Enam Tenaga Medis RSUD Ade M Djoen Sintang Reaktif Corona

Sintang, LK– Enam petugas medis rumah sakit Ade Mohammad Djoen Sintang dinyatakan reaktif covid-19 setelah dilakukan pemeriksaan dengan menggunakan Tes cepat Atau Rapid tes.

Informasi tersebut disampaikan Bupati Sintang H Jarot Winarno selaku ketua gugus tugas penanggulangan Covid-19 di Kabupaten Sintang dalam konferensi Pers, Rabu (29/4/2020) malam di Pendopo Bupati Sintang.

“Hari ini kita lakukan Rapid tes kepada petugas kesehatan. Dari hasil tes cepat ada enam orang yang dinyatakan reaktif Covid-19. Satu orang lagi adalah keluarga dari petugas kesehatan,” kata Jarot.

Jarot mengatakan Petugas kesehatan adalah garda terdepan dalam penanganan Covid-19. Mereka adalah orang orang yang beresiko tertular Virus Corona.

“Mereka (Petugas kesehatan-red) adalah pahlawan kesehatan. Mereka harus kita support,” tuturnya.

Jarot sendiri tidak menjelaskansiap siapa saja  ke-enam tenaga medis yang dinyatakan reaktif covid-19.(ono)

Dua Warga Sintang Positif Corona

Sintang, LK- Bupati Sintang H Jarot Winarno mengumumkan bahwa ada dua orang warga Sintang positif terjangkit virus Corona atau Covid-19 berdasarkan uji swab tenggorokan yang dilakukan di laboratorium Rumah sakit Untan Pontianak.

Pengumuman tersebut disampaikan langsung dalam konferensi Pers, Rabu, (29/4/2020) malam di Pendopo Bupati Sintang.

“Hari ini (Rabu-red) kami sudah mendapat konfirmasi dari laboratorium Untan. Sesuai hasil Swab Tenggorokan ada dua arang dinyatakan positif Covid-19,” kata H Jarot Winarno.

Untuk kasus pertama adalah wanita berumur 27 tahun yang beralamat di Desa Teluk Menyurai Kecamatan Sintang yang merupakan clening Servis yang bekerja di Rumah sakit Umum Ade Moch Djoen Sintang.

“Dia yang bersangkutan adalah orang yang mendedikasikan hidupnya untuk merawat pasien PDP 02 yang dirawat di rumah sakit umum Ade Moch Djoen Sintang,” tutur Jarot.

Sementara untuk satu orang lagi adalah Pria berumur 30 tahun yang beralamat di Kelurahan menyumbung Tengah Kecamatan Sintang, punya riwayat dengan PDP 04 asal menyumbung yang sudah meninggal dunia setelah di nyatakan reaktif Covid-19.

“dia adalah anak kandung dari PDP o4 asal menyumbung yang meninggal,” kata Jarot.

Sementara untuk pasien PDP 04 asal menyumbung yang merupakan ayah kandung dari pasien Positif Corona hingga kini belum keluar hasil swab tenggorokanya, sehingga Pemkab Sintang belum berani memastikan apakah PDP 04 positf corona atau tidak. Pihaknya masih menunggu hasil Swab dari laboratorium.

“Meskipun hasil swab belum keluar, tetapi Jenazah sudah kita makamkan sesuai dengan protocol Covid-19. Insya allah Khusnul Khotimah,” ujarnya.

Jarot Memastikan untuk kedua orang yang telah dinyatakan Positif, pada mala mini juga akan dilakukan penjemputan. Kedua orang tersebut akan dilakukan isolasi di Rumah Sakit Rujukan Ade Moch Djoen Sintang.

“Malam ini juga akan kami jemput,” tuturnya.

