Fraksi Demokrat DPRD Sintang Semprotkan Disinfektan

SINTANG, Lk- Setelah sebelumnya Fraksi PDIP DPRD Sintang membagikan ribuan masker kepada masyarakat, Hari ini,kamis (31/3) Anggota Fraksi Demokrat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang, Maria Magdalena bersama Hikman Sudirman, Mainar Puspa Sari, dan Markus Jembari melakukan kegiatan penyemprotan disinfektan disejumlah ruang publik di Sintang.

Kegiatan ini berlangsung sejak tanggal 24 hingga 28 Maret 2020. Kegiatan ini juga diikuti oleh Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Sintang, Gregorius beserta jajaran pengurus DPC Partai Demokrat lainnya.

“Ada 15 titik yang kita semprot, ada di Sungai Ukoi, di Masuka, di Sungai Ana, sampai di Jejora juga,” ungkap Maria.

“Selain itu kita juga memberikan sumbangan alat pelindung diri, berupa mantel plastik dan bahan untuk membuat disinfektan untuk tenaga medis di Puskesmas Sungai Durian,” tambahnya.

Beberapa titik penyemprotan tersebut antara lain, Gereja GKII Bethel, Gereja Sungai Yordan, Masjid Darul Ulum di sebelah Universita Kapuas, Gereja Gracia, Kantor Kesbanglinmas, SMP Panca Setya 2, Gereja Katolik Sungai Ukoi, Gereja Katolik Jejora 1, Polindes Desa Jerora, Masjid di Masuka, Gereja Pentakosta di Sungai Ana, Kantor BKD, Hotel dan café Cika.

“Kami inikan membantu semampunya, dengan segala keterbatasan yang ada. Memang cukup sulit untuk mencarinya (bahan bantuan sosial yang digunakan dan disumbangkan). Kita coba apa yang bisa didapat, kami becari keliling Sintang dalam beberapa waktulah untuk dapatkan ini semua, “ terang Maria.

Partai Demokrat sesuai kemampuan yang ada kita punya rasa kepedulian kita, berusaha membantu program pemerintah. Walaupun sedikit, semoga apa yang kami perbuat bisa membawa berkat bagi banyak orang. Semoga musibah ini bisa segera berakhir, cukuplah ini jadi ujian bagi kita semua,” pungkasnya. (pul)

Fraksi PDIP Bagikan Masker

Sintang, LK- Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Sintang, Jeffray Edward bersama anggota Fraksi PDI Perjuangan melakukan kegiatan bakti sosial di Sintang, Minggu (29/03/2020).

Pada kesempatan ini anggota fraksi bersama jajaran pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Sintang membagikan masker dan vitamin gratis kepada masyarakat.

Kegiatan ini dilakukankan di pertigaan Tugu Sebeji dan ke markas kepolisian resort (Mapolres) Sintang. Kegiatan dimulai pada pukul 10.00 pagi hingga menjelang siang. Ada sekitar 1.500 masker didonasikan.

“Sekarang inikan kita sangat susah mendapatkan masker, dengan adanya bantuan sosial ini, masyarakat jadi bisa terbantulah. Selain itu kita jugakan harus ekstra menjaga kesehatan, menaikkan imun tubuh kita jadi itulah sebabnya kita juga bagi-bagi vitamin gratis kepada masyarakat,” terang Jeffray.

Jeffray mengatakan, ini salah bentuk kepedulian PDI Perjuangan Kabupaten Sintang dalam rangka mendukung upaya pemerintah mengantisipasi penyebaran Virus Covid-19 di Sintang.

“Saya harap agar masyarakat dapat patuh kepada arahan pemerintah dalam mengantisipasi penyebaran virus corana, baik sering cuci tangan, jaga kesehatan, dan tidak keluar rumah,” katanya.

Jeffray juga mengajak kepada semua masyarakat untuk gotong-royong dalam melawan Covid-19, dengan apa yang dimiliki dan apa yang bisa dilakukan sesuai dengan kemampuan amasing-masing.

