Operasi Zebra Diharapkan Dapat Menekan Angka Kecelakaan

Sintang, LK- Operasi Zebra kapuas 2019 yang saat ini masih dilakukan kepolisiann resort Sintang mendapat apresiasi positif oleh sejumlah masyarakat di Kabupaten Sintang. Kegiatan ini diyakini akan dapat mendisiplinkan pengendara, baik dari kelengkapan kendaraan dan surat-surat dan lainnya.

Salah satunya di ungkapkan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kabupaten Sintang, Billy Welsan. Ia menyambut baik Operasi Zebra Kapuas 2019 yang digelar ini.

“Kita ketahui tingkat kecelakaan di Kabupaten Sintang ini cukup tinggi. Maka dari itu, dari Operasi Zebra Kapuas ini kita harapkan dapat menekan angka kecelakaan tersebut,” ujarnya ditemui di kantor DPRD setempat, kemarin.

Ia juga mengharapkan, agar pengendara dapat mematuhui aturan lalu lintas yang ada dengan melengkapi surat-surat kendaraannya. “Ketika lengkap dan memathui aturan, pengendara tak perlu takutkan dari Operasi Zebra Kapuas ini,” katanya.

Ia juga menilai, informasi yang disebarkan warganet terkait lokasi-lokasi razia melalui media sosial ,seharusnya tidaklah penting. Karena selama semuanya lengkap sesuai aturan, apa yang harus ditakutkan.

“Mereka yang seperti itukan karena tidak lengkap. Berarti semakin banyak warganet yang mempertanyakan itu, semakin banyak pula yang tidak melengkapi syarat-syarat kendaraannya,” pungkasnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, selama 14 hari Operasi Zebra Kapuas 2019 akan digelar di Kabupate Sintang. Kegiatan itu resmi dimulai sejak hari Rabu (23/10/2019) hingga tanggal 5 November 2019 mendatang.

Hal tersebut disampaikan Kapolres Sintang, AKBP Adhe Hariadi ditemui usai Apel Gelar Pasukan Operasi Zebra Kapuas 2019, di Halaman Mapolres setempat, Rabu (23/10).

“Sasaran kegitan ini yaitu pengendara kendaraan roda dua maupun roda empat,” ujarnya Kapolres kepada sejumlah awak media.

Kapolres juga menegaskan, pada Operasi Zebra Kapuas 2019 ini lebih mengutamakan penegakan hukum. Dari itu ia berharap, masyarakat khususnya pengendara dapat mematuhi peraturan lalu lintas dan jangan lupa membawa kelengkapan kendaraan.

“Tak ada yang beda dari operasi sebelumnya, jika tidak lengkap suratr-surat kendaraannya serta tidak standar akan kami tindak,” jelasnya.

Tujuan dari pelaksanaan Operasi Zebra Kapuas 2019, lanjut Kapolres, salah satunya adalah menekan angka kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Sintang yang fatalitasnya cukup tinggi.

“Di Sintang lumayan banyak terjadi kecelakaan lalu lintas yang fatalitasnya cukup tinggi. Artinya banyak yang meninggal dunia. Penyebab terjadinya kecelakaan tersebut bisa karena faktor kelalaian diri atau faktor lain, ini yang ingin kita antisipasi,” pungkasnya. (ipl)

Potensi Wisata Belum di Kelola Maksimal

Sintang, LK- Kabupaten Sintang memiliki wilayah yang sangat luas, sehingga banyak terdapat destinasi-destinasi wisata yang tak kalah bagusnya dari daerah-daerah lain. Hanya saja, dinilai belum didukung dengan sarana prasarana yang memadai untuk mendongkrak popularitsnya.

“Saya sudah beberapa kali mengikuti kegiatan yang berkaitan dengan destinasi wisata. Saya melihat kita punya potensi. Cuma sarana prasarana kita belum menunjangan, terutama jalan dan jembatan,” ujat anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang, Tuah Mangasih saat ditemui di Kantor DPRD Sintang, Jumat (25/10/2019).

