Jarot Ajak Jaga Kebersihan Lingkungan

Sintang, LK- Guna mewujudkan Kota Berseri  hari ini Jumat, (27/09/2019)  pagi  Pemerintah Kabupaten Sintang  melaksanakan kegiatan  Jumat Bersih  di Pasar Junjung Buih  sepanjang tepi Sungai Kapuas depan  Pendopo Rumah Jabatan Bupati Sintang.

Pada kata sambutannya saat membuka acara kegiatan Jumat bersih Bupati Sintang  dr.H. Jarot Winarno,M.Med.PH  mengatakan,  kegiatan jumat bersih ini sudah merupakan  kegiatan rutin yang dilaksnakan Pemerintah kabupaten Sintang atas  kreasi  Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang  Dra. Yosepha  Hasnah,M.Si.

“Kebersihan merupakan salah satu bagian dari pada iman, dan saya bangga dengan anak-anak komunitas cinta lingan yang terdiri dari siswa dan siswi SMP dan SMA  didaerah ini yang sangat peduli terhadap kebersihan di Kota Sintang, mereka memilki ide mandiri dan mengajak bersama-sama Pemerintah Kabupaten Sintang untuk melaksanakan kegiatan terpuji Jumat bersih  ini,”  jelas  Jarot Winarno .

Dalam kesempatan tersebut Jarot juga menyatakan, salut atas perjuangan masyarakat sipil  yang ada di berbagai tempat di Indonesia, bisa menyampaikan aspirasinya  dengan lancar, dengan baik , dan ribuan orang yang turun  kejalan tersebut tidak ditunggangi dengan kepentingan-kepentingan lain , dan tidak mengarah ke  kegiatan yang anarkis.

”tapi saya bangga dengan kalian di Sintang sebagai pemuda yang tergabung dalam  Komunitas peduli lingkungan dan sebagai pelajar, energy positif kalian terwujud  untuk melawan sampah sungguh sangat luar biasa, dan “hari  ini Jumat,27/09/2019 pagi  kita  memberikan tauladan, kita bersihkan sampah kita  terutama sampah-sampah yang sulit didaur lagi, seperti sampah plastik dan sebagainya,”   Tegas Jarot Winarno .

Sementara itu salah seorang peserta kegiatan Jumat Bersih pelajar MAN 1  Sintang Erika  mengatakan,  bahwa kegiatan jumat bersih  ini dinilai sangat positif memberikan contoh tauladan kepada  para siswa termasuk masyarakat agar selalu menjaga kebersihan dilingkungannya, dengan membuang sampah pada tempatnya”saya sebagai pelajar mengharapkan kegiatan bersih-bersih semacam ini, sering-sering dilakukan, untuk memberikan contoh kepada masyarakat,”kata dia.

Dalam kesempatan tersebut Ketua Panitia Pelaksana kegiatan Jumat Bersih  yang juga menjabat Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup  kabupaten Sintang Lili Suryani  mengatakan, kegiatan Jumat bersih yang  dilaksanakan  hari  ini Jumat,27/09/2019 pagi  dengan sasaran  empat titik yaitu, Pasar Sayur Junjung Buih, Taman Bunur 1, Taman Bungur 2 , Taman Alul- Alun depan kantor Bupati Sintang, deapan RS  Ade Muhammad Djoen Sintang, dengan melibatkan  sekitar  lima  ribu peserta yang terduiri dari pelajar SMP dan SMA serta  gabungan  komunitas Peduli Lingkungan  Kabupaten Sintang.  (rilis Humas)

Pesan Jarot Diacara Wisuda UNKA

Sintang, LK – Bupati Sintang Jarot Winarno berharap Mahasiswa Universitas Kapuas (UNKA) Sintang turut aktif dalam kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakatnya. Hal tersebut ditegaskan Jarot ketika menghadiri acara wisuda Universitas Kapuas angkatan XVII di gedung serbaguna Sintang Kamis, (26/09/2019).

“Harapan kedepannya Universitas Kapuas dapat terus meningkatkan kualitas para pendidiknya dan para mahasiswa juga turut aktif dalam kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakatnya, semoga lulusan yang dihasilkan mampu bersiang di era globalisasi ini”, kata Jarot.