“Mudah-mudahan tidak ada masyarakat kita yang terinfeksi virus tersebut,” harap Jeffray. (pul)

Hadiri ODF, Jarot Ingatkan Jaga Hidup Bersih

SINTANG, LK- Bupati Sintang dr. H. Jarot Winarno, Med. PH menghadiri deklarasi Open Defecation Free (ODF) atau Stop Buang Air Besar Sembarangan di Desa Mensiap Baru, Kec. Tempunak, Kamis (26/3/2020). Desa Mensiap Baru merupakan desa ke-60 sebagai desa ODF di Kabupaten Sintang.
Dalam sambutannya Bupati Sintang Jarot Winarno mengingat saat ini dunia sedang di landa wabah Corona Virus Disease (COVID-19), salah satunya di Indonesia. Untuk itulah Jarot mengajak masyarakat untuk menjaga Pola Hidup Bersih dan Sehat agar virus tersebut jangan sampai masuk ke Kabupaten Sintang dan ia juga meminta masyarakat untuk tidak panik tapi tetap harus mewaspadainya.
“yang penting untuk mecegah corona itu kita harus menjaga kebersihan badan kita, terutama tangan kita harus rutin di cuci misal habis mengang benda apa, atau habis beraktivitas atau mau beraktivitas apa, karena masuknya virus corona itu bisa dari mata, hidung, mulut karena biasanya tangan kita yang megang indra-indra kita tadi tu,”ujar Jarot.
Untuk itulah lanjut Jarot, dengannya adanya deklarasi ODF atau tidak buang air besar sembarangan adalah salah satu langkah untuk menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Karena jika masyarakat melakukan tindakan buang air besar sembarangan itu ketika kotoran yang di buang di hinggapi lalat karena banyak kuman, kemudian lalat terbang kesana kemari lalu hinggap di makanan, hal itu sangat berdampak besar bagi kesehatan karena bisa menimbulkan berbagai macam penyakit seperti diare, BAB lendir, tipes dan lainnya.
“karena kalau lalat hinggap di makanan itu, kuman nya nempel di makanan lalu makanan itu di konsumsi anak-anak, nanti ususnya sibuk bunuh kuman, ususnya pun jadi kaku, nda bisa nyerap makanan yang bergizi, lalu timbullah segala macam penyakit tadi seperti diare, BAB lendir, tipes, bahkan menghambat pertumbuhan si anak, sehingga anak itu menjadi Stunting,”jelas Jarot.
Untuk itulah kata Jarot, kebersihan diri dan lingkungan harus di jaga, terlebih saat ini sedang mewabahnya Covid-19 atau corona virus di dunia. Kemudian lanjut Jarot, masyarakat harus menjaga badan agar tetap sehat dengan mengkonsumsi makanan yang penuh gizi, seperti sayur-sayuran dan buah-buahan harus rutin. Selain itu juga kata Jarot, harus menjaga kebersihan lingkungan sekitar, seperti rumah-rumah ibadah itu harus rutin.
“Harus juga jaga jarak sosial, saya ni malu kalau di foto ni, liat warga duduk rapat-rapat gini, pasti saya di kritik tidak mengajari jarak sosial, mestinya panitia ni atur ni jarak-jaraknya, kalau ke pasar juga jangan lama-lama belanjanya,”ucap Jarot.