Maka dari itu, kata Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini, permasalahan tersebut harus mejadi PR bersama, terutama pemerintahan. Bagaimana bisa membangun sarana prasarana tersebut sehingga destinasi wisata Bumi Senentang bisa terdongkrak.

“Ini menjadi tugas kita juga, agar terus membangun. Kalau tidak, maka akan sulit berkembang wisata kita. Contohnya saja, bagaimana orang-orang mau datang daerah-daerah di Sintang yang memiliki destiniasi wisata, kalau jalan dan jembatannya terlalu rusak untuk menuju kesana,” jelasnya.

Kalau sarana dan prasarana sudah mendukung, Tuah yakin wisata di Sintang akan maju dan bahkan efeknya juga sangat luar biasa untuk masyarakat, meski memang membutuhkan waktu yang cukup panjang.

“Nanti masyarakat pasti berpikir, kalau suatu kawasan wisata sudah mulai banyak dikunjungi orang, mereka akan mencari peluang untuk mendapatkan keuntungan ekonomi, bisa jualan dan lain sebagainaya,” terangnya.

Saat disinggung perihal promosi wisata yang ada di Kabupaten Sintang, Tuah menilai bahwa untuk akhir-akhir ini sudah cukup bagus. Seperti Festival Bukit Kelam, dan baru-baru ini Jemelak Expo.

“Saya rasaya dinas terkait sudah membuat terobosan-terobosan yang baik untuk mendongkrak destinasi wisata kita. Tapi kembali lagi dengan sarana dan prasarana tadi. Kalau itu tidak mendukung, maka bisa jadi promosi itu akan menjadi sia-sia, bahakan mubazir, karena anggaran untuk kegitan itu tidak kecil,” pungkasnya. (ipl)

Janji Dorong Terbentuknya PKR

Sintang, LK- Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang, Nikodemus mengatakan, sebagai salah satu wakil rakyat di kawasan Timur Kalbar, dirinya akan terus mendorong pemekaran Provinsi Kapuas Raya (PKR) agar segera terwujud.

“PKR sudah menjadi kebutuhan masyarakat yang berada di wilayah Timur kalimantan Barat. Hanya saja Saat ini PKR terkendala monatorium, tapi saya yakin kalau semua masyarakat bergerak, ini bisa segera terwujud,” ujarnya ditemui di Kantor DPRD setempat, kemarin.

Apalagi kata Niko, salah satu programnya Gubernur Sutradmiji, yakni mewujudkan Provinsi Kapuas Raya sesuai janjinya saat kampanye dulu. Tentu hal tersebut harus terus didorong.

“Itu janji beliau. Saya yakin PKR ini akan terwujud dikepemimpinan Pak Gubernur Sutardmiji. Kita percaya dengan kemampuan beliau, hanya saja memang tetap harus kita dorong agar segera terwujud,” terangnya.

Ia juga mengatakan, bahwa gaung PKR beberapa bulan belakang ini tidak tenggelam, karena tahun ini sudah ada perencanan persiapan lahan untuk pembangunannya.

“Artinya perencanaan awal sudah dilakukan. Nah menurut Pak Gubuernur, bahwa akan dibangun kantor DPRD dan kantor Gubernur untuk persiapan PKR. Dan itu juga harus kita dorong terus,” terangnya.

Politisi Partai Hanura ini juga mengatakan, kalau pemerintah, DPRD, tokoh agama, tokoh masyarakat serta seluruh stackholder yang ada dan masyarakat lima kabupaten wilayah Timur Kalbar ini sepakat untuk terus mendorong pemerintah pusat untuk PKR, diyakini akan cepat terwujud.

