Menganyam Manik Ladang Ekonomi Bagi Masyarakat

SINTANG, LK- Menganyam merupakan suatu bentuk kerajinan yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan orang Dayak. Salah satu bahan yang biasa dianyam, adalah manik-manik.
Manik manik adalah asesoris yang menghiasi busana tradisional suku dayak. Bentuknya bervariasi dan memiliki keaneka ragaman warna dan corak.
Untuk menjaga dan melestarikan kerajinan manik manik, pada pekan gawai Dayak tahun 2019 digelar lomba menganyam manik manik.
Ada 10 orang peserta yang ikut ambil bagian dalam lomba ini. Mereka berasal dari DAD kecamatan dan juga peserta yang mendaftar perorangan atau umum.
“Anyaman manik itu suatu kerajinan yang sangat luar biasa. Pemerintah Kabuaten Sintang sangat mendukung dengan diadaknya lomba menganyam manik manik,” kata Askiman ketika mengunjungi lomba menganyam manik, di Betang Tembawai Tampun Juah Sintang, Sabtu (13/07/2018)
Menurut Askiman, perlombaan menganyam manik manik ini juga merupakan sebuah usaha pelestarian seni budaya yang sudah turun-temurun dilakukan oleh masyarakat suku dayak.
“Pemda Sintang, sudah mulai melakukan pemberdayaan ekonomi masyarakat khususnya di sentra-sentra pariwisata kita. Kita juga akan menggerakkan desa-desa untuk membina dan melihat ini sebagai salah satu usaha yang bisa dikembangkan guna mensejahterakan masyarakat kita,” tutupnya.
Dari 10 peserta tersebut peserta umum mendominasi posisi juara pada lomba ini. Juara 1, Carolina Reni dan juara kedua, Chrismasya Amelia merupakan peserta umum. Hanya, Maria Beata Pemenang yang mewakili DAD, yaitu DAD Ketungau Hilir.
Lidya Tondan, selaku juri menyampaikan bahwa pada perlombaan ini dirinya beserta 2 juri lainnya, Bibiana Anuh dan Lusia Hubung menilai teknik anyaman. Selain itu, aspek penilaian lainnya, kerapian, artistik, kreativitas, kesesuaian bentuk dan motif serta komposisi warna.
“Akhirnya kita juga nanti melihat aspek nilai ekonomi dari produk jadi hasil menganyam manik ini,” kata Lidya. Kita kita mau bawa hasil kerajinan ini bisa mendatangkan pendapatan bagi masyarakat, ” ujarnya lagi.
Menurut Lidya, hasil anyaman manik dapat menjadi bahan untuk dijual lewat pameran-pameran, seperti inacraft.
“Kita bisa tampilkan budaya Dayak Kabupaten Sintang lewat kerajinan manik-manik,” ungkap Lidya lagi. ” tukasnya.
Agnes Yamen, Salah seorang peserta mengatakan bahwa tingkat kesulitan pada proses menganyam manik itu ialah duduk lama.
“Kalau membaca motif, karna setiap hari bikin sih, jadi ndak sulit benar,” kata Agnes
Sejauh ini Agnes sudah sering membuat berbagai barang anyaman manik ini. Ada gelang, kalung biasa dan kalung teratai. Sebagian besar hasil kerajinan tangannya dijual kepada pemesan-pemesan.
“Kadang kami jual sepasang gelang itu berkisar rp50.000. kalau teratai bisa sampai rp350.000,” pungkas Agnes. (ono)