Jarot berharap tidak ada stigma Negatif terhadap warga yang dinyatakan Positif atau reaktif Corona. Ia berharap masyarakat memberikan suport baik materil maupun moril sehingga pasien dapat kembali dinyatan negative dan sembuh seperti biasa.(ono)

Imigrasi Kelas II  Sanggau Koordinasi Rencana Pembangunan PLBN Sungai Kelik

Sintang, LK- Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Sanggau Alberthus Santani Fenat mengunjungi Kabupaten Sintang Selasa (28/4/2020) pagi.

Kunjungan orang nomor satu di Kantor Imigrasi Sanggau ini dalam rangka koordinasi rencana pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLB) di Kabupaten Sintang tepatnya di Nanga Kelik Kecamatan Ketungau Hulu

“Hari ini kita kunjungan ke Bupati Sintang dalam rangka berkenaan pembangunan sui kelik, karena itu di bawah kantor imigrasi kelas II TPI Sanggau,”terang Candra.

Candra Menjelaskan PLBN Sungai Kelik di Kabupaten Sintang ini akan di bangun dengan Tipe B, dimana tidak hanya pelanyanan secara tradisional saja tapi ada pelayanan internasional akan dilayani.

“Tadi di sampaikan pak bupati progres sekarang sedang proses land clearing atau pembebasan lahan dulu. Ini juga kita terkendala pandemi Covid-19 jadi semua tertunda, mungkin pertengahan tahun ini atau akhir tahun kita mulai lagi”kata Candra.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Sintang Jarot Winarno menyampaikan ucapan terima kasih atas kunjungan kerja Kepala Kantor Imigrasi kelas II TPI Sanggau dan rombongan ke Kabupaten Sintang. Dimana dalam pertemuan tersebut kata Jarot membahas banyak hal, terutama terkait progres pembangunan PLBN Sui Kelik, salah satunya urusan pelayanan keimigrasian, karena PLBN Sui kelik itu di bawah Kantor Imigrasi Sanggau.

“Kepala imigrasi tadi bilang, bahwa mereka sudah mendapat dropping saranan dan prasaranan lengkap untuk layanan keimigrasian di sui kelik dari pemerintah pusat, cuma bangunannya kan belum di bangun, jadi kita minta di simpan yang baik dulu lah di sanggau”kata Jarot.

Selain itu juga, Jarot mengutarakan usulannya kepada Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Sanggau. Dimana Jarot berharap kedepannya Kantor Imigrasi kelas II TPI Sanggau bisa pindah ke Sintang, terlebih jika PLBN Sui Kelik sudah selesai pembangunnanya dan beroperasi sebagaimana mestinya. Karena di Kab. Sanggau sendiri juga sudah ada Kantor Imigrasi Kelas II TPI Entikong.

“Letak korem, untuk koordinasi lintas batas sui kelik dan bandaranya juga di sinikan, saya sih berharaplah, kalau nda kantor imigrasi sanggau pindah ke sintang, ya paling tidak di buka dululah ULP (unit layanan paspor) atau pelayanan jarak jauhnya di sintang, nanti pelan-pelan di tingkatkan lah, karena masyarakat sintang dan melawi cukup banyak yang di layani di imigrasi sanggau,”ungkap Jarot.

Jarot juga menyampaikan, Pemkab Sintang sudah berkoordinasi dengan pemerintah pusat, bahwa tahun 2020 ini akses jalan dari simpang rasau termasuk jembatan ketungau 3 sampai ke sui kelik tetap di lanjutkan pembangunannya.

“kitak sudah koordinasi ke pusat, proses land clearing pembangunan PLBN sui kelik juga tetap di lanjutkan sebanyak 26 hektar lahan yang telah di siapkan, jadi tahun depan mudah-mudahan sudah mulai di bangunlan PLBNnya”tutup Jarot.