“Agar PKR ini terbentuk, kita sama-sama mendorong kepada pemerintah pusat. Saya yakin kalau sudah begitu, pemerintah pusat akan membuka keran pemekaran ini. Intinya seluruh kompenen yang berada di kawasan Timur Kalbar punya persepsi yang sama untuk pemekaran ini,” pungkasnya. (say)

Pemkab Louncing Perbub Nomor 66

SINTANG, LK- Bupati Sintang dr. H. Jarot Winarno, M. Med. PH melaunching Peraturan Bupati Nomor 66 tahun 2019 tentang Rencana Aksi Daerah Sintang Lestari tahun 2019 – 2021 dalam kegiatan seminar publik penyampaian hasil fasilitasi multipihak mendukung inisiatif Sintang Lestari, di Aula Hotel My Home Sintang, Rabu (30/10/19) pagi.
Pada kesempatan tersebut Jarot Winarno menjelaskan bahwa tujuan penyusunan Perbup Nomor 66 tahun 2019 tentang Rencana Aksi Daerah Sintang Lestari (RAD-SL) ini sejalan dengan komitmen pemerintah pusat guna mewujudkan Kabupaten Lestari. RAD-SL di susun secara partisipatif dengan melibatkan para pelaku pemangku kepentingan pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Sintang.
“RAD-SL merupakan dokument yang bersifat strategis yang memuat tentang visi, misi dan tujuan, saran, strategis, serta kebijakan dan rencana aksi dalam mewujudkan Kabupaten Sintang Lestari dan sebagai dokument antara sebelum di lakukannya evaluasi dan revisi terhadap dua dokument landasan pembangunan yaitu RPJMD dan RTRW Kabupaten Sintang,”jelasnya.
Lanjut Jarot, bahwa tujuan umum dari RAD-SL ini adalah memfasilitasi transisi kebijakan pembangunan Kabupaten Sintang dari Business as usual (BAU) menuju pembangunan berkelanjutan (sustainable development) yang menjadi semangat dari visi Sintang Lestari. RAD-SL ini juga akan menjadi payung perubahan paradigma pembangunan yang tidak bergantung hanya pada sektor-sektor ekonomi yang berbasis lahan.
“Selain itu juga, RAD-SL ini sebagai panduan reorientasi arah dan semangat pembangunan Kabupaten Sintang, tertutama untuk program-program dan kegiatan di bawah RPJMD yang sedang berjalan, sebagai acuan resmi bagi seluruh OPD di lingkungan Kabupaten Sintang dalam menentukan prioritas program dan kegiatan yang berhubungan dengan pembangunan berkelanjutan,”terangnya.
Kemudian tambah Jarot, RAD-SL ini juga sebagai pedoman adopsi program-program transisi menuju Sintang Lestari kedalam RKPD 2020-2021 sebelum RPJMD periode 2022-2027 di buat, sebagai acuan perumusan RPJMD 2022-2027 agar secara sistematis pembangunan Kabupaten Sintang menuju pada kondisi Sintang Lestari yang di targetkan tercapai pada 2030 dan untuk pedoman dalam koordinasi, integrasi, sinergi dan singkronisasi semua pihak yang terkait dengan pembangunan berkelanjutan, baik secara vertikal maupun horizontal.
Sementara itu Direktur Conservation Strategy Fund (CSF) Indonesia Mubarik Ahmad menjelaskan bahwa persiapan rencana aksi ini sudah di mulai sejak april 2018 lalu. Selama 18 bulan ini proses multipihak yang di fasilitasi CSF sudah menghasilkan beberapa hal. Yang pertama itu skenario pembangunan Sintang Lestari untuk tahun 2030 yang di tuangkan dalam usulan visi yang baru yang sekarang sudah diadopsi di dalam RAD. Yang kedua di turunkan roadmap atau peta jalan menuju Sintang Lestari. Yang ketiga rekomendasi kebijakan-kebijakan kunci yang akan mendorong perubahan-perubahan berikutnya dan kemudian baru program untuk tahun 2020 dan 2021 dituangkan dalam RAD ini dan untuk setelah 2021 dituangkan dalam usulan-usulan yang akan di adopsi kedalam RPJMD 2022 – 2027.
“Jadi In Shaa Allah hasil kerja multipihak ini akan menjadi input dalam RPJMD nanti dan juga adanya perencanaan landscape yang berkelanjutan yang akan menjadi input revisi rt rw yang akan datang. Itulah hasil – hasil dari multipihak selama 18 bulan ini”jelasnya.
Mubarik menambahkan pihaknya akan terus melakukan pendampingan untuk Pemkab Sintang seperti membangun kapasitas staf perencanaan di Bappeda dan OPD lain, kemudian juga kami akan melakukan pendampingan KLHS baik itu tataruang maupun RPJMD yang akan datang dan penulisan RPJMD 2022-2027.(ono/rilis)

