Pantau Stok Sembako Di Perbatasan

Sintang238 Dilihat

SINTANG,LK- Stok kebutuhan bahan pokok di wilayah perbatasan terus dipantau menyusul ditutupknya lintas batas Indonesia-Malaysia.
“kita terus memantau dari imbas ditutupnya jalur perbatasan,” kata Askiman Pada saat memimpin rapat koordinasi Tim Pemantauan Daerah Perbatasan dalam rangka percepatan penanganan dampak Corona Disease 2019 (COVID-19) di Kabupaten Sintang di Balai Pegodai pada Selasa, (31/3/2020).
Menurut Askiman, kawasan perbatasan menjadi titik perhatian karena disana menjadi lalu lintas orang dan barang dari luar negeri. Banyak jalan jalan di perbatasan yang digunakan masyarakat untuk mendapatkan kebutuhan hidup terutama kebutuhan Sembilan bahan pokok.
“Masyarakat perbatasan 80 persen barang sembako berasal dari Malaysia. Maka silakan Disperindagkop dan UKM untuk ambil langkah,”tutur Askiman.
yang sangat penting kata Askiman, Dinas terkait harus mengantisipasi barang masuk dari Malaysia. Barang impor illegal harus dihentikan di perbatasan. Kalau jalur keluar masuk orang dan barang kita tutup.
“Saya berharap agar dipertimbangkan ada pasokan sembako dari Sintang ini. Saya minta Dinas Pemdes juga memberikan arahan kepada camat dan kepala desa agar mengambil langkah antisipasi dan mereka harus memberikan laporan secara periodik. Saya juga minta gawai Dayak di kampong juga ditiadakan. Ritual gawai Dayak silakan dilakukan tetapi tidak ramai dan tidak ada pesta,” pinta Wabup Sintang.
Kabupaten Sintang lanjut Askiman sudah menetapkan Kejadian Luar Biasa (KLB) Covid-19, Karena itu ia meminta masyarakat untuk tidak panic, karena menurutnya warga Kabupaten Sintang belum ada yang terinveksi virus mematikan ini.
“Kita sudah kejadian luar biasa. Tim pemantauan silakan melakukan pemantauan langsung ke perbatasan. Koordinasi dengan camat, Kepala desa dan forkopimcam di dua kecamatan perbatasan. Saya juga minta Credit Union untuk mempertimbangkan penagihan pinjaman anggota. Organisasi Perangkat Daerah juga saya persilakan untuk melakukan langkah-langkah strategis untuk memutus penyebaran virus corona. Saya juga berharap agar OPD yang melakukan pelayanan langsung kepada masyarakat untuk diberikan perhatian khusus,” tambah Wabup Sintang.
Hala sama juga diungkapkan Sudirman Kadisperindagkop dan UKM Kabupaten Sintang. Ia menjelaskan bahwa dalam melakukan pemantauan arus barang di perbatasan sangat penting untuk memutus penyebaran virus corona.
“dan kami tidak bisa bekerja sendiri. Tetapi kami memerlukan dukungan instansi lainnya. Kami membentuk tim pemantauan. Kita akan melakukan pemantauan langsung kondisi stok dan harga sembako di perbatasan. Untuk kemudian melakukan langkah yang tepat untuk membantu masyarakat,” terang Sudirman.
Sementara Dandim 1205 Sintang Letkol Inf Eko Bintara Saktiawan menjelaskan bahwa sejak 27 Maret 2020 yang lalu tercatat 66 orang sudah dideportasi dari Malaysia melalui PLBN Entikong dan informasi yang berkembang akan ada pemulangan 20.000 tenaga kerja kita dari Malaysia. Kami terus melakukan patroli di sepanjang perbatasan. Seluruh jalur masuk di perbatasan sudah ditutup. Baik jalur resmi dan tidak resmi. Hanya Entikong yg masih buka karena ada pemulangan tenaga kerja kita.
“kita diperintahkan untuk menutup perbatasan tetapi kita tidak ada solusi atas pasokan sembako yang selama ini dipasok dari Malaysia. Kami mendukung rencana Pemkab Sintang untuk melakukan droping sembako ke perbatasan,” terang Letkol Inf Eko Bintara Saktiawan.(ono)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.