Menurut Jarot, keberadaan Universitas Kapuas Sintang telah menjadi mitra strategis bagi Pemda Sintang dalam membangun pendidikan sesuai dengan visi Pemerintah Kabupaten Sintang,

“keberadaan Universitas Kapuas telah memberikan output berupa kaum muda Sintang yang berkualitas, Universitas Kapuas juga telah menjadi mitra strategis Pemda Sintang dalam membangun pendidikan menuju masyarakat Sintang yang cerdas, peran ini semakin penting karena penyediaan SDM berasal dari sumber daya lokal”, tuturnya.

Karena itu, Bupati Sintang berharap kepada Universitas Kapuas Sintang dapat terus meningkatkan kualitas pendidikannya. Peran Sumberdaya Manusia (SDM) yang unggul dapat memberikan sistem pembangunan dunia pendidikan yang lebih maju, terutama dunia pendidikan di Kabupaten Sintang.

“sebagai salah satu visi pembangunan kita yaitu mewujudkan masyarakat Sintang yang cerdas, saya yakin dengan pembangunan yang optimal akan membawa Kabupaten Sintang yang lebih maju dan sejahtera, dalam usaha untuk mewujudkan hal tersebut, peran SDM yang unggul sangatlah penting dan menentukan, kita sangat membutuhkan partisipasi aktif dari para pemangku kepentingan untuk turut serta menyediakan manusia manusia berkualitas sebagai bagian dari sistem pembangunan dunia pendidikan kita,”ujarnya.

Sementara itu, Rektor Universitas Kapuas Sintang, Petrus Atong menjelaskan jumlah mahasiswa-mahasiswi yang diwisudakan pada hari Selasa, 26 September 2019. “jumlah totalnya itu sebanyak 281 orang, untuk prodi Administrasi Publik sebanyak 83 orang, prodi Administrasi Bisnis 57 orang, prodi Agroteknologi sebanyak 52 orang, prodi Kehutanan sebanyak 18 orang, prodi Pendidikan Biologi sebanyak 24 orang, prodi Ilmu Hukum sebanyak 47 orang,”jelasnya.

Perlu diketahui, sambung Rektor Unka, menjelaskan lama studi, nilai kelulusan dan klasifikasi wisudawan dan wisudawati. Untuk rata rata kelulusan dengan IPK 3,4, kemudian rata-rata lama studi kurang lebih 4 tahun 9 bulan, klasifikasi yang diwisudakan untuk laki-laki berjumlah 174 orang, untuk perempuan totalnya 107 orang.

Sebelumnya, sebanyak 281 mahasiswa-mahasiswi Universitas Kapuas angkatan ke-XVI telah diwisudakan. Kegiatan sidang senat terbuka dalam acara wisuda mahasiswa-mahasiswi Universitas Kapuas angkatan ke-XVI tahun 2019 tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Sintang, Jarot Winarno, bertempat di Gedung Serbaguna, Jalan Y.C. Oevang Oeray Sintang, pada Kamis, (26/09/2019). (ono)

 

 

Sintang Tak Memerlukan PLBN Tipe C

SINTANG, LK- Bupati Sintang, dr. Jarot Winarno, Med.PH menerima Tim Koordinasi Pertahanan Negara Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Republik Indonesia di Aula Kantor Bappeda Kab. Sintang, Rabu (25/9/19) pagi.

Kedatangan Tim Koordinasi Pertahanan Negara Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Republik Indonesia ke Kabupaten Sintang dalam rangka pengumpulan data dan informasi kegiatan pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Sungai Kelik Kecamatan Ketungau Hulu.

Tim dipimpin oleh oleh Marsma TNI Andi M Taufik sebagai Asisten Koordinasi Intelijen Pertahanan, dan beranggotakan Kolonel Inf. I Gede Agit Thomas dan Debbi Agustio Pratama.

Dalam kesempatan tersebut Bupati Sintang Jarot Winarno menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Sintang menginginkan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) yang akan di bangun di Sui Kelik, Kecamatan Ketungau Hulu minimal harus Tipe B, hanya saja, Pemerintah pusat mengeluarkan izin pembangunan PLBN tipe C. Hal itulah yang menjadi kekeceawaan orang nomor satu di Bumi Senentang itu.

