Jam Pulang Sekolah, Jembatan Tol Lintas Melawi Selalu Macet

Sintang, LK- Kemacetan disejumlah titik patut menjadi perhatian serius pemerintah. Kemacetan kerap terjadi pada jam-jam padat, di sore hari jam pulang atau jam berangkat sekolah.
Seperti yang terjadi di Jembatan tol Melawi. Jembatan yang menghubungkan Tugu Jam-Lintas Melawi Sintang selalu macet . Bahkan kemacetan terjadi hampir setiap hari ketika jam sibuk.
“Sudah sebulan terakhir kalau pulang kerja sekitar pukul 11.30 Wib jembatan selalu macet,”kata Amin salah seorang warga Sintang ketika ditemui media ini, Kamis (4/12/2019).
Menurutnya, jembatan tol melawi kondisinya sudah sempit. Tidak sesuai dengan jumlah kendaraan yang melintas. “Jembatan sudah selayaknya di perbesar. atau dibuat dua jalur agar tidak mecet,” tuturnya.
Hal sama juga diungkapkan Syaiful (30). Pria yang berprofesi sebaagai Jurnalis di salah satu Media Massa terbesar di Kalimantan Barat juga mengeluhkan kerap macetnya lalulintas di jembatan.
“Saye hampir setiap hari melintasi jalan lintas melawi. Kalau siang hari memang kadang suka macet,” kata pria yang kerap disapa Ipul.
Pemerintah menurutnya sudah selayaknya memperhatikan jembatan tersebut.” Menurut saya memang harus dibesarkan agar tidak macet,” pungkasnya.(ono)

Bupati Sintang Resmikan Via Ferrata Kelam

Sintang, LK- Bupati Sintang, dr. Jarot Winarno, M.Med.Ph meresmikan dan melaunching via ferrata, jalur besi pendakian di Gunung Kelam Sintang, Selasa (03/12/2019). Kegiatan ini dilakukan bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat. Dalam agenda acara tersebut juga dilakukan penyerahan ijin usaha penyediaan jasa wisata alam dan pelepasan perdana tim pendakian Gunung Kelam.
“Kegiatan ini adalam momen penting untuk kita di Sintang. Kita ingin slogan pendakian batu monolith terbesar di Indonesia orang akan tertarik untuk datang kemari dan Sintang semakin dikenal luas,” kata dr. Jarot dalam sambutannya.
“Kita sudah dukung dan dorong potensi Gunung Kelam ini lewat festival tempo hari. Sintang itu adalah jantungnya dunia yang sangat mudah dijangkau, pagi minum kopi di Jakarta, sarapan di Pontianak, makan durian di Merpak bisa, begitu mudahnya ya kan,” tambahnya.
Sebagai simbolisasi launching via ferrata tersebut, Bupati Sintang memukul gong sebanyak 7 kali. Kemudian dilanjutkan dengan penerimaan plakat dari kepala BKSDA Kalbar. Diakhir acara Bupati Sintang melepas rombongan pendaki perdana. Turut mendaki kepala BKSA Kalbar dan PASI Teritorial Korem 121 Alambhana Wanawai Sintang.
Sadtata Noor Adirahmanta, selaku kepala BKSDA Kalbar menyampaikan pihaknya sangat antusias dengan keberadaan potensi yang ada di taman wisata alam Gunung Kelam. BKSDA ingin melakukan proses konservasi yang memiliki dampak ekonomis dengan tetap menjaga tatanan sosial budaya lokal yang telah ada.
“Kondisi kita memang belum sempurna, masih ada beberapa hal yang harus dibenahi lagi dalam upaya optimalisasi konservasi dan pemanfaatan ekowisata Gunung Kelam. Namun, kita harus terus bergerak, meski ada beberapa hal perlu diselesaikan lagi kita tetap resmikan dulu jalurnya, sambil jalan kita perbaiki dan kita baguskan lagi. Misalnya, soal tarif, ini belum fix baru nilai yang kita anggap sesuai untuk saat ini, kedepankan harus ada tarif baku agar lebih mudah dalam transaksi,” papar pria yang akrab di sapa Tata ini.
Turut hadir dalam acara tersebut, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Sintang dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sintang serta sejumlah tokoh masyarakat sekitar Gunung Kelam.(humas)