Hadir dalam acara itu, yakni Staf Ahli Bupati Bidang Hukum, Politik dan Pemerintahan Syarifuddin dan  Kepala Badan Pengelola Perbatasan Daerah Kab. Sintang Andon. Sementara Kepala Imigrasi Sanggau juga didampingi langsung Kepala Sejksi TIKKIM Imigrasi Kelas II TPI Sanggau, Candra Wahyu hidayat dan Kasi Lantas Imigrasi Kelas II TPI Sanggau Muhammad Fabbe.(ono)

 

 

Pengusaha Diminta Jangan PHK Karyawan

Sintang, LK- Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sintang Drs. Hatta, Msi meminta pelaku usaha untuk tidak melakukan Pemutusan Hubungan kerja (PHK) ditengah pandemic Virus Corona tahun 2020.

“Kami sangat mengharapkan agar tidak ada pemutusan hubungan kerja akibat corona. Sintang masih zona hijau namun kita tidak boleh lengah dan terus melakukan langkah antisipasi. Kita jaga Sintang ini bersama-sama dari virus corona,” kata Kepala Dinas Hatta ketika melakukan pertemuan dan diskusi dengan perusahaan perkebunan, pelaku usaha dan lembaga keuangan yang ada di Kabupaten Selasa, (28/4/2020) di Balai Pegodai

Ia juga meminta seluruh perusahaan, pelaku usaha dan lembaga yang mempekerjakan banyak orang untuk membangun komitmen bersama-sama mencegah penyebaran virus corona serta mengantisipasi dampak virus corona terhadap dunia kerja.

Hal sama juga diungkapkan Wakil Bupati Sintang Drs. Askiman, MM. Menurutnya Pemkab Sintang bersama seluruh elemen harus bekerjasama menghentikan penyebaran virus corona dan mengantisipasi dampak sosial dan ekonominya.

“Kami juga sudah sepakat dengan perusahaan perkebunan untuk tidak menerima tenaga kerja asing dan tenaga kerja dari luar Sintang. Dan hari ini, kita ingin membangun komitmen para pelaku usaha dan lembaga yang memiliki karyawan. Agar selama pandemi corona ini, Saya minta tidak ada PHK bahkan penggantian karyawan,” tuturnya.

Askiman juga berharap Ke depannya, dalam mendatangkan tenaga kerja dari luar Sintang selalu berkoordinasi dengan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Ia khawatir jika ada karyawan baru dan masyarakat mencurigai bisa menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan

“Saya juga pihak perusahaan untuk memberikan arahan agar karyawannya  jangan pergi ke luar Kabupaten Sintang dulu, apalagi ke Pontianak yang sudah masuk zona merah. Dan juga  transportasi darat, laut dan udara ke luar Kalbar sudah di tutup” pinta Askiman.

Kabupaten Sintang kata dia sudah memetakan kerawanan terhadap penyebaran covid-19. Diantaranya adalah kawasan perkotan, Kawasan perbatasan dan kawasanTransmigrasi.

“di Sintang ini ada tiga wilayah yang kami anggap rawan dalam penyebaran virus corona yakni kawasan perkotaan Sintang karena tempat persinggahan banyak orang, kawasan perbatasan karena banyak jalan tikus dan kawasan transmigrasi,” terang Wabup Sintang.(ono)

 

Siagakan Posko Ceck Point Covid-19, di Binjai Hulu

Binjau Hulu, LK– Corona Virus Desaise (Covid-19) mengancam berbagai negara di belahan dunia, salah satunya Indonesia. Masyarakat diminta untuk selalu menjaga kesehatan dan kebersihan untuk mencegah penularan virus ini.

Berbagai upaya Pemerintah Kabupaten Sintang untuk memutus mata rantai penyebaran Virus Corona terus dilakukan. Mulai dari Pembatasan aktivitas di luar rumah hingga, sosial distancing, hingga pyisical Distancing dilakukan.