“Ngapainlah dikasi C, kalau di kasi Tipe C, bagus nda usah lah, bagus anggaranya untuk membangun kawasan perbatasan kita sajalah. Sintang tidak memerlukan Tipe C, yang Sintang perlukan adalah PLBN Tipe B terlebih Kab. Sintag merupakan calon Ibu Kota Provinsi Kapuas Raya, jadi kalau di kasi tipe C sih sungguh sangat terlalu, mudah-mudahan tim yang datang ini bisa memperjuangkannya lah,”ungkapnya.

Menurutnya kalau hanya di bangun dengan Tipe C, existing sekarang di perbatasan tersebut sudah punya 12 jalan tikus yang sama dengan tipe C kalau di dilihat dari fungsinya.

kita sih nda terlalu liat megahnya bangunannya, bangunannya minimalis sangat sederhana nda ada masalahlah, tapi fungsinya itu harus bisa menopang ekonomi di perbatasanlah, masyarakat lancar ekspor dan impor ke Malaysia tah itu hasil pertanian, perkebunan  dan lainnya”ungkap Jarot.

Kenapa harus tipe B tegas Jarot, agar PLBN Sui Kelik nantinya memiliki daya ungkit yang cukup besar bagi kegiatan ekonomi di perbatasan, sehingga di perlukanlah PLBN yang kapasitasnya bisa menampung ekspor dan impor barang, komoditas pertanian, perkebunan dan lainnya ke Negara tetangga Malaysia atau bisa berdaya ungkit besar untuk masyarakat di kawasan perbatasan.

Jarot pun berharap pembangunan PLBN ini menjadi penyemangat masa depan Kabupaten Sintang ini semakin baik terutama di kawasan perbatasan sehingga terwujud rasa keadilan hingga ke batas negeri.

Sementara itu Asisten Koordinasi Intelijen Pertahanan Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Republik Indonesia, Andi Tauifiq mengatakan kehadiran ia dan timnya guna memastikan apa yang telah di rencanakan dan apa yang telah di instruksikan Presiden dalam perpres khususnya untuk pembangunan di wilyaha-wilayah perbatasan bisa berjalan sesuai rencana, meskipun di lapangan pasti di temukan berbagai kendala.

“kami di tugaskan untuk memberikan pengarahan, pengawasan umum dan pelaksanaan pembangunan dari 11 PLBN yang akan di bangun pemerintah pusat termasuk PLBN Sui Kelik di Kabupaten Sintang ini, karena kalau misalnya pusat menentukan sendiri sementara kabupaten tidak diajak bicara biasanya malah jauh nanti permasalahannya. Untuk itulah kami datang ingin melihat lokasinya seperti apa dan permasalahan-permasalahnya kita sudah dapat,”kata Andy.

Setelah mendengarkan penjelasan mengenai rencana pembangunan PLBN Sungai Kelik, Tim Koordinasi Pertahanan Negara Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Republik Indonesia akan melanjutkan peninjauan langsung ke lokasi pembangunan PLBN Sungai Kelik di Desa Sungai Kelik Kecamatan Ketungau Hulu. Kunjungan lapangan tersebut akan didampingi oleh Tim dari Bagian Pengelolaan Perbatasan Negara Sekretariat Daerah Kabupaten Sintang.(Piyan)

 

PWK Berkontribusi Mendukung Berbagai Kegiatan Pemda

Sintang, BK- Bupati  Sintang dr. Jarot Winarno,M.Med,PH, didampingi Anggota DPRD Propinsi Kalimantan Barat Terry Ibrahim, Forkopimda dan Pimpinan OPD di Kabupaten Sintang pada hari Senin,23/09/2019 sore  menghadiri puncak Perayaan Hari Ulang Tahun Persekutuan Wanita Kristen (PWK) Se Kota Sintang yang ke 36 Tahun 2019  di Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII)  Bethel  Sintang.

“Pemerintah Kabupaten Sintang sangat mengapresiasi  jajaran Pengurus PWK Se Kabupaten sintang yang selama ini telah bekerja dengan  baik serta  ikut berkontribusi  dalam mendukung berbagai kegiatan yang dilakukan di daerah. Kami percaya wanita itu adalah tiang Negara yang sangat berperan dalam mendidik bagi perkembangan dan pertumbuhan  kesehatan bagi anak-anak,” ujar Jarot

Musuh anak-anak yang saat ini sedang dihadapi adalah masalah kabut asap yang beberapa hari ini menyelimuti Kabupaten Sintang , bahkan  juga menjadi permasalahan di beberapa daerah di Indonesia, karena itu Jarot meminta masyarakat harus bisa menjaga anak-anaknya terutama ibu.