Pelaksanaan MTQ Di Percepat

Sintang, LK- Pelaksana Tugas Asisten Sekretariat Daerah Bidang Pemerintah, Kurniawan., S.Sos.,M.Si membuka ekspose rencana kegaitan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXIV tahun 2019 di Balai Ruai Kkomplek rumah dinas Bupati Sintang, Selasa (30/10/2019).
Kegiatan MTQ tingkat kabupaten ini mengalami percepatan dalam pelaksanaannya. Semula kegiatan akan dilaksanakan pada tahun 2020 namun atas beberapa pertimbangan, kegiatan MTQ tingkat Kabupaten Sintang akan dilaksanakan pada 2-6 Desember 2019.
“kegiatan ini mendapat sukungan sepenuhnya dari Bapak Bupati dan berbagai instansi terkait yang ada di Sintang,” ujar Kurniawan. “Untuk itu kita mintakan semua kecamatan ikut ambil bagian dalam setiap sesi dan kualifikasi,” tambahnya.
Para khafilah kecamatan dapat mengikuti 5 cabang dan 30 golongan lomba yang ada. Panitia juga menjamin berbagai kebutuhan para peserta. Ada cabang lomba bidang Tilawah, Hifzhil, Fahmil, Sarhil dan Khath.
“kita menyelenggarakan kegiatan MTQ ini dengan maksud untuk menguji, membuka ajang guna persiapan mengikuti MTQ tingkat Provinsi Kalimantan Barat di Sekadau pada April 2020 nanti ya,” ungkap Kurniawan.
“Selain itu kita juga ingin menyediakan wadah untuk menumbuhkan kecintaan dan pemahaman terhadap kitab suci Al’Quran sebagai wujud pencapaian visi masyarakat Sintang yang religius,” katanya lagi.
Agenda lain selain lomba, panitia juga mengadakan pawai Ta’aruf dan pameran Islami. Kegiatan ini juga dilangsungkan di beberapa fasilitas pubik yang tersebar di Kota Sintang, mulai dari Gedung Pancasila, Pendopo rumah dinas Bupati hingga di eks. Lapangan Terbang Susilo.
Pada kesempatan yang sama, Camat Ketungau Hilir, Lunsa Balu, S.Pd,.M.Si menyampaikan bahwa anak-anak ditimnya sudah cukup siap dalam mengikuti ajang MTQ tingkat kabupaten nanti. Ia menyebutkan kelengkapan kepesertaan sudah dilengkapi.
“Rencananya kami dah baguslah, nanti Senin kami akan mematangkan lagi persiapannya,” ujar Lunsa. “Hanya saja kami ini, ikut yang anak-anak jak, karna Ketungau Hilir belum ada peserta untuk yang cabang dewasa. Kita ingin capaian prestasi di MTQ ini akan baiklah, kita sudah ada yang sampai ke tingkat nasional, semoga kali ini akan bertambah lagi prestasi dari Ketungau Hilir ini,” harapnya.
Turut hadir pada kegiatan tersebut, sejumlah camat dan perwakilan dari LPTQ Kecamatan serta sejumlah panitia acara.(ONO/rilis)