Jarot juga menyampaikan bahwa di Kabupaten Sintang saat ini belum ada di temukan kasus covid-19. Untuk itulah Pemkab terus berupaya melakukan pencegahan dan langkah antisipasi penyebaran covid-19. namun yang harus di ketahui masyarakat adalah, bahwa RSUD Ade M. Djoen Sintang merupakan salah satu rumah sakit rujukan penanganan Covid-19 di wilayah Timur Kalbar. Sebab itulah saat ini ada dua Pasien Dalam Pengawasan yang di rawat di RSUD Ade M. Djoen Sintang rujukan dari Kabupaten lain. Namun apakah pasien itu positif atau negatif covid-19 hal itu belum di ketahui, karena masih menunggu hasil test spesimen dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Litbangkes) di Jakarta.
“yang harus kita lakukan adalah jangan sampai corona masuk ke Kebupaten Sintang, kita sudah melakukan berbagai langkah, baik itu yang pulang dari pontianak, luar kalbar, bahkan luar negeri kita periksa, paling tidak selama 14 hari ada gejala atau tidak. Itulah yang di sebut dengan Orang Dalam Pemantauan atau ODP. Jadi jangan heran kalau di sintang itu jumlah ODP nya sampai 300 lebih, karena kita wajibkan yang pulang ke sintang itu melaporkan diri melalui tim posko covid-19 dinas kesehatan sintang,”kata Jarot
Hal itulah tegas Jarot, sebagai langkah untuk menjaga agar corona virus tidak masuk ke Kabupaten Sintang. Selain itu juga Kabupaten Sintang dalam mencegah dan mengantisipasi penyebaran corona virus sudah membentuk tim gugus tugas covid-19.
Sementara itu, Kepala Bappeda Kab. Sintang Kartiyus meminta masyarakat Desa Mensiap Baru harus menjaga statusnya karena sudah menjadi desa ODF. Terlebih jika ada warga yang membangun rumah baru harus di wajibkan memiliki WC pribadi di rumah.
“Hari ini semua rumah sudah punya wc, tiba-tiba bulan depan ada warga bikin rumah baru tidak ada wc nya itu tidak ODF namanya. Tolong pak kades diingatkan nanti kalau ada warga yang bikin rumah baru,”kata Kartiyus.
Kartiyus menyampaikan bahwa pihaknya dan dinas kesehatan mempelajari bahwa Desa-desa dan Kecamatan-kecamatan yang paling tinggi stuntinya selalu berhubungan atau korelasinya sangat besar dengan ketiadaan WC di desa atau kecamatan.
“makin tinggi suatu desa warganya tidak punya wc, makin tinggi tingkat angka stuntingnya, oleh karenanya kenapa deklarasi ODF ini penting, hal itu guna mencegah stunting di desa-desa,”ujar Kartiyus.
Kartiyus mengatakan berdasarkan data Bapppeda Kab. Sintang yang di mulai sejak kampanye stunting sejak 2018 baru 9 desa yang sudah ODF, dan sampai 2020 ini sudah 60 desa ODF dimana hari ini Desa Mensiap Baru.
“paling tidak pada tahun ini kita target mencapai angka 150 desa ODF dari 391 desa dan 16 kelurhan, mudah-mudahan biss tekejar, apa lagi kepala dinas Pemdes meminta apabila desa mengajukan APBDesnya tidak menganggarkan untuk pencegahan stunting contohnya untuk bikin jamban sehat, makanan tambahan di posyandu kepala dinas pemdes tidak mau tanda tangan APBDesnya, itulah komien pemkab untuk mencegah stunting,”terang Kartiyus.
Sebelum kegiatan Open Defecation Free (ODF) atau Stop Buang Air Besar Sembarangan di mulai, Tim Tanggap Covid-19 UPTD Puskesmas Tempunak melakukan tindakan Skrining Kesehatan seperti penggunaan Hand Sanitizer dan pengecekan suhu badan, kepada masyarakat yang hadir termasuk Bupati Sintang dr. H. Jarot Winarno, M. Med. PH berserta rombongan.(ono)