Pemerintah Kabupaten Sintang melalui Gugus tugas penanggulangan Covid-19 juga telah membuat posko pemeriksaan  Chek Poin dilakukan di sejumlah tempat. Salahsatunya di Kecamatan Binjai Hulu. Kecamatan yang menghubungkan wilayah perbatasan Indonesia- Malaysia saat ini sudah didirikan Posko untuk Chek point,bagi para pelintas. Para pelintas diberlakukan standar yang sama sesuai protokol Gugus tugas Covid-19.

Camat Binjai Hulu, Kusnidar mengaku pemberlakuan chek Poin di Kecamatan Binjai diharapkan dapat memutus mata rantai penyebaran Virus Corona terutama di Kecamatan Binjai Hulu.”Harapan kita ini dapat mencegah penyebaran Corona,” kata Kusnidar.

Saat ini kata Kusnidar di Kecamatan Binjai Hulu sudah 19 orang yang dites cepat dengan penggunakan Rapid Test, satu orang hasilnya reaktif dan selebihnya negative. “Untuk satu orang yang reaktif tersebut saat ini diisolasi ketat di mes diklat BKPSDM sembari menunggu hasil tes swab tenggorokan semoga hasil Swab test nya Negatif,” kata Kusnidar.

Ia berharap kepada masyarakat Binjai Hulu agar mentaati anjuran pemerintah untuk sosial distancing dan physical distancing,hindari kerumunan, serta bagi para pemudik agar jangan mudik dulu,demi memutus mata rantai penularan covid-19.

“Mari bersama-sama kita cegah laju penularan covid-19 karena proses penularan virus ini adalah dari orang ke orang,jadi diharapkan partisipasi semua pihak agar secara proaktif saling mengingatkan,” tutupnya.(Aldy)

Cegah Corona, Perusahan Jangan Datangkan TKA

Sintang, BK- Wakil Bupati Sintang Drs. Askiman, MM yang juga Wakil Ketua I Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disesase (Covid-19) Kabupaten Sintang melaksanakan rapat dengan perusahaan perkebunan kelapa sawit Senin, (27/4/2020) di Balai Pegodai.
Dalam rapat tersebut, Wakil Bupati Sintang meminta perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Sintang untuk sementara waktu tidak diperbolehkan menerima tenaga kerja dari luar Kabupaten Sintang atau bahkan Tenaga Kerja Asing (TKA).
“Terkait upaya pencegahan penyebaran virus corona oleh pihak perkebunan. Bagi saya kegiatan perusahaan silakan dilaksanakan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan dan anjuran pemerintah serta mengambil langkah-langkah antisipasi. Perusahaan memang perlu tenaga kerja tetapi dalam kondisi seperti ini, maka mendatangkan pekerja dari luar terpaksa kami larang,” kata Askiman.
Saat ini kata Askiman TKA di Kabupaten Sintang berjumlah 20 orang. Ini tersebar di sejumlah perusahaan.
“TKA di Sintang total jumlahnya 20 orang. Itu jumlah riil terkini. Kami juga akan lakukan sosialisasi di lapangan terbuka di kecamatan yang ada kawasan transmigrasinya. Sosialisasi ini sebagai upaya pencegahan penyebaran virus corona,” tambah Wabup Sintang.
Dalam kesempatan itu, Askiman juga meminta masyarakat untuk tetap berhati hati dan selalu waspada. Masyarakat jangan terlalu takut terutama di kawasan perbatasan Indonesia- Malaysia.
“ Kawasan perbatasan juga menjadi perhatian saya, karena hasil kunjungan saya ke kawasan perbatasan kemarin. Ada 116 warga Sintang yang bekerja di Malaysia yang akan segera masuk atau dipulangkan melalui jalur tikus yang memang 18 di desa di Ketungau Hulu dan Ketungau Tengah. Saya sudah ingatkan warga di sana untuk menerima mereka,” terang Askiman
Hal sama juga diungkapkan Gunardi Kepala Bidang (Kabid) Pengembangan Perkebunan Dinas Perkebunan dan Pertanian Kabupaten Sintang. Dalam arahanya Gunardi juga menghimbau agar perkebunan sawit yang ada pabrik untuk mohon kiranya di dalam pabrik tetap menjalankan protokol kesehatan.
“karena dalam aktivitasnya ada pergerakan orang disana seperti supir, kernet dan para pekerja” terang Gunardi.
Rapat dihadiri Hata Kadis Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sintang, Gunardi Kabid Pengembangan Perkebunan Dinas Perkebunan dan Pertanian Kabupaten Sintang dan perwakilan perusahaan perkebunan. (ono)