Optimis PKR Terbentuk

Sintang, LK- Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sintang Florensius Rony optimis provinsi Baru di wilayah timur Kalimantan Barat yang rencananya dinamai Kapuas Raya bakal terbentuk di massa Kepemimpinan Gubernur Kalbar H Sutarmidji
“Saya yakin PKR ini terwujud, karena Gubernur kita serius terhadap janjinya untuk pemekaran PKR ini,” ujar Ronny ditemui di Kantor DPRD setempat, Senin (28/10/2019).
Keyakinan Ronny akan pemekaran PKR tersebut bukan tanpa alasan, mengingat beberapa waktu lalu saat orientasi anggota DPRD, Kepala BAPPEDA Provinsi Kalbar menyampaikan, bahwa tahun depan untuk Kantor Gubernur PKR sudah dianggarkan.
“Jadi ada sedikit disampaikan oleh Kepala BAPPEDA Provinsi Kalbar, bahwa untuk tahun depan sudah dianggarkan oleh Pemprov untuk pembangunan Kantor Gubernur PKR di Sintang,” katanya.
Dari situ, kata Ronny bahwa Pemerintah Provinsi Kalbar konsen untuk pemekaran PKR ini. Tentu Pemerintah Kabupaten Sintang harus menyiapkan tanah untuk itu.
“Saya rasa DPRD Sintang bersama Jarot Winarno sebagai Bupati Sintang tentu sudah siap menghibahkan tanah untuk kantor Gubernur itu,” terangnya.
Ia juga mengatakan, bahwa sekarang, DPRD Sintang secara khusus untuk mendorong PKR ini belum ada, karena masih fokus membahas Alat Kelengkapan Dewan (AKD) dan pembahasan Raperda-Raperda yang masuk, dimana ada 9 Raperda.
“Tapi kita juga tidak tinggal diam, kita selalu menguatkan pemerintah provinsi untuk terus mendorong pembentukan PKR ini,” terangnya.
Ia juga mengatakan, pihaknya siap kapanpun jika disuruh untuk menghadap Gubernur Sutradmiji. “Kalau nanti menghadap Gubernur, kita tidak menanyakan jadi atau tidak pemekaran PKR ini, karena kita yakin jadi. Tapi akan kita tanyakan progresnya sampai mana,” pungkasnya. (say)

Berharap Pelaku Penjarahan Satwa di Hukum Berat

Sintang, LK- Putusan Pengadilan kepada empat Warga Negara Asing (WNA) Polandia yang menjarah 283 jenis tumbuhan dan satwa di TWA Bukit Kelam pada Maret 2019 lalu, diyakini sudah sesuai Undang-Undang yang berlaku.

Hal tersebut dikatakan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang, Agrianus. Ia menilai, bahwa empat WNA Polandia tersebut, yang baru saja bebas beberapa hari lalu, telah menjalani hukumannya sesuai aturan yang telah berlaku di Indonesia.

“Kita percaya kepada penegak hukum dengan peraturan perundang-undagan yang ada, bahwa hukuman yang dijalani sesuai dengan aturan yang berlaku,” ujarnya, ditemui di Kantor DPRD setempat, Senin (28/10/2019).

Hanya saja, ke depan diharapkan Agrianus, ada hukum yang lebih memberatkan terhadap kasus-kasus seperti itu. Mengingat kasus-kasus seperti itu sangat merugikan sekali bagi Indonesia.

“Tentu kita juga akan mendorong penguatan hukum terhadap kasus-kasus seperti itu, agar lebih dimaksimalkan ke depan. Dengan begitu aturan-aturan sekarang ini kita harapkan dapat direvisi,” terangnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, empat WNA Polandia yang terjerat kasus hukum di Indonesia, karena menjarah 283 jenis tumbuhan dan satwa di TWA Bukit Kelam pada Maret 2019 lalu, telah bebas, pada Jumat (25/10/2019) lalu.

Hukuman yang dijalani empat WNA tersebut yakni lima bulan kurungan penjara di Lapas Kelas II B Sintang dan denda masing-masing Rp40 juta.