“Kita harus  bisa menjaga anak-anak kita agar tidak banyak bermain diluar rumah pada situasi seperti ini, untuk menjaga kesehatan mereka. Ada pepatah situasi suatu daerah , terutama pada ibu-ibu, kalau ibu-ibunya cantik- catik kota itu juga Cantik, dan kalau ibu-ibunya  budi pekertinya sopan santun kota itu baik, itulah cerminan,” tutur Jarot.

Jarot mengungkapkan, berdasarkan hasil survei kepada para kaum milenial , bahwa anak-anak milenial ini  hanya menyiapkan  sekitar Dua Puluih 20 persen  waktunya untuk kelaurga dan kawannya , dan Delapan Puluh persen kawan dia dalah Handphone/HP  dan internet. Karena itu peran orang tua untuk melakukan pemantauan ke anak juga harus lebih ditingkatkan.

Kaum perempuan  sangat  besar untuk dapat mengarahkan mereka dan memberikan perhatian , agar tidak terlena dengan  dunia maya yang bisa  merubah sikap dan pola pikir anak yang kurang peduli,” tukas Jarot.

Sementara itu, dalam kesempatan tersebut Ketua Panitia perayaan HUT PWK  ke 36  tahun 2019  Rinawati Tarigan  mengucapkan terima kasih kepada para jajaran pengurus PWK Se Kabupaten Sintang yang meluangkan waktunya untuk keseksesan pelaksanaan HUT PWK ke 36 ini  di  Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII)  Bethel  Sintang.

“Adapun rangkaian kegiatan yang telah dilaksanakan mulai tanggal 9 september hingga  22 september dalam rangka perayaan HUT PWK ke 36 tahun 2019  diantaranya seperti Pertandingan Bola Voli, Bola Dangdut, Balap karung, CCA dan Menghias Kue, yang diikuti oleh 14 Gereja yang ada di kabupaten Sintang, termasuk kegiatan anjangsana  ke Panti asuhan Cahaya Purnama Sungai Kawat dan  SPT Klangsam,”  jelas  Rinawati Tarigan(ono)

Ini Pesan Ketua Alumni Hukum UNKA di Acara Syukuran

Sintang,LK –Fakultas Hukum Universitas Kapuas Sintang melaksanakan acara pelepasan dan syukuran Wisudawan tahun akademik 2018/2019 di aula Fakultas Hukum Universitas Kapuas Sintang pada, Senin (23/9/2019).

Syukuran yang dilaksanakan Fakultas Hukum Universitas Kapuas mendapat tanggapan positif dari Ketua Alumni Fakultas Hukum Universitas Kapuas Sintang Supanto, SH. Dalam sambutan Supanto,SH mengajak kepada semua angkatan untuk saling mempererat hubungan antar alumnus.

“Tidak heran jika dari angkatan pertama hingga angkatan kelima kurang saling mengenal karena selama ini belum pernah diadakan acara reuni sebagai sarana perekat antar alumnus. Karena itu kedepan kita akan melaksanakan Reuni Akbar,” ungkap Supanto.

Supanto menjelaskan dengan adanya ikatan alumni Fakultas Hukum Universitas Kapuas Sintang diharapkan dapat membangun sinergitas dengan kampus dan lebih khusus kepada Fakultas Hukum.

“Harapanya saya ini sebagai sarana berkumpul dan memberikan masukan sesame alumni dengan almamater Fakultas Hukum harapanya agar tetap terjalin dengan baik,serta membangun opini public demi nama baik dan citra Fakultas Hukum Universitas Kapuas Sintang di Masyarakat maupun dengan Pemerintah,” tukasnya.

Diakhir tanggapanya, Supanto juga mengharapkan alumni Fakultas Hukum dapat menjadi sumber informasi diberbagai hal,dunia kerja,inspirasi dan juga prestasi yang dapat di contoh bagi yang lainnya.