DPRD Sumbang Alat Semprot Disinfektan

Sintang, LK- Wabah Covid-19 saat ini sudah menjadi perhatian serius dibelahan dunia manapun. Termasuk di Indonesia, karena sudah terdapat korban akibat virus mematikan ini.

Berbagai upaya pun telah dilakukan pemerintah, baik pusat, provinsi maupun kabupaten/kota, untuk memutus mata rantai penyebaran virus mematikan tersebut.

Seperti halnya juga Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang, dimana menyerahkaan berbagai bantuan alat untuk mencegah penyebaran virus corona ini.

Seperti yang dilakukan pada hari ini. DPRD Kabupaten Sintang menyerahkan menyerahkan bantuan alat untuk mencegah penyebaran virus Covid-19. Adapun bantuan tersebut diserahkan kepada Kepolisian Resort Sintang, RSUD Ade M Djoen dan Dinas Kesehatan Sintang. Bantuan ini diperuntukkan bagi penyemprotan disinfektan oleh para petugas di area umum di Sintang.

Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten Sintang, Florensius Ronny usai memimpin rapat paripurna anggota DPRD Sintang pengucapan sumpah/janji Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Sintang masa jabatan 2019-2024, di ruang sidang Gedung DPRD Sintang, Senin (23/03/2020).

“Bantuan ini sejumlah alat semprot untuk memperlancar kegiatan pencegahan penyebaran Covid-19 di Kabupaten Sintang. Kita harapkan dengan bantuan ini dapat dapat mencegah penyebaran virus ini,” ujar Ronny.

Selain itu, Ronny juga mengimbau kepada masyarakat, untuk mengkikuti aturan yang telaah dibuaat pemerintah demi mencegah pperedaran Covid-19 ini.

“Jaga jarak, hindari keramaian, dan kalau tidak ada kepentingan di rumah saja. Itu salah satu bentuk usaha kita untuk memutus mata rantai penyebaran virus ini,” kata Ronny.

Politisi Partai Nasional Demokrat (Nasdem) ini juga meminta masyarakaat untuk selalu menjaga kebersihan, baik untuk diri sendiri dan lingkungan, karena dengan meenjaaga kebersihan dapat mencegah berbagai penyakit.

“Mari sama-sama kita mencegah Covid-19 ini. Mudahan kita semua terhindar dari virus tersebut,” pungkasnya. (pul)

Jarot Minta DPRD Juga Awasi Proyek

Sintang, LK- Bupati Sintang Jarot Winarno meminta anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sintang untuk sama sama mengawasi proyek-proyek pembangunan di daerah.
“saya sampaikan pesan Presiden RI, jangan hanya sibuk dengan tugas pokok dan fungsi kita saja, itu tidaklah cukup, kita harus mengawasi apakah proyek-proyek pembangunan sudah berjalan baik atau belum,” kata Jarot Ketika menghadiri rapat paripurna pengucapan sumpah janji Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sintang masa jabatan 2019-2024, yang dilaksanakan di Ruang Sidang DPRD Sintang, pada Senin, (23/03/2020).
Jarot berharap proyek yang ada di Kabupaten Sintang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat Kabupaten Sintang. Terutama proyek infrastruktur yang saat ini masih terus di dorong. “itu yang harus ditegakkan sebagai fungsi pengawasan dari DPRD Sintang,”ujar jarot.
DPRD sebagai mitra strategis Ekskutif diyakini Jarot mampu melaksanakan tugas dengan sebaik mungkin dan akan berjalan baik. Terutama dalam melakukan pengawasan dan fungsi control pemerintah. “Saya yakin kemitraan strategis dan sinergitas antara eksekutif dan legislatif di Sintang akan semakin baik kedepannya”, lanjutnya.
Menurut Jarot, tantangan yang harus dihadapi oleh Eksekutif dan Legislatif di Kabupaten Sintang sangat berat. Ini mesti dilaksanakan secara bersama sama sesuai dengan tugas dan fungsinya masing-masing terutma dalam menghadapi wabah virus corona yang saat ini masih terjadi di Kabupaten Sintang.
“Beban Pemerintah Kabupaten dan tantangan DPRD Kabupaten Sintang harus bisa menyelenggarakan tiga fungsi utama, yakni menyelenggarakan Instruksi Presiden Nomor 4 tahun 2020 tentang bedah APBD, kemudian yang kedua, yakni fungsi utama DPRD adalah fungsi legislasi, itu harus diingat, kemudian yang ketiga adalah tantangan mengadapi situasi ekonomi yang anjlok saat ini”, ujarnya.
Jarot menjelaskan tantangan dalam menyelenggarakan fungsi utama di legislative pertama terkait Instruksi Presiden Nomor 4 tahun 2020. Presiden menginstruksikan untuk membuka dan membedah APBD yang sudah ada. Tujuanya untuk memangkas dana dana yang tidak penting untuk dialokasikan kedalam penanggulangan wabah Virus Covid 19 di Kabupaten Sintang.
Kemudin yang kedua fungsi utama kita adalah fungsi legislasi, sementara di Kabupaten Sintang belum semuanya diatur dengan baik, belum semuanya ada Perda yang mengatur, namun disisi lain ditatanan nasional sedang mengalami diskhusus tentang omnibuslaw yang menangani semuanya serba sederhana, serba simpel, dan penggabungan sinkronisasi peraturan peraturan yang ada.
Dan yang ketiga bahwa Virus Covid19 berdampak juga kepada ekonomic shock, rupiah anjlok, kapasitas fiskal negara terus terkuras, juga dana untuk melawan corona juga besar, sehingga dibutuhkan improvisasi, inovasi, dan ide-ide cerdas dari Pemkab dan DPRD Sintang untuk mengalokasikan dana yang terbatas untuk masyarakat Kabupaten Sintang. (ono)