Kalapas Kelas II B Sintang, Toro Wiyarto mengatakan, bahwa pembebasan empat WNA tersebut sudah sesuai dengan vonis hukuman yang dijatuhkan, yakni lima bulan kurungan penjara.

“Mereka sudah menjalani lima bulan masa hukuman dan telah membayar denda Rp40 juta. Denda itu telah dibayar oleh Konsulat atau Kedutaan Besar Negara Polandia,” katanya.

Sementara itu, Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Seksi Wilayah II Sintang, Bharata Sibarani berharap, ke depan ada terobosan hukum yang bisa lebih kuat dan berat untuk kasus seperti 4 WNA Polandia ini.

“Pihak kita berharap seperti itu. Apalagi sudah jelas tujuan visa mereka (4 WNA) beda dengan apa yang dilakukan selama di sini,” ujar Bharata.

Tentu harapannya itu, kata Bharata, supaya bisa menjaga alam yang ada di TWA Bukit Kelam ini dan membuat takut para calon pelaku lain untuk berbuat hal serupa. Sebab apa yang dilakukan 4 WNA itu mempunyai motif tertentu, yakni untuk penelitian yang pastinya sangat merugikan negara ini.

“Dengan adanya terobosan hukuman baru yang lebih kuat, maka keamanan hasil alam kita dari upaya pencurian terjaga,” pungkasnya. (say)

Buka Konvensi GKII, Bupati Ajak Jaga Persatuan Dan Kesatuan

Sintang, BK- Bupati Sintang, Jarot Winarno, membuka secara resmi kegiatan konvensi Misi Ke-3 & KPI, GKII Wilayah II Kalimantan Barat, yang ditandai dengan pemukulan gong, dilaksanakan di Gereja Kemah Injil Indonesia Efrata, Desa Pelaik, Kecamatan Kayan Hilir, Kabupaten Sintang, pada hari Selasa, (29/10/2019).
Dalam sambutannya, Bupati Sintang, Jarot Winarno mengajak semua elemen masyarakat untuk menjaga persatuan dan kesetuan. Persatuan dan kesatuan adalah modal social untuk membangun.
“kita ketahui belakangan ini situasi nasional kurang kondusif, ujaran kebencian, hoax dan sebagainya beredar kemana-mana, hal ini berpotensi untuk memecahbelah bangsa, namun kita perlu rajut rasa persatuan dan kesatuan bangsa, sebab nilai tersebut sangat tinggi, sebagai modal social untuk membangun daerah kita,”kata Jarot.
Masih kata Bupati Sintang, bahwa untuk tetap saling menjaga persatuan dan kesatuan, dan menghindari potensi yang dapat memecah belahkan bangsa, masyarakat tidak bergaul dalam kaum radikalisme.
“kalau ada potensi yang memecahbelahkan bangsa ini, sekiranya tidaklah bergaul dengan kaum radikalisme,” ujarnya.
Menurut Bupati Sintang, situasi yang kondusif akan berdampak kepada ekonomi di Indonesia, “saat ini ekonomi sedang menjadi krisis global, pertumbuhan ekonomi Indonesia sering digenjot 5 persen, kalaulah ekonomi kita mau maju dan berkembang, syaratnya adalah situasi keamanan harus kondusif, harus aman, dan ditopang dengan SDM yang memadai,”tambahnya.
Terkait masalah ekonomi, lanjut Jarot, bahwa yang perlu ditata dari sekarang adalah generasi emas menuju tahun 2045.
“26 tahun mendatang, tepat 100 tahun Indonesia Merdeka, Indonesia akan menjadi Negara terbesar keempat didunia, tetapi ini tidak akan tercapai kalau kita masih mengalami ekonomi yang stagnan di 5%, paling tidak bisa 6,5% sampai 7% minimal, dan yang paling penting harus tetap bersatu,” tuturnya.
Bupati Sintang berharap agar situasi keamanan di Desa Pelaik tetap kondusif dan tidak terpancing dengan situasi nasional. “saya ingatkan situasi di nasional tadi, jadi saya tidak ingin situasi desa Pelaik ini lalu tidak kondusif,jangan ada ribut-ribut, jaga kondusifitas desa kita, terus jalin komunikasi yang baik dengan Pemerintah Kabupaten, mudah-mudahan terus aman dan kondusif,”pesannya.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, Sulaiman menjelaskan kegiatan Konvensi ke-3 GKII Wilayah II Kalimantan Barat, “kegiatan ini dilaksanakan selama tiga hari dimulai sejak tanggal 29 Oktober 2019 dan berakhir pada tanggal 31 Oktober 2019, yang bertujuan untuk meningkatkan pelayanan misi keinjilian di wilayah II Kalimantan Barat dengan rangkaian kegiatan KKR, seminar dan kegiatan olahraga”, jelasnya.
Selain itu juga Sulaiman mengatakan kegiatan konvensi ini diikuti oleh lima daerah yang tergabung didalam GKII Wilayah II Kalimantan Barat, “jadi ada lima daerah kerja yang mengikuti kegiatan ini, daerah Kayan, daerah Sintang, daerah Melawi Hilir, daerah Melawi Hulu, daerah Tanah Pinoh,” katanya.
Kemudian,Ketua GKII Daerah Kayan Oktavianus mengatakan bahwa jumlah gereja di daerah II Kalimantan Barat ini banyak, “sebenarnya ada 300 lebih gereja untuk di wilayah II Kalbar ini, untuk diwilayah kayan saja ada 61 gereja, tapi untuk yang bisa hadir paling tidak para pendeta, gembala sidang, dan untuk pesertanya yang baru mendaftar sebanyak 19 orang,” kata Oktavianus.
Oktavianus berharap kepada Pemerintah khususnya Bupati Sintang untuk terus mendukung pelaksanaan kegiatan GKII, “kami berharap bersama-sama bahwa bapak Bupati Sintang bisa mendukung pelaksanaan gereja, dan kami juga sebagai pihak Gereja selalu terbuka dengan program pemerintah, kami siap bekerjasama dan bersinergi bersama Pemerintah, kami haturkan terimakasih kepada Bapak Bupati Sintang yang telah berkenan hadir dalam kegiatan ini,”harapnya.(ono)

