Ini Kronologis Penangkapan Pengedar Narkoba di Baning

Sintang240 Dilihat

Sintang, LK- Satuan Narkoba Polres Sintang kembali menangkap dua orang yang diduga menjadi pengedar narkoba jenis sabu. Penangkapan dilakukan di Jalan Dharma Putra Desa Baning Kota Kecamatan Sintang, Minggu (19/04/2020).
Informasi yang dihimpun lintaskalbar.com penangkapan terjadi pada pukul 22.30 Wib. Ketika itu tersangka berinisial SE alias A sedang mengendarai sepeda motor Yamaha jenis Mio M3 dengan nomor Polisi KB 2401 RY dijalan dharma Putra.
Kapolres Sintang Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Jhon H Ginting melalui Perwira Urusan (Paur) humas Ipda Baryono membenarkan perihal penangkapan dua orang yang diduga menjadi pengedar Narkoba Jenis Sabu di wilayah Desa Baning Kota.
Dua orang tersebut masing-masing berinisial SE Alias A dan M Alias K. Keduanya adalah warga Jalan Teuku Umar ,Desa Baning Kota Kecamatan Sintang Kabupaten Sintang.
Baryono menceritakan, kronologis penangkapan SE Alias A dan M Alias K yang dilakukan polisi atas informasi dari masyarakat pada tanggal 16 April 2020 masyarakat menginformasikan bahwa SE Alias A kerap mengedarkan Narkoba Jenis Sabu.
Atas informasi tersebut Satuan Reserce Narkoba Polres Sintang pada tanggal 19 April 2020 melakukan penangkapan SE Alias A. Penangkapan dilakukan dijalan Dharma Putra Desa Baning Kota Kecamatan Sintang. Kala itu, SE Alias B sedang mngendarai sepeda motor Yamaha jenis Mio M3 dengan nomor Polisi KB 2401 RY.
Polisi langsung melakukan penggledahan badan. Dari hasil penggledahan Polisi menemukan barang bukti berupa 1 (satu) buah tas warna hitam berisi 1 (satu) buah tabung warna coklat berisi 2 (dua) klip plastik transparan berisi kristal putih diduga narkotika jenis shabu, 1 (satu) buah timbangan digital berbentuk kunci mobil, 1 (satu) buah sendok shabu dari potongan pipet, 22 (dua puluh dua) klip plastic kosong. 4 (empat) buah korek api gas. 1 (satu) buah jarum shabu.
Tidak hanya itu, Polisi juga mengamankan Uang sebesar Rp. 1.300.000 (satu juta tiga ratus ribu rupiah), 1 (satu) unit handphone merk OPPO F3 plus warna hitam, 1 (satu) buah dompet kecil warna biru muda berisi 1 (satu) bungkus klip plastik transparan kosongm, 1 (satu) buah cangklong (pipa kaca), 1 (satu) buah tutup botol yang terpasang 2 (dua) buah pipet warna putih, 1 (satu) buah pipa kaca fanbo, 2 (dua) potong pipet warna putih, 1 (satu) klip plastic kosong bekas shabu. Keseluruhan barang bukti tersebut diakui kepemilikannya oleh Tersangka S.E Alias A.
Tidak berhenti sampai disitu, Polisi pun melakukan introgasi terkait asal muasal barang haram tersebut diperoleh. Kepada petugas Tersangka S.E Alias A mengakui memperoleh 2 (dua) klip plastik transparan berisi kristal putih diduga narkotika jenis shabu tersebut dari seseorang berinisial M Alias K.
Tidak menunggu waktu lama, petugas langsung mencari keberadaan M Alias K. Dengan petunjuk yang diberikan SE kepada Polisi, pada hari Minggu tanggal 19 April 2020 sekitar jam 23.10 wib Polisi melakukan penangkapan terhadap tersangka M Alias K di rumah kontrakan di Jalan YC Oevang Oeray Gang Hutan wisata Desa Baning Kota Sintang dengan disaksikan ketua RT.
Petugas langsung melakukan penggledahan. Dari hasil penggledahan Polisi menemukan barang bukti 1 (satu) klip plastik transparan berisi kristal putih diduga narkotika jenis shabu. 1 (satu) buah timbangan digital merk POCKET SCALE warna hitam. 5 (lima) buah korek api gas. 1 (satu) buah tutup botol warna biru terpasang pipet dan pipa kaca. 3 (tiga) buah pipet. 6 (enam) klip plastik trasnparan bekas shabu.
Tidak hanya itu, Polisi juga mengamankan 6 (enam) buah slip setoran tunai Bank BCA. 1 (satu) buah buku tabungan Bank BCA An. Muchlis. 2 (dua) buah buku cacatan penjualan shabu. Uang sebesar Rp. 3.800.000,- (tiga juta delapan ratus ribu rupiah). 1 (satu) buah handphone merk Vivo warna hitam biru tanpa sim card. 1 (satu) buah handphone merk OPPO F1S warna gold,1 (satu) buah handphone merk NOKIA warna hitam. Keseluruhan barang bukti tersebut diakui kepemilikannya oleh Tersangka M Alias K.
“Untuk tersangka saat ini sudah ditahan di Polres Sintang,” kata Baryono.
Baryono mengungkapkan kedua tersangka terancan Pasal 114 Ayat (1) dan atau Pasal 112 Ayat (1) Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.(ono)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.