Tinjau Posko Covid-19, Rony Minta Jangan Panik

Sintang, LK- Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sintang Florensius Rony meninju posko tanggap penyakit Covid-19 di aula Dinas Kesehatan Sintang jumat (20/3/2020).

Kunjungan ketua DPRD ini untuk memastikan kesiapan posko dalam menghadapi pandemic Corona yang saat ini tengah melanda Indonesia pada umumnya dan Kabupaten Sintang pada khususnya.

Ketua DPRD Sintang, Florensius Ronny mengimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Sintang dan juga kabupaten-kabupaten sekitar, untuk tidak panik nebghadapi pandemic Covid-19.

“Jangan panik, karena kepanikan itu sendiri bisa berakibat tidak baik bagi kesehatan kita. Di dalam kondisi tidak panik itu kita juga harus selalu waspada,” tegasnya.

Ronny juga mengingatkan mengenai cara penularan Covid-19. Diketahui bahwa virus ini menyebar lewat mata, hidung dan mulut. Untuk menjaga diri, Rony berharap agar masyarakat menghindari tempat-tempat yang ramai untuk saat ini. Selain itu, masayrakat haruslah mulai menjaga jarak kurang lebih 1 meter saat bersosialisasi dengan orang lain.

“Selalulah cuci tangan dengan benar, baik itu menggunakan sabun ataupun handsanitazier. Lalu, kita juga harus mulai menggunakan masker ketika berinteraksi dengan orang lain, baik itu untuk menjaga diri sendiri ataupun untuk menjaga orang lain, “ kata Ketua DPRD termuda se-Indonesia ini.

Selain itu, ia juga mengimbau kepada masyrakat agar menjaga kesehatan pribadi, karena imunitas tubuh juga sangat penting. “Bagi orang yang imunitas tubuhnya baik itu tidak mudah terjangkit Covid-19,” tutup politisi Partai Nasional Demokrat itu.

Turut hadir bersama dalam kegiatan ini sejumlah anggota DPRD Provinsi. Tampak pula anggota DPRD Sintang lainnya, Senen Maryono, Anastasia, Zulherman, dan Toni. (pul)

Dalam Membangun Harus Mengacu Lima Program Prioritas Presiden

Sintang, LK- Bupati Sintang, Jarot Winarno membuka kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (MUSRENBANG) Kabupaten Sintang tahun 2020, yang dilaksanakan di Gedung Pancasila Sintang, pada Jumat, (20/03/2020).
Dalam kegiatan Musrenbang tingkat Kabupaten Sintang tahun 2020 tersebut membahas tentang penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2020 dengan mengangkat tema peningkatan infrastruktur dasar,sumber daya manusia dan ekonomi kreatif dalam mewujudkan ekonomi kerakyatan didukung keterbukaan Pemerintahan menuju Sintang yang berkelanjutan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Kapolres Sintang, Ketua DPRD Kabupaten Sintang, Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang, jajaran pimpinan OPD SIntang, dan seluruh peserta Musrenbang Kabupaten Sintang tahun 2020.
Dalam pemaparannya, Bupati Sintang mengatakan bahwa menjelang diakhir masa jabatannya sebagai Bupati Sintang, akan melaksanakan pemantapan program pembangunan, “ini adalah perencanaan untuk di tahun 2021, tahapannya seperti ini, saya dengan pak Wakil Bupati sudah memasuki periode terakhir untuk tahapan RPJMN, sehingga hal ini kita sebut dengan tahapan pemantapan, artinya adalah kita hanya tinggal memantapkan apa yang sudah kita capai selama ini dalam berbagai bidang apapun”, katanya.
Kemudian, lanjut Jarot, bahwa didalam menyelenggarakan kegiatan program pembangunan harus selalu mengingat komitmen global dan mengacu kepada lima program prioritas presiden, “komitmen global yang harus kita ingat, pertama adalah Suistainable Development Goals yakni pembangunan yang berkelanjutan, open government pemerintahan yang terbuka dan transparan, serta selalu mengacu kepada lima program prioritas Presiden RI yakni Pembangunan SDM, Melanjutkan Pembangunan Infrastruktur, Memangkas Regulasi, Memangkas Birokrasi, dan transformasi birokrasi”, lanjutnya.