Hadir dalam acara tersebut,Ketua Yayasan melati Sintang,Rektor,Dekan Fakultas Hukum,para Dosen, dan juga Staf Fakultas Hukum serta para Wisudawan Universitas Kapuas Sintang,kemudian Fakultas Hukum  Universitas Kapuas Sintang sudah menghasilkan alumni dari angkatan pertama tahun 2015 sebanyak 61 alumni,angkatan kedua tahun 2016 sebanyak 55 alumni,angkatan ketiga tahun 2017 sebanyak 46 alumni,angkatan keempat tahun 2018 sebanyak 45 alumni dan angkatan kelima tahun 2019 sebanyak 47 alumni hingga sampai sekarang total sebanyak 254 alumni demikian lanjutnya. (Fyan)

Pimpin Rapat Koordinasi Karhutla, Ini Pesan Bupati

Sintang, LK– Bupati Sintang dr. H. Jarot Winarno, M.Med.PH memimpin Rapat Koordinasi Lintas Sektoral dalam rangka penanggulangan bencana asap akibat kebakaran hutan dan lahan (KARHUTLA) di Kabupaten Sintang yang diselenggarakan di Gedung Pancasila, Senin (23/09/2019).
Rapat Koordinasi Lintas Sektoral dalam rangka penanggulangan bencana asap akibat kebakaran hutan juga di hadiri oleh seluruh Kepala Desa (Kades) yang ada di Kabupaten Sintang dan unsur Forkopimda, Camat se Kabupaten Sintang.
Dalam paparanya Bupati Sintang Jarot Winarno mengungkapkan bahwa hingga saat ini di Sintang masih terdapat 17 titik api. Titik api tersebar di sejumlah kecamatan di Kabupaten Sintang.
“Sebulan yang lalu kita panen titik apinya di Ketungau Hulu dan Ketungau Tengah, 2 minggu terakhir ini kita panennya di Serawai dan Ambalau, dari 17 ini, 14 titik apinya di Serawai dan Ambalau,” ungkapnya.
Jarot mengungkapkan pada September tahun 2018 lalu Sintang sudah bersih dari kabut asa dan tidak adalagi pembakaran lahan. Namun pada tahun ini hingga September 2019 titik api di Kabupaten Sintang masih cukup tinggi.
“Tahun lalu bulan September kita sudah tidak ada asap, tahun ini tanggal 5 September ada 699 titik api. Kita menduduki ranking ke 2 dibawah Ketapang” lanjut Jarot. Jarot pun mengakui bahwa hal ini terjadi karena kelalaian.
Hal sama juga diungkapkan Kapolres Sintang AKBP Adhe Hariadi, S.Ik., M.H. Ia mengatakan bahwa Polisi sudah banyak melakukan pencegahan KARHUTLA melalui giat preemrif yaitu dengan sosialisasi door to door terkait larangan KARHUTLA, bahkan melaksanakan penyuluhan kepada masyarakat disertai pemasangan spanduk larangan KARHUTLA, baik melalui sosial media dan membuat maklumat kepolisian.
Selain melakukan pencegahan, pihak Polres Sintang juga melakukan penindakan melalui giat preventif yaitu dengan melakukan apel gabungan penanganan KARHUTLA, melaksanakan patroli gabungan dan melaksanakan pengecekan dan pemadaman titik api.
“Saya yakin kepala desa, camat, kapolsek dan danramil sudah melakukan himbauan, tapi dampaknya sama-sama kita bisa lihat, kalau tidak ada asap berarti pembakaran ini bisa diatur, sekarang buktinya masih ada asap dan yang dirugikan adalah masyarakat” ungkap Adhe.
Pada kesempatan itu Adhe berharap seluruh elemen baik dari jajaran pemerintah, forkopimda hingga masyarakat bersinergi untuk menanggulangi bencana asap akibat kebakaran hutan dan lahan (KARHUTLA) di Kabupaten Sintang, khususnya para camat dan kepala desa. (Wiji)

Bagaimana cara memakai masker hidung yang tepat?