Pendidikan Di Perbatasan Perlu di Tingkatkan

Sintang, LK_ Pendidikan di perbatasan untuk sarana prasaranaya sudah mulai mengalami peningkatan, baik itu dari tingkat PAUD, SD, SMP maupun SMA.

Hal tersebut diakui oleh Sekeretaris Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Dearah (DPRD) Kabupate Sintang, Melklianus. Ia mengatakan, bahwa sejauh ini untuk sarana dan prasarana sekolah di perbatasan sudah cukup baik dan melihatkan perkembangan.

“Kita berterimakasih dengan pemerintah daerah, provinsi dan pusat yang sudah berupaya memajukan mutu pendidikan di perbatasan,” ujar Melkianus ditemui di Kantor DPRD setempat, Jumat pekan lalu

Hanya saja, diakui dewan Dapil perbatasan ini, untuk tenaga pendidik, perlu di tingkatkan lagi, baik dari Aparatur Sipil Negara (ASN), maupun tengan honor dan kontrak.

“Kita akui kalau sarana prasarana sudah baik, tapi masih sedikit kurang untuk tenaga pendidiknya. Kita harapkan ini juga ditingkatkan ke depan, sehingga akan berdampak pada mutu pendidikan yang ingin kita capai, sesuai dengan visi dan misi Bupati Sintang,” teangnya.

Tentu kata Melkianus, pihaknya juga akan mendorog mutu pendidikan di perbatasan agar meningkat. Terlebih memang saat ini dirinya berada di komisi C yang memang menanggani persoalan pendidikan.

