Askiman: Jangan Ada Pungutan Diluar Aturan

Sintang189 Dilihat

Sintang,LK- Wakil Bupati Sintang Drs. Askiman, MM mengingatkan kepada aparat Pemerintahan jangan ada melakukan pungutan diluar aturan.
Pernyataan tersebut disampaikan Askiman disela-sela memimpin jalannya rapat koordinasi lintas Organisasi Perangkat Daerah di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Sintang, dengan agenda membahas rencana penataan sejumlah pasar di Kota Sintang Rabu (15/4/2020)
“saya memberikan perhatian khusus untuk Pasar Masuka. saya mau mengingatkan agar aparat pemerintahan jangan melakukan pungutan diluar aturan. Jangan lakukan pungli,”kata Askiman.
Askiman mengaku kerap pergi kepasar masuka untuk berbelanja. Penataan parkir amburadul dan ada kendaraan parkir inap yang mengganggu keluar masuk kendaraan di wilayah pasar.
“saya jam 4 subuh pernah pergi ke Pasar Masuka. Kondisi sangat ramai. Penjual sayur keliling keluhkan kendaraan parkir inap disana,”tutur Askiman.
“Saya ingin kita mampu mengatur ketertiban dalam semua hal yang ada di Pasar Masuka. Kita harus tegas. Pedagang yang tidak aktif dan menyewakan lapak kepada orang lain kita hentikan. Kita akan bersihkan hal seperti itu. Pertumbuhan pedagang dan konsumen sangat luar biasa tetapi jangan sampai semerawut. Kita harus tetap atur semuanya. Kalau ada pedagang yang bandel, kita harus tegas,” imbuhnya
Tidak hanya pasar Masuka, Pasar Baning yang berada di Desa Baning Kota juga dirasakan belum maksimal. Masih ada pedagang yang tidak aktif, terutama yang sudah sewa lapak tetapi tidak berjualan
“Saya melihat belum maksimal juga. Kalau ada pedagang yang tidak aktif, ganti saja karena banyak orang yang mau berjualan tetapi tidak mendapatkan tempat,” tambah Askiman.
Sementara Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop dan UKM) mengaku penertiban dan pembenahan selalu dilakukan dua bulan sekali. namun, setelah ditertibkan, kondisi yang tertib itu hanya berlangsung 2 hari, setelah itu semerawut lagi. Penyebabnya banyak PKL yang berjualan bukan pada tempatnya. Areal parkir dipakai oleh pedagang bukan untuk parkir.
“Kami siap memberikan dukungan atas rencana penataan dan penertiban ini. Saya juga akan tuntaskan persolan ini sebelum bulan puasa. Persoalan Pasar Masuka sangat kompleksitas. Tapi kami yakin 2 minggu selesai jika lintas OPD bisa bersama-sama,” tegas Sudirman.(ono)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.