Meski kelihatannya mudah, cara pakai masker hidung tidak boleh sembarangan. Cara memakai yang keliru bisa sangat meningkatkan risiko kemungkinan terjadinya masalah. Berikut panduan cara memakai masker hidung alias alias masker bedah yang benar:

  1. Pastikan bahwa ukuran masker pas dengan wajah Anda, tidak kebesaran atau kekecilan.
  2. Selalu cuci tangandengan sabun atau menggunakan hand sanitizer, sebelum menyentuh masker dan memasangnya.
  3. Cari sisi luar masker. Jika masker Anda memiliki dua warna berbeda (umumnya hijau dan putih), sisi luar masker adalah yang berwarna hijau. Maka, sisi putihlah yang menempel langsung dengan kulit Anda sementara lapisan hijau menghadap ke luar.
  4. Tentukan sisi atas masker, biasanya ditandai dengan adanya garis kawat hidung.
  5. Untuk masker yang menggunakan tali: posisikan kawat hidung di atas hidung dengan jari, lalu ikat kedua sisi tali di bagian atas pada kepala mendekati ubun-ubun. Setelah masker sudah bisa menggantung, tarik masker ke bawah untuk bisa menutup mulut hingga dagu. Ikat tali bagian bawahnya di tengkuk atau belakang leher Anda.
  6. Untuk masker karet: Anda hanya perlu mengaitkan tali karet di belakang telinga.
  7. Setelah masker menempel aman di wajah, cubit bagian kawatnya untuk mengikuti lekuk hidung Anda agar masker lebih tertutup rapat.
  8. Panjangkan lipatan-lipatan masker  kebawah untuk menutup semua bagian yang harus ditutup yakni hidung, mulut, hingga dagu.
  9. Setelah masker terpasang dengan benar, hindari menyentuh masker apalagi sebelum mencuci tangan.

Masker yang sudah digunakan hanya boleh digunakan sekali pakai. Bahkan beberapa sumber menyatakan bahwa masker ini hanya efektif digunakan selama 3-4 jam pemakaian atau maksimal 1 hari.(dikutip dari  https://hellosehat.com/hidup-sehat/tips-sehat/cara-memakai-masker-wajah/

 

Deklarasikian ODF, Bupati Sampaikan Lima Pesan

Sintang, LK- Desa Tanjung Hulu, Kecamatan Sepauk, Kabupaten Sintang melaksanakan deklarasi Open Defecation Free (ODF) atau stop buang air besar sembarangan pada  Sabtu, (21/09/2019).

kegiatan deklarasi tersebut dihadiri dan diresmikan oleh Bupati Sintang, Jarot Winarno yang ditandai dengan penandatanganan deklarasi ODF serta penandatanganan cuci tangan menggunakan sabun, yang dilaksanakan dihalaman Kantor Desa Tanjung Hulu, Kecamatan Sepauk, Kabupaten Sintang.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, dr. Harysinto Linoh, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kabupaten Sintang serta Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Sintang yang juga sebagai duta Stunting, Kartiyus dan juga Anggota DPRD Daerah pemilihan Tempunak Sepauk Kusnadi.

Bupati Sintang, Jarot Winarno dalam sambutan berpesan kepada masyarakat untuk sama sama menjaga kebersihan. Terutama jamban tempat untuk membuang air besar.Dalam deklarasi Bupati Sintang menyampaikan lima hal berkaitan dengan kesehatan lingkungan yang harus diperhatikan.

“pertama yang perlu diperhatikan yaitu jamban, kedua mencuci tangan menggunakan sabun, ketiga air bersih, keempat buang sampah pada tempatnya, dan yang kelima membuang limbah cairan pada tempatnya”, kata Jarot.

Jarot menjelaskan bahwa pada point pertama dalam kesehatan lingkungan yaitu jamban harus diperhatikan agar tidak menimbulkan masalah dalam kesehatan, “dengan adanya jamban disetiap rumah maka kita tidak BAB sembarangan, selama ini kita punya masalah terutama didaerah pesisir sungai, jambannya itu disungai, kemudian BAB sembarangan di kebun, yang dapat menyebabkan lingkungan menjadi tercemar sehingga bisa mendatangkan berbagai penyakit, seperti diare, hepatitis dan sebagainya”, jelasnya.