“Akan kita dorong terus sesuai Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) kita. Sehingga kita harapkan pendidikan di perbatasan bisa lebih baik dan bersaing dengan pendidikan yang ada di perkotaan,” jelasnya.

Politisi Partai GolonganKarya (Golkar) ini juga mengatakan, untuk program pendidikan di perbatasan yang telah dituangkan pemerintah juga sudah cukup baik. Terutrama dengan adanya kiat guru, artinya guru wajib berada di tempat seusai aturan yang berlaku.

“Sehingga ini juga akan memberikan dampak yang baik untuk anak-anak pelajar kita. Harpan kita, walaupun kita beradah di wilayah timur Kalbar dan perbatasanm, kita mampu bersaing dengan luar daerah, jangan hanya jadi penonton,” pungkasnya. (IPL)

Tenun Ikat Sebagai Ikon Budaya Sintang

Sintang, LK- Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang, Tuah Mangasih mengatakan, bahwa tenun ikat Sintang kini telah menjadi ikon objek budaya Bumi Senentang.

Hal itu dikatakan Tuah, karena tenun ikat asal Kabupaten Sintang ini sudah sangat terkenal. Bahkan sudah beberapa kali menerima penghargaan dari pemerintah pusat.

“Saya sangat merespon baik dengan adanya tentun ikat. Ini merupakan ikon Kabupaten Sintang, karena sudah dikenal dimana-mana. Masyarakat Kabupaten Sintang patut berbangga memilikinya,” ujar Tuah ditemui di Kantor DPRD setempat, kemarin.

Maka dari itu, Tuah berharap, produksi kain tenun ikat ini bisa ditingkatkan lagi ke depannya, mengingat tenaga kerjanya cukup banyak.

“Saya kira kalau tenaga kerjanya banyak, terutama kawan-kawan kita di Ensaid Panjang. Makanya produksi tenun ikat ini harus ditingkatkan lagi,” katanya.

Sementara untuk bahan dasar tenun ikat, kata Politisi Partai Demokrasi Perjuangan Indonesia (PDIP) ini, bisa mengandeng pihak lain. Pemerintah juga harus memperhatikan secara khusus melalui dinas terkait, kalau memang betul bahanya kurang.

“Mengingat bahan bakunya dari alam, makanya harus kita atasi itu kalau memang terjadi kekurangan. Tentu ini jadi perhatian kita juga, ketika rapat kerja nanti dengan dinas terkait akan kita bicarakan,” katanya.

Karena menurut Tuah, sangat disayangkan sekali, kalau sampai bahan bakunya kurang, sementara pengrajin banyak. “Tentu kita berharap jangan sampai oleh-oleh khas Sintang ini langkah. Sehingga menjadi mahal,” pungkasnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Sekretaris Daerah (Sekda) Sintang Yosepha Hasnah merasa bangganya pada tenun ikat Sintang yang sudah beberapa kali menerima penghargaan dari pemerintah pusat.

Hal tersebut disampaikannya saat membuka kegiatan Festival Tenun Ikat dan Seminar Internasional yang digelar Disdikbud Kabupaten Sintang, di Museum Kapuas Raya, Jalan Sintang-Putussibau, Rabu (23/10) pagi.

“Tenun ikat Sintang sudah beberapa kali menerima penghargaan dari pemerintah antara lain, warisan budaya tak benda, Upakarti. Ini semua karena ketekunan para pengrajin tenun, bantuan banyak pihak dan perhatian Pemkab Sintang terhadap tenun ikat ini,” kata Yosepha Hasnah bangga.

Pelaksanaan Festival ini kata Sekda, merupakan salah satu upaya untuk pengembangan objek pokok kebudayaan, sebagaimana diamanatkan Undang-undang nomor 5 tahun 2017.

“saya berharap, ke depan event seperti ini dapat menjadi agenda tahunan Disdikbud Sintang dengan mengundang turis mancanegara,” terangnya. (ipl)