Cegah Covid-19 Jarot Minta Camat, Lurah Dan Kades Buat Surat Edaran

Sintang221 Dilihat

Sintang,LK- Bupati Sintang H Jarot Winarno, M.Med.Ph meminta Camat, Kepala Desa dan Lurah untuk membuat surat edaran guna mencegah penyebaran coronavirus disease tahun 2019 (Covid-19) di Kabupaten Sintang.

“saya minta camat, lurah dan kepala desa segera buat edaran supaya semua warganya saat keluar rumah wajib pakai masker, jaga jarak sosial, cuci tangan, jaga kebersihan lingkungan,” tutur Jarot ketika memberikan arahan kepada 14 Camat, 13 Kepala Desa dan 16 Lurah Se Kecamatan Sintang pada Rabu, (9/4/2019) di Pendopo Bupati Sintang

Menurut Jarot, 86 persen kasus COVID-19 tanpa gejala, karena itu masyarakat diminta untuk waspada, terlebih dalam menghadapi bulan suci romadhon dan arus mudik lebaran.“86 persen kasus COVID-19 tanpa gejala. Jadi kita harus selalu waspada. Saya melihat, Indonesia saat ini mencapai puncak COVID-19. Namun kita menghadapi bahaya besar yakni arus mudik lebaran dan pasca lebaran. Pengalaman tahun lalu ada 2.2 juta orang yang akan mudik. Kita tidak tahu berapa jumlah orang yang mau dengarkan anjuran untuk tidak mudik,” terang Bupati Sintang.
Jarot juga mengingatkan penggunaan Desinfektan untuk penyemprotan bukanlah untuk manusia. Jangan sampai terkena mata, hidung dan mulut karena akan berdampak buruk. “Kena pakaian atau badan masih boleh tapi jangan sampai kena mata,” tuturnya.

Hingga kini menurutnya ada 1,4 juta kasus corona di dunia tersebar di 209 negara. 81 ribu orang meninggal dunia dan 300 ribuan orang dinyatakan sembuh. Sementara untuk di Kabupaten Sintang RSUD Ade M Djoen Sintang merawat satu orang pasien dan sudah dinyatakan sembuh dan sudah pulang ke Kapuas Hulu, tinggal menunggu satu orang menunggu hasil laboratorium Kalau negatif akan di pulangkan ke Sanggau.
“Di Malaysia, pertengahan April 2020 akan menjadi puncak penyebaran virus corona. Sehingga Juni 2020 sudah bersih. Yang bagus memang Vietnam karena mereka otoriter dalam melakukan lockdown sehingga hanya 249 kasus dengan nol kematian. Indonesia kasusnya terus meningkat dari waktu ke waktu. Hingga kini, ada 13. 433 spesimen dan hasilnya 10. 695 negatif atau 79 persen dan 2. 738 kasus positif atau 24 persen. Kasus meninggal 221 orang,” terang Bupati Sintang.(ono)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.