Masih kata Jarot, untuk menangani lima hal tersebut haruslah dilakukan secara bergotong royong, semua masyarakat harus turut serta dalam mensukseskan program tersebut.

lima hal tersebut sebenarnya diurus dari rumah kita sendiri, tetapi hal itu tidak efektif, jadi seluruh masyarakat harus bergotong royong, bersama-sama untuk merubah pola hidup sehat, kalau kita tidak mau merubah pola tersebut, maka penyakit akan berdatangan didekat kita”, ujarnya.

Menurut Bupati Sintang, dengan adanya deklarasi ODF ini paling tidak membuat masyarakat enggan untuk BAB sembarangan dan bisa mencegah terjadinya stunting.

“jadi dengan ODF ini, kalau kita BAB dirumah tidak di sembarangan, maka bisa mencegah terjadinya stunting sampai angka 42%, sebab kalau kita belum memiliki jamban sendiri, kita masih BAB sembarangan maka disitu akan menimbulkan bakteri, kuman, sehingga lalat juga muncul dan hinggap di makanan kita, jadilah makanan kita itu tidak sehat bagi tubuh kita”, tuturnya.

Bupati Sintang berharap agar tahun depan di Kecamatan Sepauk bisa 20 Desa yang mendeklarasikan ODF, “saya bangga datang kesini, karena Desa Tanjung Hulu Kecamatan Sepauk sudah mendeklarasikan ODF, walau cuma satu desa di Kecamatan ini, saya minta tahun depan kalau bisa 20 desa ODF, sebab, di Desa Limbur Bernaung Kecamatan Serawai dan Desa Kertasari Kecamatan Ketungau tengah saja sudah mendeklarasikan desanya sebagai desa ODF, jadi Sepauk jangan mau kalah”, harapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, dr. Harysinto Linoh, menjelaskan jumlah Desa ODF di Kabupaten Sintang.

“jadi Desa Tanjung Hulu ini adalah desa ke-40 yang sudah mendeklarasikan sebagai Desa ODF di Kabupaten Sintang dari total 391 Desa, dan ini adalah desa pertama yang ODF di Kecamatan Sepauk, jadi masih ada 39 Desa lagi di Kecamatan Sepauk yang belum ODF”, kata dr. Sinto

dr. Sinto memberikan harapan kepada Kepala Desa dan masyarakat untuk menjadikan ODF ini sebagai gerakan masyarakat hidup sehat. “harapan kami jangan Cuma deklarasi saja, tetapi dijadikan sebuah kebiasaan, dari kita sampai ke anak cucu kita, jadi kita persiapkan semuanya dimulai dari desa ODF ini, sehingga menimbulkan gerakan masyarakat hidup sehat, dengan pola hidup sehat maka semua akan berjalan dengan baik, juga saya pesankan agar anak-anak senantiasa mencuci tangan dengan menggunakan sabun ketika sebelum makan, sesudah makan dan setelah keluar dari jamban”, harap Sinto.

Sementara itu, Kepala Desa Tanjung Hulu, Kecamatan Sepauk, Nonok menyampaikan ucapan terimakasih kepada Pemerintah dan masyarakat dalam hal Desa ODF di Desa Tanjung Hulu ini.“ini merupakan suatu penghargaan bagi kami, karena di Desa inilah perdana melakukan deklarasi ODF, saya ucapkan terimakasih kepada masyarakat Tanjung Hulu yang sudah memiliki kemauan untuk merubah pola hidup sehat, sehingga bisa dilaksanakan deklarasi ODF ini, 100% masyarakat disini sudah memiliki jamban sehat”, kata Nonok.

“Kedepannya mudah-mudahan dengan deklarasi ODF ini, kesadaran masyarakat akan pola hidup sehat semakin meningkat”, pesan Nonok .(Wiji)