Corona, Sektor UKM Sepi Orderan

Sintang, BK- Meluasnya penyebaran virus corona membuat pemerintah mengeluarkan kebijakan physical distancing untuk melindungi warganya. Sehingga berdampak buruk bagi kelangsungan usaha kecil di Indonesia. Tidak kecuali di Kabupaten Sintang

Seperti yang dialami Toiman, Pengusaha Sablon yang berada di Jalan YC Oevang Oeray Depan akper sintang ini mengaku sepi order setelah adanya wabah virus Corona di kabupaten Sintang.

“Sudah sebulan terakhir ini sepi,”Kata Toiman ketika ditemui www.lintaskalbar.com, Senin 27 April 2020 dikediamanya.

Padahal kata Toiman, sebelum adanya wabah Corona dalam satu hari penghasilan Rata-rata mencapai Rp 500 Ribu Rupiah. Penghasilan itu diperoleh dari jasa Sablon, Jasa Pengetikan dan Cetak Undangan.

“Untuk saat ini susah diprediksi. Dua hari ini aja sepi. Tidak ada pemasukan,” tukasnya.

Toiman sendiri mengaku sudah merumahkan tiga Karyawanya. Ia khawatir jika pandemic Virus Corona berkepanjangan ia tidak mampu membayar karyawan. “Mulai bulan ini karyawan saya sudah saya rumahkan semua,” tutur Toiman.