Masih kata Bupati Sintang, sebagai acuan di Kabupaten Sintang itu adalah RPJMD Provinsi Kalimantan Barat tahun 2020-2024, “itu akan menjadi acuan kita kedepannya, maka dari itu tema kita masih soal isu infrastruktur dasar, karena infrastruktur dasar banyak berdampak pada ekonomi di Kabupaten Sintang”, tambahnya.
Jarot juga menjelaskan bahwa di Kabupaten Sintang angka kemiskinan masih tinggi walau sudah turun satu digit dan juga Sintang merupakan kota inflasi kedua, “pertama, angka kemiskinan kita sudah turun 1 digit dari awalnya 10,7%, 10,2%, 10,35%, tetapi di tahun 2019 kita sudah turun 1 digit menjadi 9,65%, tetapi ini masih tinggi sekitar 40 ribu masyarakat yang miskin, kemudian terkait Kota Inflasi, Sintang ini menjadi kota terinflasi kedua dari 90 Kota se-Indonesia, hal ini mengacu kepada Sembilan bahan pokok yang berkontribusi besar terhadap inflasi di Kota Sintang, dan menjadi Inflatro kedua di Indonesia”, jelasnya.
Terkait permasalahan di Sintang, Jarot menambahkan selain permasalahan kemiskinan, angka rata-rata lama belajar di Sintang juga masih rendah, “tolak ukur kemiskinan di Sintang itu setiap orang harus berpenghasilan Rp. 556.000 / bulan, kalau diatas itu tidak miskin, alas an kenapa tinggi, karena factor kegawatdaruratan infrastruktur masih menjadi masalah di Kabupaten Sintang, kemudian juga hal itu berpengaruh terhadap rata-rata lama sekolah di Sintang yang masih sekitar 6,9 tahun”, tambahnya.
Dalam kesempatan itu pula Jarot menghimbau agar kedepannya Sintang bisa mengandalkan ekonomi kreatif, “selama ini kita selalu mengandalkan ekonomi ekstraktif yakni mengandalkan perkebunan yang mengeksploitasi sumber daya alam yang besar seperti sawit, karet, lada, kita harus buat trobosan dalam hidup untuk mengandalkan ekonomi kreatif,seperti menanam daun sekubak, kopi, teh, dan hal hal yang berkaitan dengan ekonomi kreatif, semua itu kita kembangkan untuk mewujudkan ekonomi kerakyatan yang didukung oleh Pemerintahan yang terbuka demi menuju Sintang yang berkelanjutan”, himbaunya.
Sementara itu, Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Sintang, Deddy Irawan menjelaskan tujuan diselenggarakan Musyarawah Perencaan Pembangunan Kabupaten Sintang, “tujuannya itu adalah untuk menyamakan serta menyingkronkan berbagai aspirasi kebutuhan dan program serta kegiatan pemangku kepentingan yang berpedoman kepada ketentuan yang berlaku, serta melaksanakan perencanaan pembangunan partisipatif yang dimulai dari musrenbang tingkat desa/kelurahan, Kecamatan, forum OPD, dan Musrenbang tingkat Kabupaten”, jelas Deddy.
Deddy memaparkan mekanisme yang dilaksanakan pada saat musrenbang, “mekanismenya itu dilakukan pemaparan RKPD Kabupaten Sintang tahun 2021, kemudian pemaparan rancangan RKPD hasil forum Organisasi Perangkat Daerah dan penyepakatan rekapitulasi hasil forum OPD yang dituangkan didalam berita acara hasil Musrenbang Kabupaten Sintang tahun 2020”, jelasnya.(ono)