Meski Diguyur Hujan, Pembukaan MTQ Tetap Meriah

Sintang, LK- Dibawah guyuran hujan, pembukaan Musabaqah Tilawah Tilqur’an (MTQ) ke-XXIV Kabupaten Sintang tahun 2019 berlangsung meriah. Ribuan masyarakat dari 14 kecamatan di Kabupaten Sintang memadati exs bandara susilo Sintang.
Merduanya lantunan ayat Suci Al Qur’an yang dibawakan oleh Bintang tamu Qori Internasional asal Sumatera Utara H. Darwin Hasibuan membuat suasana hujan semakin hangAT. hujan yang mengguyur kota Sintang justru tidak membuat para kafilah dari 14 kecamatan yang hadir patah semangat.Peserta tetap memberikan tampilan yang menarik pada cara pembukaan MTQ.
Kehangatan semakin terasa ketika Bupati Sintang H. Jarot Winarno juga turut hadir ditengah tengah masyarakat yang hadir di exs bandara susilo Sintang.
“kita harus bersyukur, hujan yang turun pada malam hari ini merupakan berkah dari Allah Subhanahu wa ta’ala, meskipun hujan masyarakat, para kafilah tetap antusias menyaksikan acara pada malam hari ini,”ucap Jarot.
Jarot pun menjelaskan bahwa penyelenggaraan MTQ di Kabupaten Sintang ini memiliki modal 4 modal besar guna mendukung suksesnya pembangunan daerah di bumi Senentang ini.
Yang pertama katanya adalah modal moralitas, dimana dalam wadah MTQ nilai kebaikan dan kebenaran yang bersumber pada kitab suci Al Qur’an di hidupkan dan di sosialisasikan secara luas di tengah umat Islam dan masyarakat. Hal ini dapat membangun kesadaran dan memperkuat perilaku qur’ani bagi umat Islam sebagai bagian dari anak bangsa di Kabupaten Sintang. Sehingga pada akhirnya terwujudnya masyarakat yang religius sebagai visi pembangunan daerah dapat di wujudakan melalui MTQ ini.
Kedua adalah modal sosial, bahwa MTQ ini menjadi ajang merawat nilai-nilai kerukunan, persaudaraan, dan kehangatan sosial dalam bingkai kebangsaan. MTQ ini mampu menghadirkan semangat inklusivitas keagamaan, di mana berbagai pemeluk agama lain saling bertemu, berbaur dan merasa menjadi bagian yang utuh.
Yang ketiga yakni modal kultural, dimana dalam forum MTQ ini di tampilkan secara luas berbagai seni keagamaan yang sangat indah dan sekaligus menggugah, kemudian seni itu di format dalam ajang perlombaan yang menarik, sehingga menjadi suatu tontonan kebudayaan yang edukatif, inspiratif dan menghibur.
sementara yang keempat yakni modal stabilitas, bahwa ajang ini mampu meredam sikap dan tindakan intoleran, permusuhan, radikalisme, konflik atau politik culas yang membawa agama untuk memecah belah kebangsaan.
“sebab pada jati iri mtq terdapat kekuatan pluralisme agama dengan menonjolkan sisi keindahan yang ada di dalamnya, di sinilah kehadiran mtq menjadi penting dan patut kita syukuri. Untuk itulah empat modal besar ini harus kita gali dan manfaatkan,”tutur Jarot.
Jarot pun menyampakan bahwa tema yang diangkat pada MTQ ini adalah mengimplementasikan nilai dan seni baca Al Qur’an dalam mewujudkan masyarakat kabupaten Sintang yang religius. Dimana tagline yang di sebarkan adalah Gema Qur’ani yang mengajak kita semua membentuk generasi qur’ani dalam seluruh aspek kehidupan.
“saya menangkap suka cita dan antusiasme yang besar dari seluruh kafilah kecamatan dan komponen umat islam yang mengikuti mtq ke-XXIV ini,”terang jarot.
Selain itu juga yang patut di syukuri pelaksanaan MTQ ini juga di dukung bahkan ikut juga berpartisipasi dari berbagai agama lain yang ada di Kabupaten Sintang ini guna suksesnya kegiatan ini bersama-sama.
“terakhir saya harap ikutilah MTQ ini dengan sebaik-baiknya, untuk para juri berlaku adillah dalam memberikan nilai, agar apa yang di hasilkan benar-benar berkualitas sehingga kedepan para pemenang akan mewakili Kabupaten Sintang ke tingkat MTQ yang lebih tinggi lagi,”pesan Jarot.
Sementara itu Ketua Umum Pelaksana MTQ ke-XXIV Kabupaten Sintang, Joni Nurhaili mengatakan MTQ ini di laskanakan dari tanggal 2-6 Desember 2019 dengan maksud dan tujuannya adalah untuk mengoptimalkan pembinaan seni baca Al Qur’an di tengah-tengah umat Islam Kabupaten Sintang dan meningkatkan kecintaan umat Islam terhadap isi kandungan Al Qur’an. Selain itu, kegiatan ini juga untuk membangun persatuan umat Islam dan umat Islam dengan umat beragama lainnya.
“kita juga menjaring bibit-bibit potensial untuk dipersiapkan dalam penyelenggaraan MTQ tingkat Provinsi Kalbar tahun 2020 mendatang di Kabupaten Sekadau,”jelas Joni.
Joni menyampaikan bahwa jenis lomba yang di pertandingkan pada MTQ ke-XXIV ini ada 5 jenis lomba yaitu tilawah Al Qur’an, hifzhil Al Qur’an, syahril Al Qur’an, Fahmil Al Qur’an dan khath Al Qur’an.
“peserta mtq ini berasal dari 14 kecamatan dengan jumlah 600 orang terdiri dari 450 peserta dan 140 orang official dan pendamping,”tutur Joni.(ono)