Asrama Akper Dan Mess Diklat BKPSDM Akan Dijadikan Tempat Isolasi

SINTANG, LK- Pemerintah Kabupaten Sintang menyiapkan dua lokasi untuk dijadikan tempat isolasi Covid-19. Lokasi tersebut masing-masing Eks Asrama Akper Pontianak yang terletak dijalan YC Oevang Oeray Sintang dan juga Mess Diklat BKPSDM Kabupaten Sintang di Jalan YC Oevang Oeray Sintang (komplek Gedung Serbaguna Sintang).
Bupati Sintang H. Jarot Winarno mengatakan dua tempat tersebut di siapkan Pemkab untuk isolasi mandiri Orang Tanpa Gejala (OTG) covid-19 yang di nyatakan reaktif berdasarkan rapid test oleh tim medis Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang
“Untuk menangani Wabah Covid-19 Kita tidak boleh tanggung-tanggung hanya cuma nyiapkan dua tiga kamar untuk isolasi mandiri. Tapi kita nyiapin yang bisa menampung 10 sampai 20. Sehingga dua tempat ni, yang pertama mess diklat BKPSDM yang di gedung serbaguna, kan jauh dari masyarakat, yang kedua kita siapkan bagian belakang gedung eks akper Pontianak ya, tadi saya dah minta izin pak gubernur ya, kemudian dinas kesehatan Provinsi sudah ok semuanya,”ujar Jarot ketika meninjau eks Asrama Akper Pontianak dan juga meninjau Mess Diklat BKPSDM Kabupaten Sintang di komplek Gedung Serbaguna Sintang, Jalan YC Oevang Oeray Sintang, Kamis (23/4/2020).
Jarot menjelaskan yang menjadi pilihan pertama ialah mess Diklat BKPSDM Sintang di komplek Gedung Serbaguna yang memang jauh dari pemukian warga. Kemudian mess diklat ini juga sarana dan prasarannya mencukupi terutama kamar untuk satu orang satu kamar dan juga tersedia beberapa kamar mandi. Jarot menilai tempat ini sangat ideal, seperti halnya juga dengan gedung belakang akper pontianak tersebut juga jauh dari pemukiman warga karena gedungnya di bagian belakang.
“tentunya standard isolasi mandiri sesuai protocol covid-19 itu kita terapkan, mereka tidak berinteraksi ke luar, diakan juga harus menggunakan masker, mengerjakan sesuatu nya mandirilah mereka, Kemudian jaga jarak, kalau kita ngantar makanan kan kita taroh di suatu tempat dia mesti ngambil sendiri yakan, kemudian yang ngantarpun harus make sarung tangan dan sebagainyakan, makan sendiri , selesai kembalikan sendir,”terang Jarot.
Kemudian Jarot menyampaikan bahwa saat ini tim gugus tugas sedang melakukan tracing atau pelacakan terhadap yang umumnya berhubungan erat dengan tiga cluster yakni Goa Sulawesi Selatan, cluster Magetan Jawa Timur dan cluster Temboro. Selanjunta kata Jarot tracing juga di lakukan terhadap kemungkinan adanya cluster yang pulang dari Kuala Lumpur, kemudian juga cluster sajadah fajar.
“satu jamaah itu cluster yang pulang dari goa, sudah di rapid test, hasilnya non reaktif atau negatif, tapi tetap harus karantina mandiri di rumahnya, lalu anak-anak pondok kita yang tidak tau menau pulang dari mengetan jawa timur, sudah banyak kita periksa yang dengan rapid test, di temukan hasilnya 3 reaktif, ingat ya ini baru rapid test reaktif belum terkonfirmasi covid-19, kemudian pada mereka sudah di swab tenggorokannya akan di kirim ke pontianak atau Jakarta,”jelas Jarot.
Kemudian terhadap ketiga anak yang di nyatakan rapid test reaktif tersebut kata Jarot, sudah di lakukan isolasi mandiri di posko dinas kesehatan yang memang sudah di siapkan sembari menunggu tempat isolasi mandiri di mess BKPSDM Sintang yang sedang di siapkan oleh tim gugus tugas covid-19 Kabupaten Sintang.

“Jadi kita akan isolasi mandiri yang ketatlah ketiga anak ini sesuai dengan protokol selama 14 hari, kecuali ada hal-hal lain ya kita perpanjang. kita sudah rapid test dan swab, kalau dia nanti 14 hari itu kita rapid test ulang dan swabnya negatif sudah boleh pulang. Tapi tetap ketika sampai di tempat masing-masing masih harus karantina mandiri juga,”tegas Jarot.
Jarot pun memperkirakan dari sekian cluster yang di lakukan tracing tersebut kemungkinan akan di temukan 10 sampai 20 hasil rapid test bisa reaktif. Karena informasi yang ia dapat dari para alumini Magetan Jawa Timur sekitar ada seratusan orang santri asal Kabupaten Sintang menempuh pendidikan disana, bahkan juga juga bisa dari cluster-cluster lainnnya. Untuk itulah Pemkab menyiapkan dua tempat isolasi mandiri ketat tersebut.
“masyarakat tidak perlu kwatir dan panik, karena tim gugus tugas terus berkerja, kita juga harus cegah bersama-sama, menjaga pola hidup bersih dan sehat serta kita juga ikuti anjuran pemerintah melalui protokol dalam mencegah dan memutus mata rantai covid-19,”pungkas Jarot.
Sementara itu Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Zukarnain mengatakan pihkanya nya di tugaskan untuk menyiapkan tempat isolasi mandiri di Mess Diklat BKPSDM komplek Gedung Serbaguna Sintang yang di fungsikan bagi warga Kabupaten Sintang yang di nyatakan reaktif rapid test.
“tempat ini bisa menampung 84 orang. Kita sedang melakukan pembersihan area mess ini ya, kemudian melengkapi segala fasilitas air bersih, lampu dan lainnya, tenda juga di pasang untuk petugas tim gugus tugas, target dua harilah kita selesaikan,”ujar Zul. (ono)