Antisipasi Corona,DPRD Minta Pemkab Perketat Pintu Masuk Perbatasan

Sintang, LK- Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sintang Florensius Roni meminta Pemkab Sintang, Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Republik Indonesia ( Polri) untuk mengawasi secara ketat di kawasan pintu masuk resmi perbatasan maupun pada jalur tikus.
Hal ini menyikapi terus meningkatnya viris Covid-19 di Indonesia.
“tentu itu harus menjadi focus perhatian agar tidak menimbul kekawatiran masyarakat di perbatasan, karena menurut laporan tenaga kerja dari malaysia itu di pulangkan oleh tempat mereka bekerja,”ujar Roni disela-sela mengjhadiri rapat Pembentukan Gugus Tugas Quick Responce Penanganan Pendemic Covid-19, di Pendopo Bupati Sintang, Selasa pecan lalu,
Selain itu juga tambah Roni, tenaga kerja asing (TKA) yang bekerja di perusahan-perusahan juga harus di lakukan pengawasan secara ketat, terutama untuk Dinas Kesehatan bisa memonitoring melalui cek kondisi kesehatan mereka.
Gugus Tugas Quick Responce Penanganan Pendemic Covid-19 Kab. Sintang di Ketuai oleh Sekda Kab. Sintang Dra. Yosepha Hasnah, M. Si, yang di dalamnya terlibat unsur-unsur OPD, Polri & TNI serta pihak terkait lainnya.
Turut hadir dalam acara tersebut unsur Forkopinda Kabupaten Sintang, Organisasi perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Sintang( ono)

Bupati Sintang Bentuk Gugus Tugas Covid-19

SINTANG,LK- Bupati Sintang Jarot Winarno memimpin Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan Penyebaran Corona Virus Disease (COVID-19) dan Pembentukan Gugus Tugas Quick Responce Penanganan Pendemic Covid-19, di Pendopo Bupati Sintang, Selasa (17/3/2020) siang.
“Jadi kita rapat ni pembentukan gugus tugas penanganan corona virus di Kabupaten Sintang mengikuti kepres nomor 7 tahun 2020 tentang gugus tugas nasional dalam penanggulan covid-19 atau corona”kata Jarot usai memimpin rapat.
Jarot menjelaskan bahwa Kabupaten Sintang sudah mulai melakukan langkah 3T (telusur, test dan treatment) sejak bulan januari kemarin terhadap kasus 01 di telusuri adalah mahasiswa yang menempuh pendidikan di Cina dan pada saat itu kembali ke sintang.
“setelah di monitoring atau di periksa kondisinya sehat, sudah tidak kita awasi lagi, tapi masuk pada orang dalam pemantauan”, kemudian yang kita telusuri alumni karantina dari natuna, tapu sudah sehat juga,”kata Jarot.
Kemudian lanjut Jarot adalah yang terus di monitoring oleh Pemkab Sintang melalui Dinas Kesehatan adalah masyarakat, pejabat dan pekerja yang pulang dari luar negeri. Sampai saat ini orang dalam pemantauan termasuk yang pulang dari Kota Pontianak seperti dirinya dan Sekda serta rombongan lainya usai kegiatan di kantor BPK RI Perwakilan Kalbar beberapa hari lalu, secara keseluruhan pertanggal 17 Maret 2020 berdasarkan rilis Dinas Kesehatan Kab. Sintang ada 134 ODP ( orang dalam pemantauan).
“lalu ada satu pasien dalam pengawasan (PDP) ini rujukan dari kabupaten lain, karena rumah sakit sintang adalah salah dari 132 rumah sakit rujukan nasional untuk corona, maka dari kabupaten lain di wilayah timur kalbar ni pun merujuknya ke sintang,”terang Jarot.
Selanjut jelas Jarot bahwa Kabupaten Sintang sudah mengambil langkah melalui imbauan yakni harus menjaga jarak sosial atau social distancing, dimana mengurai tempat yang paling crowded atau keramaian di Sintang. Seperti kawasan Taman Bungur kalau sore hari ribuan masyarakat berdatangan, pasar masuka, pasar junjung buih dan pasar inpres di pagi hari karena tempat transaksi jual beli sehari-hari masyarakat yang padat.
“Kemudian lagi event-event kegiatan yang sudah kita imbau untuk di batalkan/tunda semuanya, selanjutnya sekolah-sekolah dan tempat ibadah,”kata Jarot.
Untuk sekolah dan tempat ibadah kata Jarot, harus di siapkan untuk koordinasinya, seperti kalau tempat ibadah koordinasi dengan MUI dan Dewan Masjid Indonesia Kabupaten Sintang, Keusukupan dan Denominasi Gereja-Gereja Protestan yang ada di Kabupaten Sintang.
“untuk sekolah saya minta kepala dinas pendidikan menyiapkan protokol belajar dari rumah baik untuk sekolah-sekolah yang berada di kota sintang, kota kecamatan maupun di pedalaman-pedalaman yang tidak ada jaringan internet, sehingga suatu waktu kita mengambil langkah meliburkan sekolah protokol belajar dari rumah itu sudah siap,”jelas Jarot.
Lalu yang terakhir tambah Jarot terkait edaran mengenai work from home atau bekerja dari rumah. Hal itu belum di aplikasikan karena protokol kerjanya belum di susun seperti apa kalau ASN di Kabupaten Sintang harus bekerja dari rumah.
“kita tetap menganggap ini masalah besar, pandemic di 152 negara, karena kita percaya ini adalah penomenan puncak gunung es, yang ketahuan itu sedikit, kenyataan bisa banyak, tapi kita jangan panik, kita harus terukur, kita harus optimis mampu mencegah dan mengatasinya, mudah-mudahan masyarakat Kabupaten Sintang tetap aman,”pungkas Jarot.(rilis)