Tinjau Operasi Bibir Sumbing Ini Pesan Jarot

SINTANG, LK- Bupati Sintang dr. H Jarot Winarno M.Med. Ph Meninjau Langsung Operasi Bibir Sumbing Gratis yang dilaksanakan di Rumah Sakit Ade M Djoen Sintang pada hari Kamis ( 11/07/2019) Siang. Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sintang didampingi oleh Direktur Rumah Sakit Ade M Djoen dr, Rosa Trifina dan Kepala Dinas Kesehatan Sintang dr Harysinto Linoh.
“ini merupakan program pemerintah yang mana sanggat membantu bagi masyarakat yang inggin melakukan operasi mengginggat tanpa di pungut biaya sepeser pun” terang Bupati Sintang.
Menurut Bupati Sintang, bibir sumbing adalah salah satu masalah kesehatan yang umum banyak di alami oleh bayi dan anak-anak yang ada di Kabupaten Sintang terutama yang ada di pelosok-pelosok desa yang ada di Sintang.
“dengan operasi gratis ini kita dapat mambantu bagi masyarakat yang kurang mampu. Kebanyakan kasus bibir sumbing dapat diketahui setelah bayi di lahirkan bahkan bisa di deteksi sejak usia kelahiran 13 minggu dengan cara USG,” terang Bupati Sintang yang juga seorang dokter.
Menurutnya, pengobatan bibir sumbing ini yang paling utama adalah operasi menyatukan kembali celah bibir yang terbentuk pada mulut bayi. Karenanya Ini sangat membantu karena bukan hanya menormalkan kondisi fisik saja, juga bertujuan untuk memudahkan anak saat makan, berbicara, dan mendengar.
Bupati Sintang mengajak semua masyarakat Sintang untuk membawa anak-anak kita melakukan operasi bibir sumbing. Baik masyarakat yang berada di dalam kota mapun luar kota. “kita beri mereka hidup yang lebih baik dan sama dengan anak -anak yang normal lainnya supaya mereka semanggat untuk menjalankan kehidupan mereka kelak,” pesan Bupati Sintang.
Bupati Sintang juga mengajak agar jangan membiarkan anak-anak dengan bibir sumbing sampai menginjak usia dewasa karena memiliki beberapa resiko yang dapat dialami oleh bayi karena bibir sumbing yakni bisa mengalami penumpukan cairan pada telinga bagian tengah sehingga hal ini bisa menyebabkan infeksi telinga bahkan gangguan pendengaran terhadap bayi.
Setelah pasca operasi anak juga akan diberikan perawatan lanjutan lainnya berupa terapi bicara dan perawatan kesehatan gigi dan mulut, hal ini bertujuan supaya anak-anak dapat bericara dengan lanjar dan beradaptasi dengan fisik yang jauh lebih normal.
Menurutnya, tahapan operasi bibir sumbing akan berbeda penangganannya sebab melihat dari usia anak dan seberapa parah kondisi bibir sumbing yang di alami. Dalam beberapa kasus anak yang mengalami bibir sumbing membutuhkan operasi tambahan. Hal ini tergantung dari kebutuhan masing masing pasien dan seberapa parah efek bibir sumbing yang di alami oleh pasien.
Sementara, Kristina Kepala Bidang Pelayanan Di Rumah Sakit Ade M. Djoen Sintang yang juga Ketua Panitia Pelaksana Kegiatan Operasi Bibir Sumbing Gratis menyampaikan bahwa kegiatan operasi bibir sumbing gratis ini hasil kerjasama dengan Yayasan Karya Hati Insani dari Semarang Jawa Tengah yang membawa delapan dokter ahli bedah yanng di pimpin lansung Oleh drg. Franciskus Prabo. “kegiatan Operasi ini dilaksanakan selama dua hari yakni dari tanggal 11 dan 12 juli 2019” terang Kristinia. Jumlah yang mengikuti pelaksanaan operasi bibir sumbing gratis ini sebanyak 15 Orang yang berasal dari empat kabupaten yaitu Sintang, Kapuas Hulu, Sekadau, dan Melawi. Dari ke empat kabupaten tersebut yang terdaftar sebanyak 33 orang, namun setelah dilakukan pemeriksaan mendalam, hanya 15 orang yang bisa menjalani operasi mengginggat resiko yang akan terjadi terhadap pasien,” tutur Kristina
Kristina juga menambahkan sesuai dengan pelayanan yang berfokus pada peduli kesehatan masyarakat dalam pelayanan masyarakat kegiatan operasi ini bertujuan menumbuhkan kesadaran masyarakat akan perawatan bedah mulut berkelanjutan pada usia dini, mengurangi jumlah pasien bibir sumbing yang cenderung meningkat setiap tahunnya, serta menghadirkan kembali senyum di wajah yang merupakan hasil usaha dan aspek fisik dan psiko-sosial.(DAVI)