Bupati Serahkan Bantuan Tali Asih ICMI

SINTANG, LK- Bupati Sintang Jarot Winarno menyerahkan secara simbolis bantuan tali asih Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) ORDA Sintang melalui program ICMI peduli dan berbagi dalam rangka Syiar Ramadhan dan Idul Fitri 1441 Hijriah di Dusun Betung Sari, Desa Ampar Bedang, Kecamatan Binjai Hulu, Minggu (26/4/2020).
Ketua ICMI Orda Sintang Kurniawan mengatakan bantuan tersebut bentuk kepedulian ICMI Sintang kepada warga dalam rangka Syiar Ramadhan dan Idul Fitri 1441 Hijriah dengan harapan dapat meringankan beban masyarakat yang kurang mampu ditengah wabah virus Corona yang terjadi di Kabupaten Sintang.
“mudah-mudahan dengan kedatangan kami ini bisa meringankan beban masyarakat di betung sari, khususnya ketika menghadapi bulan ramadahan yang bersamaan dengan covid-19 yang sedang merebak ini,” kata Kurniawan.
Bulan suci ramadhan tahun ini kata Kurniawan sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Pada tahun ini bulan suci ramahdan bersamaan dengan wabah corona virus disease (Covid-19). Sehingga aktivitas warga dalam beribadah juga tidak bias maksimal seperti bulan suci ramadhan tahun sebelumnya.
“Mungkin bantuan ini tidak seberapa barang-barangnya tapi inilah bentuk tali asih ICMI Kabupaten sintang kepada masyarakat,”ujar Kurniawan.
Kurniawan mengaku sumbangan yang diberikan kepada masyarakat dibetung sari merupakan bantuan dari masyarakat yang secara sukarela dan pengurus ICMI. ICMI Sintang hanya menghimpun dan menyalurkan bantuan tersebut, sehingga terkumpullah 1,7 ton beras, uang sekitar 42 juta rupiah, dan juga pakaian layak pakai yang terkumpul sekitar 470 helai.
Darisumbangan-sumbangan tersebut di buat menjadi paket-paket sembako, sehingga dapatlah sekitar 310 paket sembako yang di salurkan kepada masyarakat yang terdampak covid-19 yang terbagi dalam dua segmen besar, salah satunya Dusun Betung Sari ini yang merupakan dusun binaan ICMI Orda Sintang.
“Ada 100 paket sembako yang hari ini kami salurkan di betung sari, ada enam jenis barang dalam satu paket yakni beras 5 kg, gula 1 kg, tepung 1 kg, minyak goring 1 liter, sabun dan madu. Dan pakaian juga yang nanti kepala desa yang menentukan pembagiannya. jadi itu yang kita siapkan”jelas Kurniawan.
Sementara itu Bupati Sintang Jarot Winarno menyampaikan ucapan terima kasih kepada ICMI Orda Sintang yang telah menyalurkan bantuan untuk meringankan beban masyarakat di tengah dampak covid-19 di Dusun Betung Sari, terlebih di saat bulan ramadhan seperti ini. Sehingga menurut Jarot tali asih saling peduli dan berbagi ini sebagai pengeras silaturrahim.
“Karena silaturrahim itu bisa memperpanjang usia dan membuka pintu rejeki yang selebar-lebar dan apa yang di salurkan oleh ICMI ini mudah-mudahan memberikan manfaat bagi masyarakat. Sehingga masyarakatpun merasa terbantu,”kata Jarot.
Jarot juga menyampakan apresiasi dan terima kasih kepada masyarakat Kab. Sintang yang telah menyisihkan sebagian rejekinya kepada masyarakat lain yang membutuhkan melalui ICMI Orda Sintang, sehingga Jarot menilai hal itu merupakan bentuk kepedulian dan rasa kebersamaan yang terus di jaga.
“bayangkan masyarakat lain mau berbagi mengirimkan segala pakaian yang pantas, ngirimkan beras dan yang lainnya. Ni juga ada sumbangan ketua DPRD Sintang, mau agama, suku apapun juga turut serta berbagi yang di serahkan kepada ICMI, dan ICMI menyalurkan kepada masyarakat di sini. perkara di perlukan atau tidak, apa yang di serahkan ICMI ini mudah-mudahan memberikan manfaat bagi kehidupan masyarakat,”ucap Jarot.
Jarot berharap penyaluran bantuan ini di lakukan secara merata bagi masyarakat Dusun Betung Sari. “karena kalau bunga yang indah itu bah mengeluarkan harumnya, semua orang harus bisa menikmatinya, itulah konsep Islam yang rahmatan lil alamin,”Pungkas Jarot (ono)

