Pimpin Rapat Koordinasi Karhutla, Ini Pesan Bupati

0
sejumlah kades menyampaikan informasi kondisi di desanya masing masing

Sintang, LK– Bupati Sintang dr. H. Jarot Winarno, M.Med.PH memimpin Rapat Koordinasi Lintas Sektoral dalam rangka penanggulangan bencana asap akibat kebakaran hutan dan lahan (KARHUTLA) di Kabupaten Sintang yang diselenggarakan di Gedung Pancasila, Senin (23/09/2019).
Rapat Koordinasi Lintas Sektoral dalam rangka penanggulangan bencana asap akibat kebakaran hutan juga di hadiri oleh seluruh Kepala Desa (Kades) yang ada di Kabupaten Sintang dan unsur Forkopimda, Camat se Kabupaten Sintang.
Dalam paparanya Bupati Sintang Jarot Winarno mengungkapkan bahwa hingga saat ini di Sintang masih terdapat 17 titik api. Titik api tersebar di sejumlah kecamatan di Kabupaten Sintang.
“Sebulan yang lalu kita panen titik apinya di Ketungau Hulu dan Ketungau Tengah, 2 minggu terakhir ini kita panennya di Serawai dan Ambalau, dari 17 ini, 14 titik apinya di Serawai dan Ambalau,” ungkapnya.
Jarot mengungkapkan pada September tahun 2018 lalu Sintang sudah bersih dari kabut asa dan tidak adalagi pembakaran lahan. Namun pada tahun ini hingga September 2019 titik api di Kabupaten Sintang masih cukup tinggi.
“Tahun lalu bulan September kita sudah tidak ada asap, tahun ini tanggal 5 September ada 699 titik api. Kita menduduki ranking ke 2 dibawah Ketapang” lanjut Jarot. Jarot pun mengakui bahwa hal ini terjadi karena kelalaian.
Hal sama juga diungkapkan Kapolres Sintang AKBP Adhe Hariadi, S.Ik., M.H. Ia mengatakan bahwa Polisi sudah banyak melakukan pencegahan KARHUTLA melalui giat preemrif yaitu dengan sosialisasi door to door terkait larangan KARHUTLA, bahkan melaksanakan penyuluhan kepada masyarakat disertai pemasangan spanduk larangan KARHUTLA, baik melalui sosial media dan membuat maklumat kepolisian.
Selain melakukan pencegahan, pihak Polres Sintang juga melakukan penindakan melalui giat preventif yaitu dengan melakukan apel gabungan penanganan KARHUTLA, melaksanakan patroli gabungan dan melaksanakan pengecekan dan pemadaman titik api.
“Saya yakin kepala desa, camat, kapolsek dan danramil sudah melakukan himbauan, tapi dampaknya sama-sama kita bisa lihat, kalau tidak ada asap berarti pembakaran ini bisa diatur, sekarang buktinya masih ada asap dan yang dirugikan adalah masyarakat” ungkap Adhe.
Pada kesempatan itu Adhe berharap seluruh elemen baik dari jajaran pemerintah, forkopimda hingga masyarakat bersinergi untuk menanggulangi bencana asap akibat kebakaran hutan dan lahan (KARHUTLA) di Kabupaten Sintang, khususnya para camat dan kepala desa. (Wiji)

Tinggalkan Balasan

silahkan masukkan komentar anda
masukkan nama anda disini