Terima Audiensi Masyarakat Serawai, Ini Tanggapan Ketua Komisi B

Sintang, LK- Ketua Komisi D DPRD Sintang, Harjono memimpin rapat koordinasi bersama Dinas Pertanian dan Perkebunan serta perkebunan kelapa sawit dari Serawai–Ambalau, di ruang rapat Komisi D lantai III Gedung DPRD Sintang, Rabu (18/03/2020).

“Tadi kita sudah menemui masyarakat dari perwakilan Ikatan Keluarga U’ud Danum (IKADUM), masyarakat Serawai – Ambalau. Mereka beraudiensi dengan kita beberapa jam lalu. Ada cukup banyak hal yang disampaikan masyarakat terkait dengan keberadaan perkebunan kelapa sawit yang beroperasi di sana,” kata Harjono.

Masyarakat, kata Harjono merasa bahwa kinerja perusahaan belum optimal dirasakan oleh masyarakat. “Kami menghadirkan pihak OPD dan pihak perusahaan,” tambah politisi partai Golkar itu.

Sementara itu, Runjan selaku Manajer Humas dan CSR group PT SSA dan SHP menyampaikan, bahwa pihaknya sangat berterima kasih atas masukan dan penyampaian masyarakat, terlebih ini dari perwakilan masyarakat setempat.
“Ada beberapa hal usulan tersebut dipaparkan sebagaimana data yang telah tersedia di perusahaan. Ada beberapa yang ditampung dulu untuk disampaikan kepada general manajer perusahaan,” katanya.

Untuk corporate social responsibility (CSR) berbentuk beasiswa, pihaknya sudah pernah ada, hanya saja sekarang belum bisa memberikan lagi karna adanya efisiensi operasional dan menurunnya harga kelapa sawit dan menurunnya capaian produksi kebun.

“Untuk hal lain saya minta maaf karna ada beberapa hal yang menjadi kewenangan general manajer, saya hanya bisa catat dulu hasil dan usulan dari pertemuan ini, utnuk selanjutnya akan saya sampaikan kepada general manajer kami di kantor,” pungkasnya. (pul)