Pembelajaran Online Jadi Kendala Di Wilayah Pedalaman

Sintang, LK- Siap tidak siap, berbagai upaya penerapan pembatasan social harus dilakukan ditengah wabah Covid -19 demi mencegah meluasnya penyebaran virus mematikan ini.
Salahsatunya adalah “Merumahkan” dunia pendidikan, antara lain meminta pendidikan diberbagai jenjang menerapkan pembelajaran jarak jauh dari rumah masing masing.
Ini terjadi tidak hanya dikota kota besar. Di Kabupaten Sintang juga melaksanakan hal yang sama. Semua sekolah dari berbagai tingkatan tidak melaksanakan belajar mengajar di sekolah, melainkan dilakukan dirumah masing masing.Ini sudah terjadi sejak satu bulan terakhir.
Anak didik diharuskan untuk melaksanakan belajar dirumah dengan sistem Online, baik tugas tugas yang diberikan guru hingga pelaksanakan Ujian atau Mid semester dilaksanakan dengan sistem Online.
Yang menjadi masalah hingga kini tidak semua wilayah Kabupaten Sintang masuk jaringan internet. Ada sejumlah wilayah dipedalaman tidak bisa mengakses jaringan internet.
Menanggapi hal itu, Sekretaris Komisi C CPRD Sintang, Melkianus mengakui kebijakan belajar di rumah yang diterapkan pemerintah saat pandemi COVID-19, pelaksanaan di perbatasan mengalami kendala. Hal ini dikarenakan daerah perbatasan masih kekurangan infrastruktur. Khususnya jaringan internet untuk mendukung pembelajaran online.
“Kegiatan belajar di rumah untuk siswa perbatasan, tentu mengalami kendala. Karena sistem online-nya tidak bisa berjalan dengan baik,” kata Melkianus di DPRD Sintang, belum lama ini.
Meski demikian, ia yakin Dinas Pendidan Sintang sudah membuat terobosan untuk menyikapi hal tersebut. “Salah satu programnya adalah dengan memberikan tugas melalui para guru, kemudian disampaikan ke siswanya. Jadi, sistem belajar tetap manual untuk masyarakat di daerah perbatasan,” katanya.
Politisi Golkar ini menilai, meski sistem pembelajarannya masih manual, sistem pembelajaran itu sangat efektif untuk menyikapi nihilnya jaringan internet di perbatasan. “Saya rasa lebih efektif. Dengan catatan siswa benar-benar belajar di rumah. Dan tidak keluar rumah. Kecuali untuk melakukan aktivitas-aktivitas penting,” ucapnya.
Oleh karena itu, politisi asal Merakai, Kecamatan Ketungau ini meminta kepada seluruh orang tua agar selalu memantau anaknya selama belajar di rumah. “Artinya, diliburkan bukan berarti libur belajarnya. Tapi belajar di rumah. Oleh karena itu, kita harus betul-betul memantau anak-anak kita supaya tetap belajar dengan tekun,” pintanya.(oes)