Ini Pesan Askiman Kepada Ikatan Sarjana Katolik

Sintang, LK- Wakil Bupati Sintang Drs. Askiman, MM membuka Seminar kebangsaan dan Rapat Kerja Cabang Ikatan Sarjana Katolik Indonesia (ISKA) Cabang Sintang Kalimantan Barat Tahun 2019 di Gedung Balai Kenyalang, Selasa (17/09/2019) pagi.
Dalam sambutanya Askiman mengajak ISKA kabupaten Sintang untuk sama sama menjaga kerukunan antara umat beragama. Dengan kegiatan ini diharapkan dapat mewujudkan rasa damai ada di Kabupaten Sintang.
“Tentunya kita harus saling menjaga dan menghormati, saling mengasihi satu sama lain” ungkapnya.
Menurut Askiman, sebuah keberagaman tidaklah semata-mata sebagai takdir bagi kehidupan bangsa tetapi merupakan karya nyata Tuhan dan juga berkat Tuhan. “Keberagaman suku, keberagaman bangsa dan keberagaman agama merupakan karya indah nyata Tuhan untuk kita semuanya” ungkapnya.
Pada kesempatan itu Dr. Drs. Adrianus Asia Sidot, M.Si selaku Ketua Dewan Perwakilan Daerah ISKA Provinsi Kalimantan Barat berharap anggota-anggota DPR RI baik yang incumbent maupun yang baru akan dilantik memahami nilai-nilai kebangsaan.
“Karena adanya dinamika pemikiran, sikap dan pergerakan yang dinilai membahayakan pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika” ungkapnya.
Adrianus juga mengucapkan rasa terima kasihnya kepada ISKA cabang Sintang yang memiliki kepedulian kepada isu-isu tentang merawat keberagaman dalam pilar NKRI. “Mudah-mudahan ini menjadi pertanda bahwa Bhinneka Tunggal Ika masih kita yakini mampu merawat NKRI berdasarkan Pancasilan dan UUD 1945” ungkapnya.
Sementara itu DR. Hendrika, S.Sos., M.Si selaku Ketua Dewan Perwakilan Cabang ISKA Kabupaten Sintang mengungkapkan bahwa kehadiran peserta pada kegiatan hari ini merupakan bentuk support kepada ISKA.
“Kehadiran Bapak dan Ibu sekalian pada hari ini menandakan bahwa Bapak, Ibu sekalian memberikan support yang besar kepada Ikatan Sarjana Katolik Indonesia yang ada di Kabupaten Sintang untuk melaksanakan tugasnya memberikan pelayanan kepada gereja, umat katolik dan masyarakat Kabupaten Sintang” ungkapnya
Turut hadir dalam kegiatan ini Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang Dra. Yosepha Hasnah, M.Si, unsur OPD, unsur Forkopimda Kabupaten Sintang dan Ormas-ormas. Adapun peserta yang hadir berjumlah 250 peserta.(ono)

Warga Kenyabur Baru Dambakan SMK

Sintang, BK- Tingginya minat dari pelajar lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang ada di Desa Kenyabur dan sekitarnya untuk melanjutkan pendidikan, warga Kenyabur Baru berharap hadirnya Sekolah Menengah Atas maupun sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri di wilayahnya.

“Pelajar kami dari lulusan SMP maupun MTS sangat berminat untuk bisa melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi,tapi di wilayah kami belum ada SMK maupun SMA,” kata Kepala Desa Kenyabur Baru Sutaman ketika pada acara penutupan grebeg suro dan gawai adat, Minggu (15/9) 2019

Selama ini kata Sutaman pelajar yang akan meneruskan pendidikan ke SMA mapun ke SMK harus keluar dari Desa Kenyabur baru bahkan banyak siswa siswa lulusan SMP harus melanjutkan pendidikan SMA maupun SMKnya ke Kabupaten Sintang yang jarak tempuhnya sangat jauh.

Pihaknya mengaku sudah mengusulkan pendirian sekolah ke dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Barat. Usulan tersebut sudah disampaikan sejak lima tahun lalu. “Saya sudah usulkan sejak kepala dinasnya Pak Alexius Akim,” tutur Sutaman.

Bahkan kata dia masyarakat Desa Kenyabur baru sudah menghibahkan tanah untuk pembangunan sekolah. Luasnya pun mencapai 1,54 hektar. Luas tersebut belum termasuk lapangan. Jika ditambah dengan lapangan mencapai 2,5 hektar.“untuk tanah sudah kami sediakan. Tanah tersebut adalah hibah dari masyarakat,” tukasnya.

Menanggapi hal itu, Bupati Sintang, Jarot Winarno mengaku akan segera koordinasi ke Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, karena pendirian sekolah menengah Atas atau SMK adalah ranahnya pemerintah Provinsi.

“Ya. Nanti kamia akan koordinasi dengan pemerintah provinsi. Saya akan ketemu Gubernur Kalimantan Barat,” tukasnya.(ono)