Gawai Bentuk Ungkapan Sukur Masyarakat Suku Dayak

SINTANG, LK-Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Sintang Jeffray Edward mngatakan gawai yang dilaksanakan masyarakat suku dayak merupakan ungkapan sukur atas usaha yang sudah dilewati dengan menanan padi.
“Gawai ini untuk ajang silaturahmi sesama masyarakat Dayak dan dengan etnis lain. Gawai ini sejalan dengan peraturan perundang-undangan yang ada. Gawai juga untuk menyatukan konsep untuk mendukung pembangunan di sintang. Gawai juga bentuk pembinaan dan pengembangan seni budaya dan tradisi masyarakat Dayak” tegas Jeffray Edward.
Jeffray berharap gawai yang dilaksanakan di Kabupaten Sintang ini diharapkan dapat memperkuat jati diri masyarakat Dayak di Kabupaten Sintang.
“ Kami ingin memperkuat jati diri masyarakat Dayak di tengah bangsa Indonesia. Gawai Ini merupakan program rutin DAD Kabupaten Sintang. Kami ingin melestarikan seni budaya yang ada. Pekan Gawai Dayak ini kami harapkan memberikan manfaat bagi masyarakat Dayak dan masyarakat lainnya. Mari kita bersama-sama membangun masyarakat Dayak di Kabupaten Sintang,” terang Jeffray Edward.
Menurutnya, kemajuan jaman dan teknologi tidak mampu di bendung. Ia meminta masyarakat Jangan tertinggal oleh kemajuan jaman. Karenanya Jeffray mengajak masyarakat Kabupaten Sintang khususunya masyarakat dayak untuk bahu membahu membangun Kabupaten Sintang agar lebih maju.
“Mari kita kembangkan dan bangun masyarakat Dayak di Sintang ini. Terima kasih kepada Pemkab Sintang yang sudah membangun secara fisik kawasan pedalaman. Kami minta dan dorong agar Pemkab Sintang terus memfokuskan pembangunan kawasan terpencil dimana masyarakat Dayak tinggal. Kami juga minta agar pembangunan rumah Betang Tampun Juah di Jerorra satu segera tuntas. Di daerah lain, Betang sudah selesai. Bangunan ini penting dan menjadi simbol masyarakat Dayak. Saya senang ada beberapa lomba yang mulai dilaksanakan di Betang Tampun Juah. DAD Sintang juga menolak kelompok radikal di Kabupaten Sintang,” tukas Jeffray.
Sementara Bupati Sintang, Jarot Winarno dalam sambutanya juga mengajak masyarakat Dayak di Kabupaten Sintang untuk sama sama memajukan Kabupaten Sintang.
“Mari kita majukan dan bangun masyarakat Dayak yang tinggal di pelosok Kabupaten Sintang. Tantangan kabupaten Sintang ini adalah masih masuk kategori daerah tertinggal. Masyarakat Dayak di Kabupaten Sintang juga harus bangga bahwa anggota DPR RI terpilih dari Dapil II Kalbar, semuanya yakni berjumlah empat orang merupakan berasal dari masyarakat Dayak,” terang Bupati Sintang dr H Jarot Winarno saat membuka Pelaksanaan Pekan Gawai Dayak Kabupaten Sintang yang ke VIII Tahun 201p di Halaman Indoor Apang Semangai pada Selasa, 9 Juli 2019.
Yustinus Ketua Panitia Pekan Gawai Dayak Kabupaten Sintang Tahun 2019 menyampaikan bahwa tujuan gawai Dayak ini untuk menumbuhkan dan mempertahankan nilai seni budaya Dayak di Kabupaten Sintang.
“gawai Dayak ini juga merupakan bentuk implementasi dari visi dan misi Dewan Adat Dayak Kabupaten Sintang. Gawai Dayak ini akan dipusatkan di depan Indoor Apang Semangai dan Rumah Betang Tampun Juah. Lomba-lomba tradisional seperti lomba menangkap babi akan kami laksanakan di Betang Tampun Juah dan lomba yang sudah modern seperti Pemilihan Bujang Dara akan kami pusatkan di halaman Indoor Apang Semangai. Selama Pekan Gawai Dayak ini, kami sudah siapkan ada 17 jenis lomba yang akan dilaksanakan. Pada Pekan Gawai Dayak Tahun 2019 ini, kami mengambil tema Dayak Bersatu, Dayak Maju dan Bermartabat. Kita berharap Dayak bisa bersatu, maju dan bermartabat. Kita maju dengan bermartabat.
Seluruh kecamatan juga bisa hadir dan mengikuti kegiatan pekan gawai Dayak ini. Ikut membuka stand dan menjadi peserta berbagai perlombaan” terang Yustinus.
Bupati Sintang saat membuka Pekan Gawai Dayak 2019 ditandai dengan pemukulan gong sebanyak 7 kali, pembukaan tempayan tuak pamali oleh Wakil Bupati Sintang , tarian massal oleh Sanggar Tariu Borneo. (rilis)