menjadi perhatian saya, karena hasil kunjungan saya ke kawasan perbatasan kemarin. Ada 116 warga Sintang yang bekerja di Malaysia yang akan segera masuk atau dipulangkan melalui jalur tikus yang memang 18 di desa di Ketungau Hulu dan Ketungau Tengah. Saya sudah ingatkan warga di sana untuk menerima mereka,” terang Askiman
Hal sama juga diungkapkan Gunardi Kepala Bidang (Kabid) Pengembangan Perkebunan Dinas Perkebunan dan Pertanian Kabupaten Sintang. Dalam arahanya Gunardi juga menghimbau agar perkebunan sawit yang ada pabrik untuk mohon kiranya di dalam pabrik tetap menjalankan protokol kesehatan.
“karena dalam aktivitasnya ada pergerakan orang disana seperti supir, kernet dan para pekerja” terang Gunardi.
Rapat dihadiri Hata Kadis Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sintang, Gunardi Kabid Pengembangan Perkebunan Dinas Perkebunan dan Pertanian Kabupaten Sintang dan perwakilan perusahaan perkebunan. (ono)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.